Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kadar Imunoglobulin A dalam Saliva pada Pemakai Gigi Tiruan sebagian Lepasan Basis Resin Akrilik Dharma Satya Aprianto; Nugroho Ahmad Riyadi; Jaya LS; Chaerita Maulani
Majalah Sainstekes Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.231 KB) | DOI: 10.33476/ms.v8i1.1905

Abstract

Kehilangan gigi dapat mempengaruhi fungsi pengunyahan, fonetik dan kadar imunoglobulin A mengetahui perubahan kadar sistem imun yakni imunoglobulin A (IgA) yang terjadi akibat perawatan gigi tiruan berbasis resin akrilik. Penelitian ini merupakan penelitian kroseksional dan desain penelitiannya analitik komparatif numerik yaitu melakukan pengukuran dan observasi. Rancangan penelitian ini menggunakan observative analitik crossectional. Kadar imunoglobulin A diukur menggunakan IgA Human SimpleStep Elisa Kit kemudian di baca oleh Elisa Reader dan sampel adalah kelompok sebelum memakai gigi tiruan sebagian lepasan Resin Akrilik dan sesudah memakai gigi tiruan sebagian lepasan Resin Akrilik yang berjumlah 15. Hasil uji Paired T-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara sebelum memakai gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik dengan sesudah memakai gigi tiruan sebagian lepasan resin akrilik (p nilai 0,000 lebih kecil a 0,05). Peningkatan kadar Imunoglobulin A (IgA) dalam saliva pada kelompok sebelum memakai gigi tiruan dan sesudah memakai gigi tiruan memberikan perbedaan yang signifikan dalam meningkatkan kadar Imunoglobulin A saliva sehingga dapat meningkatkan sistem imunitas dalam rongga mulut dan sistem perlindungan atau proteksi terhadap serangan bakteri dalam rongga mulut juga meningkat
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Penerapan Konsep Intervensi Minimal Kedokteran Gigi pada Mahasiswa Program Profesi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut YARSI Anita Rosa Delima; Dharma Satya Aprianto; Chaerita Maulani
Majalah Sainstekes Vol 8, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.439 KB) | DOI: 10.33476/ms.v8i1.1906

Abstract

Pendahuluan: Intervensi minimal (IM) kedokteran gigi merupakan konsep modern dan berdasarkan bukti (evidence-based) yang bertujuan untuk memastikan bahwa gigi dapat tetap berfungsi baik selama hidup. Dalam penatalaksanaan karies, IM menekankan pada penilaian faktor risiko, perawatan invasif minimal, serta identifikasi dan remineralisasi lesi karies dini. Kurikulum pendidikan dokter gigi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas YARSI telah menyertakan materi penatalaksanaan karies dengan menerapkan konsep IM pada masa pendidikan tahap akademik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan penerapan IM mahasiswa program profesi FKG Universitas YARSI. Metode:. Subjek penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program profesi pada tahun ajaran 2017-2018, yaitu sebanyak 76 mahasiswa. Metode pengambilan sampel ialah secara total sampling Data diperoleh melalui kuesioner yang diambil secara cross sectional. Kuesioner berisi pertanyaan mengenai data responden, pengetahuan, sikap, dan penerapan IM dalam penatalaksanaan karies. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa pengetahuan baik sebanyak 31,6%, sikap positif 68,4% dan penerapan konsep IM yang baik sebanyak 60,5%. Simpulan: Pengetahuan, sikap, dan penerapan IM dalam keputusan klinis mahasiswa masih perlu ditingkatkan. Kurikulum pendidikan dokter gigi baik program akademik dan profesi yang komprehesif serta menerapakan prinsip-prinsip IM harus dirancang dan diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keberhasilan penatalaksanaan karies
Prancangan Aplikasi Sistem Pakar Untuk Diagnosis Periodontal Suhaeri Suhaeri; Fawzan Ramadhan; Chaerita Maulani; Elan Suherlan; Sri Puji Utamima
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

European Federation of Periodontology telah mengeluarkan buku decision tree untuk memudahkan penentuan diagnosis. Decision tree yang sudah dibuat lengkap dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi periodontal lebih mudah. Tetapi belum ada sistem diagnosis aplikasi yang berebasis Android.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu aplikasi berbasis android untuk mendiagnosis pasien yang diduga terdiagnosis penyakit periodontal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Incremental, incremental merupakan model dari SDLC. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dengan metode Usability Testing, dari hasil tes yang dilakukan aplikasi ini mendapatkan skor 80 dari 100 yang dianggap layak untuk digunakan. Berdasarkan tinjauan islam dari Perancangan Aplikasi SistemPakar Untuk  Diagnosis Periodontal aplikasi ini dapat mempermudah para dokter dalam mendiagnosis. Kata Kunci : Sistem pakar, Diagnosis Periodontal, Penyakit Gigi.
STUNTING DAN KARIES DENTIS PADA ANAK NELAYAN MUARA ANGKE JAKARTA UTARA Wan Nedra; Chaerita Maulani; Anita Rosa; Chrisni O. Jusup; Nugroho A Riyadi; Dharma Satya Aprianto
Medical Journal of Nusantara Vol. 2 No. 1 (2023): Medical Journal of Nusantara (MJN)
Publisher : Tahta Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/mjn.v2i1.47

Abstract

Stunting menjadi masalah kesehatan anak di Indonesia termasuk Jakarta. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya konsumsi protein dan pengetahuan ibu yang kurang terhadap cara pemberian makanan tambahan pada usia 6 bulan. Indonesia sebagai wilayah yang dikelilingi laut secara otomatis memberikan asupan protein yang cukup, namun Riskesdas tahun 2018, masih ada 38,9% balita Indonesia mengalami masalah gizi, stunting sebesar 23,4%. Untuk mengetahui kondisi masyarakat Jakarta Utara yang tinggal di area pekerja perikanan khususnya Muara Angke, Universitas YARSI bekerja sama dengan PP Muslimat NU dan beberapa sponsor yang diperoleh oleh PP Muslimat NU untuk diadakannya aktifitas sosial di wilayah tersebut. Metode yang dilakukan pertemuan dengan PP Muslimat dan kader dan disepakati mengadakan kegiatan pemeriksaan lansung pada anak usia dibawah 2 tahun. Hasil didapatkan dari 106 orang yang diperiksa terdapat Stunting 33 orang (31 %), Gizi Kurang 10 orang (9,4%), Gizi Lebih 10 orang (9,4%) dan Gizi Buruk: 11 orang (10,3 %). Hasil Kesehatan Gigi, jumlah anak yang belum mempunyai gigi sebanyak 4 orang (Usia 1 tahun), jumlah anak tanpa karies adalah sebanyak 9 orang, sedangkan 39 anak menderita setidaknya satu gigi yang terkena karies. Prevalensi karies anak-anak nelayan didapatkan sebanyak 75%. Rerata karies pada anak pada pemeriksaan ini adalah 4,46 gigi dengan median 4. Sebanyak 23 anak memiliki jumlah gigi karies lebih atau sama dengan 5 gigi. Kejadian karies pada gigi sulung dapat mengarah pada premature loss atau kehilangan dini gigi sulung, yang akibat lanjutnya dapat menyebabkan terjadinya kondisi maloklusi (gigitan yang tidak baik). Pemeriksaan pada ibu hamil, hanya berhasil dilakukan pada 2 orang dan ditemukan karies dan gigi hilang. Sebagai bagian dari kegiatan tersebut setiap tim kesehatan melakukan edukasi dari hasil yang diperoleh secara individu. PP Muslimat NU bersama mitra juga melakukan upaya perbaikan kondisi ekonomi dengan mengadakan penyuluhan tentang pemberdayaan ekonomi, pemberian bingkisan berupa sembako, alat tulis dan amplop yang berisi sejumlah uang untuk anak yatim dan dhuafa. Sebagai rekomendasi temuan anak stunting dan yang mempunyai kondisi gigi yang perlu penanganan lebih lanjut diharapkan untuk dapat dilakukan intervensi oleh dokter puskesmas beserta kader kesehatan yang sudah terlatih. Diharapkan dengan adanya pengabdian masyarakat ini, menjadi pelajaran untuk bisa sebagai “Agent of Change” dimasyarakat dan dapat bermanfaat untuk tridarma perguruan tinggi YARSI.