Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Farabi

SURGA DI DALAM HADIS Ilyas Daud
Farabi Vol 15 No 1 (2018): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan pesan moral atau ideal moral yang terdapat di balik hadis-hadis yang menggambarkan keindahan Surga. Adapun teori yang digunakan untuk menemukan makna dalam hadis-hadis eskatologis tersebut adalah teori evolusi hadis Fazlur Rahman. Kerangka teori tersebut secara umum dirumuskan dalam gerakan ganda atau Double Movement, sebuah metode dengan cara kembali ke masa Nabi, dan kembali lagi ke masa kini. Adapun langkah-langkahnya adalah mulai dari studi validitas dan otentisitas hadis, kritik eiditis (kajian linguistik, kajian komprehensif, Kajian konfirmatif, analisis realitas historis, analisis generalisasi), sampai pada gerakan kedua yaitu kritik praksis. Sebagaimana di dalam Hadis Nabi, Surga digambarkan dengan sangat indah seperti ada pohon-pohon yang rindang, sungai-sungai mengalir, telaga, istana, bidadari dan pelayan-pelayan. Namun setelah menggunakan teori evolusi hadis Fazlur Rahman, ditemukan bahwa hadis-hadis tersebut tidak sekedar menggambarkan keindahan surga, namun nilai general atau ideal moral dalam hadis ini adalah bahwa umat Islam diperintahkan untuk melakukan kebaikan atau amal saleh di dunia ini. Sebab perbuatan amal saleh tersebut akan dibalas dengan kenikmatan surga sebagaimana digambarkan di atas.
PEMIKIRAN MUHAMMAD ABDUH TENTANG AL-QUR’AN TAFSIR Ilyas Daud
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pemikiran al-Qur’an dan tafsir seorang ulama besar dan sekaligus seorang pembaharu yang bernama Muhammad Abduh. Muhammad Abduh melihat bahwa tafsir yang baik adalah tafsir yang tidak keluar dari maksud dan tujuan al-Quran itu sendiri, yaitu yang disandarkan kepada pemahaman Kitab Ilahi dengan menempatkannya sebagai sandaran agama dan hidayah (petunjuk) dari Allah swt kepada seluruh alam, yang didalamnya terkumpul penjelasan-penjelasan tentang apa-apa yang baik dan bermanfaat bagi manusia di dunia dan yang membawa keselamatan di akhirat. Oleh karena al-Quran diturunkan untuk kebaikan manusia, maka tidak perlu melarang manusia untuk mempelajari dan mendalaminya sesuai dengan kemampuannya. Adapun corak tafsir Muhammad Abduh adalah corak al-Adabi al-Ijtima’i. Corak tafsir ini berusaha memahami teks al-Qur'an dengan cara, pertama dan utama, mengemukakan ungkapan-ungkapan al-Qur'an secara teliti, selanjutnya menjelaskan makna-makna yang dimaksud oleh al-Qur'an tersebut dengan gaya bahasa yang indah dan menarik, kemudian berusaha menghubungkan nash-nash al-Qur'an yang tengah dikaji dengan kenyataan sosial dan sistem budaya yang ada. Pembahasan tafsir ini sepi dari penggunaan istilah-istilah ilmu dan teknologi, dan tidak akan menggunakan istilah-istilah tersebut kecuali jika dirasa perlu dan hanya sebatas kebutuhan