Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

DESAIN MODUL PRAKTIKUM MANDIRI TENTANG GERAK PARABOLA MENGGUNAKAN SIMULASI PhET”PROJECTILE MOTION” Liyensi Karanggulimu; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2017: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, Sains dan Teknologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.652 KB)

Abstract

Learning about projectile motion is sometimes limited by time and tools which makes student can not understand the concepts in projectile motion. Therefore, lab work is a suitable medium to help students learn independently and give them chances to explore the learning materials further. Nowadays, there is a lab work application called PhET simulation. Lab work needs module to make learning process be structured and easy to understand. This research aims to investigate (i) how to design a lab work module about projectile motion using PhET simulation; (ii) how effective that lab work module to help students understand the concept of projectile motion. This qualitative descriptive research was using 5 college students of Physics Education Batch 2016 as respondents.Lab work module was implemented and observed by observers, and then students were assigned to do post˗test and fill the questionnaire. The results were (i) 80% students obtained evaluation score more than 70 with the mean of 100; (ii) 100% respondents were very enthusiastic during the lab work; (iii) 100% respondents showed positive respond in the questionnaire. Thus, it could be concluded that the utilization of lab work module using PhET simulation is effective to help students understand about projectile motion.Keywords: projectile motion, PhET simulation, module, lab work
Applying venn diagram to present bloom’s cognitive level of students of a physics learning about light refraction using developed independent lab work module and PhET simulation “bending light” Nurul H. Astuti; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
Journal of Science and Science Education Vol 2 No 1 (2018): JoSSE Vol. 2 No. 1 (May 2018)
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/josse.v2i1p21-28

Abstract

Evaluation shows the effectiveness of teaching and learning of a class. Mostly teachers provide evaluation in low cognitive level so students are able to achieve the minimum passing grade. Whereas a good evaluation should use Bloom’s Taxonomy as a basis for classifying student’s cognitive level. It leads teacher to provide a learning that facilitates student’s achievement of high cognitive level, including using independent lab work module. Teachers also typically provide a global report evaluation, i.e. providing the final score only, without presenting the distribution of students’ cognitive level. For this purpose, Venn Diagram is used to show the distribution of students’ cognitive level based on Bloom Taxonomy. This research aimed to present the distribution of students’ Bloom cognitive level using Venn Diagram and to investigate whether the development of independent lab work module about light refraction using PhET simulation “Bending Light“ can make students achieve the cognitive levels of knowing, understanding, applying, and analyzing. The obtained data was analyzed using qualitative descriptive method. The respondents were 17 freshmen of Physics Education and Physics Students of UKSW Batch 2016. The post-test showed that all students achieved higher cognitive levels. Thus, the developed independent lab work module was able to improve students’ cognitive level. Venn Diagram could also simplify the presentation of the distribution of students’ Bloom cognitive level for teachers.
REMIDIASI MISKONSEPSI KINEMATIKA DENGAN UMPAN BALIK CEPAT MENGGUNAKAN SIMULASI KOMPUTER DAN DEMONSTRASI Diane - Noviandini; Widha - Sunarno; Cari - -
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 3, No 01 (2014): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v3i01.9702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan gambaran profil miskonsepsi kinematika mahasiswa; 2) merancang langkah-langkah pembelajaran dengan umpan balik cepat menggunakan simulasi komputer dan demonstrasi untuk meremidiasi miskonsepsi kinematika mahasiswa; 3) melihat reduksi miskonsepsi sebagai hasil remidiasi baik melalui simulasi komputer maupun demonstrasi, 4) mengetahui kelebihan dan kelemahan metode umpan balik cepat menggunakan simulasi komputer dan umpan balik cepat menggunakan demonstrasi yang dirancang untuk meremidiasi miskonsepsi kinematika.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat eksploratif dengan pendekatan studi kasus. Populasi adalah mahasiswa FSM UKSW Sampel yang dipilih adalah mahasiswa FSM UKSW peserta matakuliah Fisika Dasar I tahun ajaran 2009/2010 sebanyak dua kelas. Kelas A diberi remidiasi dengan metoda umpan balik cepat menggunakan simulasi komputer dan kelas B diberi metoda umpan balik cepat menggunakan demonstrasi. Teknik pengumpulan data miskonsepsi mahasiswa menggunakan tes diagnostik yang berupa tes pilihan ganda dengan reasoning dengan menggunakan CRI (Certainity of Respone Index), Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan:    1) masih dijumpai miskonsepsi pada mahasiswa di bidang kinematika, antara lain kesalahan dalam membaca grafik-grafik kinematika, jarak dan perpindahan dianggap identik, demikian juga kelajuan, kecepatan dan percepatan dianggap identik, beberapa miskonsepsi pada gerak jatuh bebas dan gerak parabola.; 2) rancangan metode umpan balik cepat yang dibuat berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa akan konsep-konsep kinematika ; 3) metode umpan balik cepat menggunakan simulasi dan demonstrasi tidak menghasilkan perbedaan pengaruh terhadap reduksi miskonsepsi 4) Umpan balik cepat dengan simulasi memiliki kelemahan kurang fleksibel menghadapi kesulitan mahasiswa, hanya terbatas pada simulasi yang tersedia.
Barang Bekas di Sekitarku (BARBEKU) Sebagai Alat Peraga Sederhana Untuk Meningkatkan Pemahaman Hukum III Newton Ratna Dewi Masturoh; Marmi Sudarmi; Diane Noviandini
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v2i1p16-25

Abstract

Penggunaan alat peraga dalam proses pembelajaran dapat membantu guru dalam memperjelas penyajian dan penyampaian informasi kepada peserta didik, sehingga peserta didik lebih mudah memahami informasi tersebut. Namun pada kenyataanya tidak semua sekolah memiliki alat peraga sebagai media pembelajaran karena keterbatasan alat yang dimiliki, terutama di daerah-daerah terpencil yang sulit untuk mendapatkan alat. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukanlan penelitian ini. Tujuan penelitian ini mengembangkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita menjadi media pembelajaran alat peraga sederhana pada materi hukum III Newton, serta mengimplementasikan media pembelajaran alat peraga barbeku yang di buat sebagai pembelajaran di kelas dan membantu siswa meningkatkan pemahaman tentang materi hukum III Newton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan type guru sebagai peneliti. Instrumen penelitian untuk pengumpulan data yang digunakan yaitu RPP, Lembar Observasi, Lembar Kuesioner dan soal evaluasi siswa. Responden penelitian 24 siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Tuntang. Berdasarkan data lembar observasi didapatkan, rata- rata 79,17% siswa memberikan reaksi yang positif selama pembelajaran berlangsung. Dari data lembar kuesioner, sebanyak 98,61% siswa menyatakan bahwa alat peraga sederhana yang digunakan dapat menunjukkan peristiwa hukum III Newton dan mampu membuat mereka memahami peristiwa hukum III Newton. Dari hasil evaluasi, sebanyak 75% siswa memperoleh nilai minimal 75. Hasil dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga sederhana dengan menggunakan barang bekas disekitar sebagai media pembelajaran untuk materi hukum III Newton berhasil membuat siswa paham pada materi Hukum III Newton.
Desain Modul Pembelajaran Mandiri Tentang Gerak Parabola Pada Bidang Datar dengan Memperhitungkan Gesekan Udara Matius Umbu Laga; Debora Natalia Sudjito; Diane Noviandini
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v2i2p42-53

Abstract

Padatnya materi fisika dan terbatasnya waktu pembelajaran membuat materi yang diajarkan tidak dapat dibahas secara mendalam khususya gerak parabola. Penelitian ini membuat desain modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara menggunakan simulasi PhET. Tujuan penelitian ini adalah membuat desain modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara dan mengukur keefektifitasan modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara. Modul yang dibuat terdiri atas dua bagian utama, yaitu penurunan persamaan besaran-besaran fisis gerak parabola secara matematis dan menyelidiki pengaruh perubahan besaran fisis pada gerak parabola menggunakan simulasi PhET “Projectile Motion” dan Microsoft Excel. Metode penelitian yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluate). Sampel penelitian ini terdiri dari tiga orang mahasiswa pendidikan fisika tingkat dua. Berdasarkan tabel rekapitulasi lembar observasi diperoleh persentase keberhasilan 100% dan dari tabel rekapitulasi lembar kuesioner diperoleh respon positif mahasiswa terhadap modul pembelajaran mandiri gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara sebesar 87%. Hal ini menunjukkan penggunaan modul pembelajaran mandiri yang dibuat efektif dapat membantu mahasiswa dalam menurunkan persamaan-persamaan gerak parabola pada bidang datar yang dipengaruhi hambatan udara, melakukan praktikum secara mandiri menggunakan simulasi PhET dan Microsoft Excel serta dapat memahami materi yang dipelajari.