Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Penanggulangan Tindak Pidana Penggelapan Pada Koperasi Kredit (Credit Union) Mazmur Septian Rumapea; dewi ervina suryani; sonya airini batubara
Ilmu Hukum Prima (IHP) Vol. 2 No. 2 (2019): JURNAL ILMU HUKUM PRIMA
Publisher : jurnal.unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jihp.v2i2.2111

Abstract

Credit unions are one of the non-bank financial institutions that have an important role in the Indonesian economy. Because it is related to finance, it is very possible that parties directly related to this matter commit embezzlement. The criminal acts committed will benefit the management of the credit cooperative (credit union). To find out the criminal arrangement of embezzlement in credit unions. This study aims to 1) identify and analyze the efforts to overcome the crime of embezzlement in credit unions. 2) To find out and analyze the efforts to overcome the crime of embezzlement in credit unions. The method used in this research is descriptive analytical using a normative juridical approach supported by an empirical juridical approach. Data that the data used are (1) primary data in the form of interviews with Credit Unions, (2) secondary data through literature studies on various laws and regulations as well as books/journals to obtain expert opinion. The results of this study are expected to published through (1) scientific articles in Accredited National Journals and (2) materials taught in the subject of Criminal Law at the Faculty of Law, University of Prima Indonesia. From the results of this study indicate that efforts to overcome criminal acts of embezzlement can be carried out by means of preventive (prevention) and repressive (enforcement) efforts. Through this publication, it is hoped that credit unions (credit unions) can carry out a strict supervisory function so as to minimize criminal acts of embezzlement in credit unions.
Juridical review of criminal acts of environmental destruction that occurred in the tele forest, samosir regency Sigar P. Berutu; Mazmur Septian Rumapea
LEGAL BRIEF Vol. 11 No. 6 (2023): February: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v11i6.632

Abstract

This study aims to examine the environmental crimes that occurred in the forest area of ??Tele, Samosir Regency, with the background of the problem of how the regulation of criminal acts of environmental destruction is based on Law No. 32 of 2009; how efforts to overcome environmental crimes are based on Law No. 32 of 2009; and how the legal policy on environmental crimes is based on the decision of the District Court Number: 28/PID.SUS/PN.Blg. The research method used in writing this thesis is descriptive. The analysis leads to normative juridical material, namely another legal material. This research is an answer to the background of problems related to environmental crimes that occurred in the Tele forest, Samosir Regency.
Pertanggungjawaban Badan Pemeriksa Keuangan Menghitung Kerugian Keuangan Negara Dalam Tindak Pidana Korupsi (Data Pengadilan Negeri Medan) Immanuel Simanjuntak; Aisyah Aisyah; Mazmur Septian Rumapea
Jurnal Hukum Bisnis Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3, Agustus 2021
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jhb.v10i3.2183

Abstract

Latar Belakang: Masalah korupsi terkait dengan kompleksitas masalah, antara lain masalah moral/sikap mental, masalah pola hidup kebutuhan serta kebudayaan dan lingkungan sosial, masalah kebutuhan/tuntutan ekonomi dan kesejahteraan sosial-ekonomi, masalah struktur/sistem ekonomi, masalah sistem/budaya politik, masalah mekanisme pembangunan dan lemahnya birokrasi/prosedur administrasi di bidang keuangan dan pelayanan publik. Metode Penelitian: Metode penelitian hukum merupakan jenis penelitian yang sistematik. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif , sebagai penelitian hukum normatif maka fokus penelitian ini adalah penelitian kepustakaan untuk memperoleh informasi sekunder. Penelitian ini bersifat deskriptif analitis dan eksplanatif, untuk menggambarkan secara lengkap, menyeluruh dan mendalam aturan hukum yang relevan dengan penelitian ini, yang didasarkan pada penjelasan-penjelasan maupun argument-argumen terkait dengan peran hakim dalam mewujudkan keadilan bagi para pencari keadilan sesuai dengan prinsip-prinsip yang dalam negara hukum. Hasil Penelitian: Berdasarkan data yang di dapat dari pengadilan (sumber penulusaran online) bahwa banyak kasus tindak pidana korupsi yang terjadi sehingga di kategorikan sebagai tindak pidana luar biasa, yang mana dalam hal ini mengakibatkan banyak kerugian keuangan Negara baik di pusat maupun di daerah. Jika di lihat data perkara tindak pidana korupsi, dapat di uraikan jumlah kasus tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Medan yaitu sebanyak 168 kasus. Setelah melihat berbagai ketentuan mengenai keuangan negara tersebut, maka lembaga yang berwenang untuk dijadikan sebagai lembaga yang berhak menghitung kerugian keuangan negara apabila terjadi tindak pidana korupsi yang dapat dipergunakan oleh penyidik adalah Badan Pemeriksa Keuangan. Kesimpulan Berdasarkan data yang di dapat dari pengadilan negeri medan bahwa sebanyak 168 kasus tindak pidana korupsi yang terjadi, yang mana dalam hal ini untuk mengungkapkan kerugian keuangan negara perlu peran Badan Pemeriksa Keuangan untuk melakukan pemeriksaan kerugian keuangan negara.
Perlindungan Hukum terhadap Anak Berkebutuhan Khusus dalam Tindak Pidana Perundungan (Bullying)(Studi Kasus di Dinas DP3AP2KB Kota Medan) Amanda Olivia Br Togatorop; Yans Daniel Simanjuntak; Mazmur Septian Rumapea
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2755

Abstract

Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan kehidupan bangsa dan negara yang memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan yang merendahkan martabat. Namun, fenomena perundungan (bullying) terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) masih sering terjadi karena mereka dianggap berbeda, baik dari segi kemampuan komunikasi, perilaku, maupun kondisi fisik. Meskipun Indonesia telah memiliki berbagai peraturan perundang-undangan, implementasi perlindungan hukum terhadap ABK belum berjalan secara optimal sehingga terjadi kesenjangan antara norma hukum dengan realitas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum dalam perlindungan anak berkebutuhan khusus di Indonesia, penerapan perlindungan hukumnya di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Medan, serta hambatan dan upaya yang dihadapi dalam penerapannya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini mengkaji ketentuan hukum yang berlaku beserta implementasinya di masyarakat dengan fokus di Dinas DP3AP2KB Kota Medan. Sumber bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer (peraturan perundang-undangan), bahan hukum sekunder (buku, jurnal, artikel ilmiah), dan bahan hukum tersier (kamus hukum). Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk disusun secara sistematis guna menjawab rumusan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan hukum perlindungan ABK di Indonesia secara normatif telah dijamin dalam Pasal 28B ayat (2) UUD 1945, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Di lapangan, Dinas DP3AP2KB Kota Medan menerapkan perlindungan hukum melalui mekanisme penerimaan pengaduan, pelaksanaan asesmen awal, pemberian pendampingan psikologis dan bantuan hukum, hingga koordinasi lintas sektor. Kendati demikian, penerapannya masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran masyarakat untuk melaporkan kasus karena takut akan stigma sosial, keterbatasan tenaga profesional yang memiliki kompetensi ABK, kurangnya pemahaman sekolah mengenai pendidikan inklusif, serta lemahnya koordinasi antarlembaga. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut mencakup program preventif berupa sosialisasi anti-bullying dan karakter di sekolah, penguatan pengawasan kebijakan, peningkatan kapasitas tenaga pendamping, serta upaya represif berupa penegakan hukum yang tegas demi efek jera sekaligus pemberian rehabilitasi psikologis yang berkelanjutan bagi korban.