Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Presepsi Manajemen Risiko dan Tingkat Maturitas Badan Layanan Umum Politeknik Negeri Jakarta Fatimah, Hayati; Agha, Ridwan Zulpi
Ekonomi & Bisnis Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Ekonomi & Bisnis Juni 2025
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v24i1.7258

Abstract

Dalam penilaian maturitas BLU, terdapat indikator penilaian manajemen risiko pada aspek tata kelola dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presepsi pimpinan dan pegawai atas penerapan manajemen risiko dan maturitas BLU PNJ dan mengetahui efektivitas manajemen risiko dalam peningkatan maturitas BLU PNJ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dengan tiga kategori: presepsi atas prinsip manajemen risiko, kerangka menajemen risiko, dan maturitas BLU. Kuesioner telah disebar kepada 87 orang responden yang merupakan pimpinan dan pegawai BLU PNJ. Hasil survei menunjukan bahwa terdapat korelasi positif antara presepsi atas manajemen risiko dan maturitas BLU PNJ. Hal tersebut menunjukan semakin baik presepsi pimpinan dan pegawai atas prinsip dan kerangka manajemen risiko maka berpengaruh terhadap semakin baiknya tingkat maturitas BLU PNJ. Penerapan manajemen risiko yang efektif akan berdampak terhadap peningkatan nilai maturitas BLU PNJ. Peningkatan maturitas BLU PNJ melalui pemenuhan kriteria penilaian manajemen risiko yang meliputi aktivitas, panduan baku, konsistensi, terpusat, pengelolaan, sosialisasi, tindak lanjut, sistem informasi, dan inovasi. Dalam mewujudkan penerapan manajemen risiko BLU PNJ yang efektif, dimulai dengan membangun budaya sadar risiko bagi seluruh unsur meliputi pimpinan dan pegawai melalui strategi dan upaya yang tepat untuk mengatasi tantangan dan kendala terkait. Kata Kunci: Manajemen risiko, Maturitas, BLU PNJ  
Peningkatan Kompetensi Melalui Edukasi Aplikasi Coretax Administration System (CTAS) pada Bendaharawan di Kota Depok Sixpria, Nedsal; Fatimah, Hayati; Sahputri, Meisy Hartivia; Revikasha, Dimas Fayed; Safitri, Hafizhah; Ramadhani, Annisa Alifa
Keris: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 2 (2025): In Press: KERIS: Journal of Community Engagement
Publisher : Institut Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55352/keris.v5i2.2128

Abstract

The problem faced by partners is that not all treasurers can access or manage Coretax independently without technical assistance, thus hampering the daily tax process. Coretax education training held for the treasurers of Khidmat Sehat Afiat (Kisa) Regional General Hospital, Depok City, Anugerah Sehat Afiat Regional General Hospital, Beji District and Beji District Community Health Center aims to improve understanding and technical skills in using the digital-based tax administration system, Coretax, developed by the Directorate General of Taxes. The scope of the training includes the process of taxpayer registration, recording withholding tax evidence, reporting Tax Returns (SPT), creating tax billing codes, as well as integrated tax data management through the Coretax application. The training method is conducted through technical guidance  with a hands-on approach on the Coretax system, involving simulations and case studies in accordance with the treasurer’s business processes in health service units. The training results showed an increase in the treasurers’ ability to operate the Coretax application independently, understand tax obligations, and optimize more effective and accurate tax reporting and administration. In conclusion, this training successfully strengthened the technical capacity of the treasurers Khidmat Sehat Afiat (Kisa) Regional General Hospital, Depok City, Anugerah Sehat Afiat Regional General Hospital, Beji District and Beji District Community Health Center in supporting the digital transformation of tax administration, which ultimately supports increased tax compliance and transparent financial governance in the public health sector.
Analisis Pengendalian Internal pada Pengelolaan Kas di Klinik ABC Nala Alysia Kirana; Hayati Fatimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pengendalian internal pada pengelolaan kas di Klinik ABC berdasarkan COSO Framework 2013. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai pelaksanaan pengendalian internal dalam aktivitas pengelolaan kas. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan kas, observasi terhadap proses operasional, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kebijakan dan prosedur yang berlaku. Analisis dilakukan dengan mengacu pada lima komponen COSO Framework 2013, yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Klinik ABC telah menerapkan seluruh komponen pengendalian internal, namun tingkat penerapannya masih bervariasi. Komponen lingkungan pengendalian dan pemantauan telah berjalan relatif sesuai dengan prinsip-prinsip COSO. Aktivitas pengendalian serta informasi dan komunikasi juga telah diterapkan, meskipun masih ditemukan beberapa kelemahan, seperti pemisahan tugas yang belum optimal, pencatatan transaksi yang masih dilakukan secara manual, serta penyampaian informasi yang belum terdokumentasi secara menyeluruh. Pada komponen penilaian risiko ditemukan bahwa Klinik ABC belum menetapkan tujuan pengelolaan kas secara formal sebagai dasar identifikasi dan analisis risiko. Selain itu, belum tersedia dokumentasi risiko yang sistematis sehingga proses mitigasi belum dapat dilakukan secara optimal. Keterbatasan jumlah sumber daya manusia, belum optimalnya penerapan standar operasional prosedur, serta belum adanya evaluasi risiko yang terdokumentasi turut memengaruhi efektivitas pengendalian internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengendalian internal pengelolaan kas di Klinik ABC telah mengacu pada COSO Framework 2013, namun masih memerlukan penyempurnaan pada beberapa aspek agar pengelolaan kas dapat berlangsung secara lebih efektif, konsisten, transparan, akuntabel, serta mampu meminimalkan risiko yang berpotensi mengganggu operasional klinik.
Analisis Efektivitas Pengendalian Internal Atas Pengelolaan Piutang Usaha (Studi Kasus PT XYZ) Salsabila Salsabila; Hayati Fatimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11927

Abstract

Pengelolaan piutang usaha merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran arus kas pada perusahaan yang menerapkan sistem penjualan kredit. PT XYZ merupakan perusahaan retail fresh food yang menerapkan penjualan kredit kepada pelanggan Business to Business (B2B). Kondisi tersebut menuntut penerapan pengendalian internal yang efektif untuk mendukung pengelolaan piutang usaha dan meminimalkan risiko keterlambatan pembayaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pengendalian internal atas pengelolaan piutang usaha pada PT XYZ berdasarkan Internal Control–Integrated Framework COSO (2013). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan mengevaluasi penerapan lima komponen dan tujuh belas prinsip COSO pada pengelolaan piutang usaha PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah menerapkan pengendalian internal melalui penggunaan dokumen pendukung transaksi, komunikasi antarbagian, pengawasan manajemen, serta pemanfaatan sistem informasi dalam pengelolaan piutang usaha. Pengendalian internal tersebut belum sepenuhnya efektif karena masih ditemukan beberapa kelemahan, yaitu belum adanya kode etik yang terdokumentasi, program pengembangan kompetensi yang terstruktur, identifikasi risiko fraud, evaluasi atas perubahan yang memengaruhi pengendalian internal, dan evaluasi formal terhadap efektivitas pengendalian internal. Pemisahan tugas serta ketepatan waktu pemrosesan transaksi juga belum berjalan optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa beberapa prinsip COSO belum diterapkan secara optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengendalian internal atas pengelolaan piutang usaha pada PT XYZ masih memerlukan perbaikan untuk mendukung efektivitas pengelolaan piutang dan meminimalkan risiko keterlambatan pembayaran.
Perancangan Aktivitas Pengendalian Internal dalam Pengelolaan Keuangan pada Head Office Coffe Shop Xyz Anjani Dwi Nurhalisah; Hayati Fatimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12112

Abstract

Head Office Coffee Shop XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage yang menerapkan aktivitas pengendalian internal dalam mendukung pengelolaan keuangan. Aktivitas pengendalian internal yang efektif diperlukan untuk meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, penyalahgunaan aset, serta meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas pengendalian internal dalam pengelolaan keuangan serta menyusun rancangan perbaikan aktivitas pengendalian internal berdasarkan unsur-unsur pengendalian internal dengan didukung prinsip aktivitas pengendalian COSO. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengendalian internal telah diterapkan melalui struktur organisasi, sistem wewenang dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, serta kualitas karyawan. Berdasarkan hasil analisis, sistem wewenang dan prosedur pencatatan serta kualitas karyawan telah berjalan efektif, sedangkan struktur organisasi dan praktik yang sehat belum berjalan efektif karena masih terdapat perangkapan tugas pada bagian finance serta pengelolaan arsip dokumen keuangan yang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan rancangan perbaikan berupa pemisahan fungsi atau penerapan compensating control serta penyusunan sistem pengelolaan arsip dokumen keuangan yang lebih terstruktur. Rancangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas aktivitas pengendalian internal dalam mendukung pengelolaan keuangan perusahaan serta menjadi masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas sistem pengendalian internal secara berkelanjutan.
Analisis Aktivitas Pengendalian atas Pengelolaan Layanan pada Kelurahan Tanah Sareal Kota Bogor Eka Karlina; Hayati Fatimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan layanan, mengevaluasi efektivitas aktivitas pengendalian, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan layanan pada Kelurahan Tanah Sareal Kota Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan strategi studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur, observasi langsung, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri atas lurah, sekretaris kelurahan, staf pelayanan, dan tiga masyarakat pengguna layanan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, triangulasi sumber, serta perbandingan temuan lapangan dengan kriteria Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Peraturan Wali Kota Bogor terkait standar operasional prosedur, dan konsep aktivitas pengendalian COSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses layanan telah dilaksanakan melalui tahapan penerimaan berkas, verifikasi persyaratan, pemrosesan administrasi, otorisasi, hingga penyerahan hasil layanan. Namun, seluruh unsur aktivitas pengendalian yang dianalisis masih berada pada kategori belum efektif. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh belum tersedianya SOP internal yang rinci, belum optimalnya dokumentasi pembagian tanggung jawab, belum seragamnya bukti verifikasi dan pengarsipan, serta belum tersusunnya pencatatan hasil pengawasan dan tindak lanjut pengaduan secara sistematis. Kendala utama meliputi ketidaklengkapan berkas pemohon, gangguan aplikasi atau jaringan, keterbatasan sumber daya manusia, dan variasi waktu penyelesaian layanan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan aktivitas pengendalian melalui pembakuan prosedur, standardisasi dokumentasi, serta peningkatan mekanisme monitoring dan evaluasi guna mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.