Nuruliana, Chandra
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SYUKUR SEBAGAI PONDASI NILAI- NILAI PENDIDIKAN ISLAM (STUDI AL-QURA’N SURAT AL-KAUTSAR) Nuruliana, Chandra; Rohati, Siti; Aji Putra, Ayang; Syarifudin, Encep
Jurnal Paris Langkis Vol 5 No 1 (2024): Edisi Agustus 2024
Publisher : PPKn, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/paris.v5i1.19198

Abstract

Masalah yang melatarbelakangi artikel ini pada realitanya, tidak sedikit diantara kita yang masih mementingkan egoisnya karena tidak menyadari betapa banyak anugrah yang Allah SWT berikan mulai dari membuka mata di pagi yang buta, sampai dengan menutup mata digelapnya malam. Implimentasi Al-Qur’an sangatlah penting dalam membentuk pondasi nilai-nilai terutama dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal ini adalah pendidikan Islam. Tujuan adanya pendidikan Islam adalah supaya menanamkan dan menumbuhkan keimanan, ketaqwaan, akhlakul karimah dan ibadah amaliyah.  Metode penelitian yang digunakan pada kajian ini adalah study pustaka. Hasil temuan dari artikel ini bahwa di dalam al-Qur’an tertulis tentang betapa pentingnya memiliki rasa syukur karena rasa syukur merupakan bentuk terima kasih tiada tara kepada Sang Khaliq atas semua yang telah Allah berikan, hubungannya dengan surat Al-Kautsar adalah pentingnya menumbuhkan akhalaq mulia, yaitu dengan meningkatkan rasa syukur.
Transformasi Organisasi Pesantren: Dari Era Kolonial hingga Tantangan Globalisasi Nuruliana, Chandra; Syafuri, B.; Kultsum, Umi
Journal of Education Research Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v6i4.2398

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi organisasi pesantren dari era kolonial hingga era globalisasi dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Fokus utama terletak pada sejarah lahirnya pesantren, konsep awal sebagai lembaga pendidikan Islam, peran strategisnya dalam pendidikan dan organisasi sosial, serta eksistensinya di tengah arus globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas tradisionalnya. Organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menjadi contoh bagaimana pesantren berperan dalam membentuk sistem pendidikan Islam nasional yang moderat dan berdaya saing. Pesantren terbukti sebagai institusi pendidikan yang holistik, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga membina karakter, kepemimpinan, dan keterampilan hidup. Dengan demikian, pesantren memiliki kontribusi besar sebagai agen transformasi sosial dan spiritual dalam pembangunan peradaban Islam di Indonesia.
INOVASI PENGEMBNAGAN KURIKULUM PAI BERBASIS KURIKULUM TERINTEGRASI DI PONDOK PESANTREN DAAR EL QOLAM Nuruliana, Chandra; fauzi, ahmad fauzi; Sirojudin, Rumbang; Helnanelis
Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/geneologipai.v12i2.12292

Abstract

Islamic boarding school is the oldest Islamic educational institution in Indonesia, possessing a distinct intellectual tradition, local culture, and unique educational system. Despite undergoing various changes due to modernization, the pesantren maintains its Islamic identity through an independent educational model, rooted in tradition, yet adaptive to the demands of the times. The evolution of the educational system has given rise to two types of pesantren: Salaf pesantren that focus on the study of classical texts, and Khalaf (modern) pesantren that integrate religious and general sciences using classical teaching methods and foreign language instruction. This transformation requires pesantren to continuously conduct curriculum development that is relevant, effective, and capable of addressing global challenges, including resource limitations, national regulatory demands, and the needs of modern society. Pondok Pesantren Daar El Qolam, as one modern pesantren, implements an integrated curriculum that combines the national curriculum, the Gontor curriculum, and the institution's specific curriculum. However, its implementation faces challenges such as mastery of Arabic and English, and the heterogeneity of new students' academic backgrounds. Therefore, curriculum development in pesantren requires a comprehensive approach that involves all stakeholders to achieve the goals of Islamic education, namely forming individuals who are faithful, knowledgeable, virtuous, and capable of adapting to changing times.
INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN AFEKTIF DI SEKOLAH DASAR Nuruliana, Chandra; Tahfidzi, Nufus; Nugraha, Enung; Kultsum, Umi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.37007

Abstract

Learning assessment does not solely focus on the cognitive domain but also includes the affective domain, which relates to students’ attitudes, values, and character development. This article aims to explore the concept of affective learning outcomes, the various affective domains according to Krathwohl’s Taxonomy, relevant operational verbs, and several assessment instruments such as Likert, Thurstone, Guttman, semantic differential, and rating scales. This study employs a descriptive approach using library research by analyzing various academic references. The results indicate that affective assessment plays a crucial role in shaping students’ personality and character. The appropriate use of assessment instruments enables educators to evaluate students’ attitudes and behaviors more objectively, systematically, and comprehensively. Therefore, affective assessment functions not only as an evaluation tool but also as a means of character formation based on moral and spiritual values.