Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Nusantara Medical Science Journal

THE CORRELATION BETWEEN EPICARDIAL FAT THICKNESS BASED ON MULTI SLICE COMPUTED-TOMOGRAPHY SCAN THORAX WITH WAIST CIRCUMFERENCE AND BODY MASS INDEX ON DYSLIPIDEMIA NON-DIABETES MELLITUS SUBJECT Yenny Wendy; Mirna Muis
Nusantara Medical Science Journal Volume 3 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : Faculty of Medicine, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/nmsj.v3i1.5774

Abstract

Introduction : Epicardial fat is visceral fat that plays a role in cardiovascular disease. Dyslipidemia non-diabetes mellitus can be found in both obese and non-obese patients. Measurement of waist circumference and BMI can assess central and peripheral obesity. The study aims to finding out the correlation between epicardial fat thickness based on MSCT scan Thorax with waist circumference and BMI on dyslipidemia non-diabetes mellitus subject. Method: There were 57 research samples of 28 to 70 years old who had dysfunction lipid profile. The most samples were found in the age group of 45-64 years with epicardial fat ranges from 2.80 to 10.80 mm and mean of 6.37 mm. Data were analysed by Mann-Whitney and Spearman correlation test. Result: There was a significant correlation between waist circumference and epicardial fat (r = 0.286, p = 0,031). There was no difference in mean of epicardial fat thickness by sex. There was no correlation between sex, and BMI with epicardial fat. Conclusion: There is a correlation between waist circumference and epicardial fat that may be affected by several factors in patients with dyslipidemia non-diabetes mellitus.
Gambaran Ultrasonografi Kelainan Endometrium pada Penderita Kanker Payudara yang Mendapat Terapi Hormonal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Hijriah Thayyib; Mirna Muis; Bachtiar Murtala
Nusantara Medical Science Journal Volume 5 No. 2 Juli - Desember 2020
Publisher : Faculty of Medicine, Hasanuddin University.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/nmsj.v5i2.13408

Abstract

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai gambaran ultrasonografi kelainan endometrium pada penderita kanker payudara yang mendapat terapi hormonal di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Metode:  Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Wahidin Sudirohusodo Makassar mulai bulan Januari sampai bulan Mei 2020. Sampel sebanyak 66 pasien yang telah mendapat terapi hormonal minimal 6 bulan berturut-turut dan dilakukan pemeriksaan ultrasonografi transvaginal. Metode analisis yang dilakukan adalah Uji Chi Square/Uji Fisher dan Uji T Independen. Hasil:   Pada penelitian ini, rentang usia terbanyak pasien kanker payudara adalah antara 41 – 50 tahun. Dari 66 pasien yang diteliti, terdapat 34 pasien yang premenopause dan 32 pasien yang menopause. Terdapat 46 pasien yang mendapat terapi Tamoxifen, 20 pasien yang mendapat terapi Aromatase inhibitor. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara penebalan endometrium pada pemeriksaan ultrasonografi transvaginal dengan pemberian terapi hormonal pada penderita kanker payudara dengan nilai p=0,232. Terdapat hubungan bermakna antara status menstruasi dengan penebalan endometrium pada penderita kanker payudara yang mendapat terapi hormonal dengan nilai p=0,002. Terdapat hubungan bermakna antara Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan penebalan endometrium pada penderita kanker payudara yang mendapat terapi hormonal dengan nilai p=0,037. Tidak terdapat hubungan bermakna antara penggunaan kontrasepsi hormonal terhadap penebalan endometrium dengan nilai p=0,946. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara nullipara dengan kejadian penebalan endometrium dengan nilai p=0,256