Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS DAN KUANTITAS PRODUKSI SAYUR HIDROPONIK MENGGUNAKAN GREENHOUSE Nurliani Karman; St. Sabahannur; A. Azrarul Amri
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v5i2.923

Abstract

Sayuran hidroponik memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan, khususnya untuk segmentasi pasar konsumen yang mengutamakan kualitas, kandungan gizi dan higienis. Fenomena yang dihadapi mitra petani adalah terjadinya penurunan produksi sayur hidroponik dari rata-rata 150-200 gram/lubang, turun menjadi 100-150 gram/lubang sebagai akibat dari tingginya intensitas cahaya matahari dan serangan hama belalang. Solusi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi adalah dengan menggunakan teknologi greenhouse. Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) melakukan pelatihan dan pendampingan manajemen produksi dan pemasaran. Hasil kegiatan ini adalah produksi sayur hidroponik meningkat dari 100-150  menjadi 200-250 gr/lubang, dengan kualitas produksi sayur yang lebih baik, sehingga omset penjualan meningkat. Abstract. Hydroponic vegetables have promising market opportunities, especially for the consumer market segmentation that prioritizes quality, nutritional content and hygiene.  The phenomenon faced by farmer partners is a decrease in hydroponic vegetable production from an average of 150-200 grams/hole, down to 100-150 grams/hole as a result of the intensity of sunlight and the attack of grasshoppers.  The solution to increase the quality and quantity of production is to use greenhouse technology.  The method of implementing the Community Partnership Program (PKM) is to provide training and assistance in production and marketing management.  The result of this activity is that hydroponic vegetable production has increased from 100-150 to 200-250 gr/hole, with better vegetable production quality, so that sales turnover increases.
Adaptation Patterns of Corn Farmers to Climate Change Farizah Dhaifina Amran; Tsalis Kurniawan Husain; Andi Azrarul Amri; Dwi Prasetyawati Thana
Agribusiness Journal Vol 7, No 2 (2024): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v7i2.2259

Abstract

The extreme climate change on the earth's surface in recent years is a serious issue. Agricultural sector has been affected by climate change because it causes crop failure and decreases crop productivity, especially food crops, namely corn. The climatic conditions of the Takalar Regency are generally characterized by high rainfall and drought, particularly at dry times. The purpose of this study is to: (1) Analyze the opinions of corn farmers; (2) Analyze the adaptation pattern of corn farmers; (3) Analyze the factors that influence the adaptation pattern of corn farmers. The first and second objectives were analyzed descriptive quantitatively, and the third objective was analyzed using ordinal logistic regression. The results on 39 farmers being interviewed showed that (1) Corn farmers' opinions regarding changes in temperature, rain intensity, drought have increased in recent years; (2) Adaptation patterns carried out by corn farmers in facing climate change are improving water management, soil management technology, integrated pest control, changing cropping patterns, and adjusting planting time; (3) Factors that affect the pattern of adaptation of corn farmers to climate change are land area, number of dependents of the household head, income, and access to information on climate change.
SIKAP PETANI DALAM MEMILIH VARIETAS BIBIT BAWANG MERAH DI DESA MAMPU KECAMATAN ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG Azrarul Amri; Muh. Fuad Khair S; Mais Ilsan
Jurnal Sains Agribisnis Vol 4 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v4i2.1696

Abstract

Pada praktik budidaya bawang merah, pemilihan bibit oleh petani tidak selalu berdasarkan faktor ilmiah atau rekomendasi dari pihak-pihak berwenang. Banyak petani yang memilih varietas bibit berdasarkan pengalaman pribadi, kebiasaan, atau informasi dari sesama petani sehingga seringkali hasilnya kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keunggulan dan kelemahan bibit bawang merah varietas lokal dan impor, serta sikap petani dalam penggunaannya. Studi dilakukan di Desa Mampu, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang, pada September 2023 hingga Februari 2024, dengan sampel 59 petani menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit lokal unggul dalam aspek tepat waktu, jumlah, lokasi, jenis, mutu, dan harga, namun lemah dalam risiko produksi, ketahanan hama, produktivitas, dan harga benih. Sebaliknya, bibit impor unggul dalam kesesuaian agrosistem, kemudahan penggunaan, daya simpan, produktivitas, dan harga jual, namun lemah pada setiap atribut lainnya. Sikap petani terhadap penggunaan bibit lokal sangat tinggi, baik dari komponen kognitif, afektif, maupun konatif, sedangkan sikap terhadap bibit impor sangat rendah di semua komponen tersebut.