Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kampung Transmigrasi dan Kontruksi Kerukunan Umat Beragama; Mamasa Sebagai Wilayah Pasca Konflik Muhammad Arsyam; Zakirah Zakirah; Sulaiman Ibrahim
Al-Ulum Vol. 21 No. 1 (2021): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.324 KB) | DOI: 10.30603/au.v21i1.2112

Abstract

The focus of this research is finding the construction of religious harmony in former conflict areas in Indonesia. The aim is to photograph the process of resolving religious conflicts in Kampung Rano in Mamasa of West Sulawesi Province. This research uses a qualitative method using a phenomenological approach by collecting socio-religious data and interviews from researchers with objects. This study empirically shows that finds the importance of understanding the value of pluralism has been taking place, especially for the people of Kampung Rano to regenerate an economic situation that has been devastated for more than a decade. On the other hand, there are a number of agreements between the transmigrant community and local residents, one of which is to no longer use religious attributes and symbols in political activities.
Sejarah Sosial Hukum Islam Dalam Al-Qur’an (Asba Bun Nuzul) Muhammad Rusli; Zakirah; Nursalam
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 1 No 2 (2020): Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.249 KB) | DOI: 10.55623/au.v1i2.7

Abstract

Ilmu asbabun nuzul menepati posisi vital dalam kajian  ‘Ulumul al-Qur’an. Asumsi dasar ini didasarkan pada setidak-tidaknya dua hal. Secara historis sebagian ayat- ayat al-Qur’an yang turun didahului oleh sebab-sebab tertentu. Dengan kata lain bahwa sebagian ayat-ayat al-Qur’an memiliki asbabun nuzuldan sebagian yang lain tidak.  Asbabun nuzul merupakan sebuah ilmu yang menunjukkan dan menyingkap hubungan dan dialektika antara teks dan realitas.
Perempuan Berkualitas: Mewujudkan Keluarga Bahagia dalam Konsep Sakinah, Mawaddah, Warahmah Harmadani; Zakirah
Ad-Dariyah: Jurnal Dialektika, Sosial dan Budaya Vol 3 No 2 (2022): Dialektika, Sosial dan Budaya (Desember 2022)
Publisher : STAI DDI Kota Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/ad.v3i2.130

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedudukan perempuan yang berkualitas dalam membina keluarga bahagia berdasarkan konsep sakinah mawaddah warahmah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitin kualitatif dengan teknik analisis data library research. Untuk metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pencarian data dan informasi melalui dokumen-dokumen, baik dokumen elektronik maupun dokumen non elektronik yang dapat mendukung dalam proses penulisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan untuk membina dan mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahman harus menjadi perempuan yang memiliki kualitas pribadi yang baik, kerena Perempuan adalah kader penggerak yang aktif karena mereka memiliki dorongan dari dalam dirinya yaitu cinta dan kasih sayang (Mawaddah Wa Rahman). seorang perempuan itu memiliki kodrati yakni memelihara rumah tangga, mengandung, menyusui, dan mendidik anak serta menjadi sumber kemenangan bagi suaminya. Perempuan berkualitas adalah mereka yang terdidik, bermoral dan mampu berusaha mencapai kemajuan. Seorang perempuan mempunyai tanggungjawab yang sama dengan laki-laki dalam kedudukannya sebagai seorang hamba, dalam artian bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban untuk mengabdikan diri kepada Allah SWT.Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para muslim yang telah menikah dan membina keluarga. Keluarga Sakinah, Mawaddah dan warahmah bukan hanya tujuan, melainkan proses untuk menggapai kebahagiaan lebih dari dunia, yaitu kebahagiaan di akhirat. Islam sebagai ajaran yang sempurna menempatkan posisi perempuan yang sangat mulia, oleh karena itu derajat yang telah diberikan haruslah dipergunakan oleh perempuan dengan sebaik-baiknya.
Drowning in Neoliberalism: Rediscovering Constitutional Guarantees for Citizens Zakirah Zakirah; Muhammad Gazali Rahman; Yos Sudarso; Thomi Rizqullah Habibi; Fakhry Amin
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 1 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 10
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i1.23974

Abstract

Even though workers’ rights are generally important, this is often neglected, and changes towards neoliberalism occur. This can enrich a company and complicate the lives of workers. This research then aims to be able to see how to be able to reinvent the existence of guarantees for citizens when the country sinks into neoliberalism. The research method that will be used in this study uses a descriptive qualitative approach. The data used in this study come from different research results and previous studies, which still have relevance to the content of this research. The results of this study then found that neoliberalism eliminates the presence of guarantees for citizens to obtain their basic rights. The existence of a constitution can prevent public policy-making that erodes individual rights. Therefore, in general, the Indonesian state is not at all compatible with the concept of neoliberalism. This is because the elimination of the rights of citizens is very contrary to the contents of Pancasila itself.
Sociological and Political Constraints of Islamic Sharia Enforcement in South Sulawesi Indonesia Ahmad Faisal; Saidah Saidah; Mukrimin Mukrimin; Zakirah Zakirah; Rizal Darwis
JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Vol 22, No 1 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/juris.v22i1.8604

Abstract

The objective of this study is to examine the challenges encountered by Islamic Sharia Enforcement Committee in South Sulawesi by analyzing the responses of charismatic ulama. Qualitative methods, such as observation, interviews, and documentation, were employed to conduct a descriptive and critical analysis. The result showed that the primary obstacle to the wider acceptance of the idea lies in the sociological rejection of ulama. Ulama opposed the plan due to their epistemological understanding of Sharia and strategic approach to advocating it within the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). Politically, they gave a substantive and cultural notion instead of formalistic and structural discourse because there are no circumstances in South Sulawesi that may force the state to grant special autonomy like in Aceh. The contemporary thinking of ulama is shaped by education and practical experience, enabling them to consider contextual factors openly. The views of the Indonesian ulama on implementing Islamic Sharia are influenced by political failures, genuine religious beliefs, and political accommodations made to address Muslim aspirations. Furthermore, the results showed a decreasing trend in the scripturalist-formalistic approach to enforcing Islamic Sharia, while the substantialistic tendency is growing in popularity.