Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Neo-Bis

PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH PENGOLAH SABUT KELAPA MELALUI INKUBATOR BISNIS DAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA Fariyana Kusumawati; Jakfar Sadik
Neo-Bis Vol 10, No 2 (2016): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v10i2.2435

Abstract

Penelitian berujuan untuk menyusun model pemberdayaan dan pengembangan usaha masyarakat pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep dan menyusun pembagian peran pemerintah daerah Kabupaten Sumenep berdasarkan tugas pokok dan fungsi Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD). Metode analisis data yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah Importance Performance Analisis (IPA) untuk mengukur hubungan antara tingkat permasalahan dan prioritas penanganan dalam pengembangan usaha masyararakat pengolah sabut kelapa dan Partisipatory Rapid Appraisal (PRA) untuk mengetahui Tehnologi Tepat Guna yang sesuai dengan kebutuhan dan  kemampuan masyarakat sekitar. Metoda PRA bertujuan menjadikan warga masyarakat sebagai peneliti, perencana, dan pelaksana program pembangunan dan bukan sekedar obyek pembangunan.Berdasarkan hasil analislis dengan metode  Importance Performance Analisis (IPA) diperoleh gambaran tentang UMKM pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep performnya rendah dan masyarkat maupun pemerintah daerah menganggap ini penting sekali sehingga butuh penanganan dengan segera, yaitu: (1) peningkatan skill UMKM pengolah sabut kelapa, (2) penguatan kelembagaan UMKM pengolah sabut kelapa, (3) penguatan akses terhadap teknologi tepat guna, (4) pendampingan yang intensif (inkubator), dan (5) penguatan akses ke lembaga permodalan. Sedangkan hasil analisis melalui metode PRA menunjukkan bahwa model Model pengembangan UMKM pengolah sabut kelapa mengacu pada hasil kondisi eksisting dan kepentingan masyarakat sehingga terpilih Model Inkubator Bisnis dan Tekhnologi dalam pengembangan UMKM pengolah sabut kelapa di Kabupaten Sumenep.
Analisis Potensi Wilayah Pesisir Kabupaten Sampang Mufarrohah, Siti; Sadik, Jakfar; Joko Utomo, Selamet
Neo-Bis Vol 12, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v12i2.28834

Abstract

Analisis Tataniaga Mente Di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep Fajar, Mohammad; Sadik, Jakfar; Santriawan, Bondan
Neo-Bis Vol 13, No 1 (2024): JUNI
Publisher : Trunojoyo University of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/nbs.v13i1.28866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang struktur pasar tataniaga mente di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, mengetahui tentang pola saluran tata niaga mente dari petani produsen sampai ke konsumen akhir (rumah tangga) di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, mengetahui tentang margin pemasaran mente di Kecamatan Dasuk Kabupaten Sumenep, mengetahui tentang pembagian laba per unit masing-masing pelaku tata niaga mente dari total laba per unit (profit sharing). Teknik pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalahdata primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara responden dengan serangkaian pertanyaan yang dipersiapkan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis margin tataniaga, pembagian laba antar pelaku tataniaga dan analisis keseimbangan pasar. Kesimpulan studi ini adalah (1) Terdapat lima pasar dan struktur pasar yaitu pasar petani produsen dan pengepul kecil mendekati struktur pasar persaingan monopolistik, pengepul kecil dan pengepul besar mendekati pasar monopolistik, pengepul besar dan industri pengolahan mendekati pasar oligopsoni, industri pengolahan dan pengecer mendekati pasar, pengecer dan konsumen akhir mendekati pasar persaingan monopolistik; (2) Terdapat dua saluran yaitu pola I (petani produsen-pengepul kecil-pengepul besar-eksportir), pola II (petani produsen-pengepul kecil-pengepul besar- Industri pengolahan- pengecer-konsumen akhir); (3) Margin pemasaran berdasarkan harga pelaku tataniaga mente yaitu pengepul kecil dengan Petani Produsen sebesar Rp 300, Pengepul besar dengan Pengepul kecil sebesar Rp 1.300, Industri Pengolahan dengan Pengepul besar sebesar Rp. 52.500, pengecer dengan Pengepul keciI sebesar Rp 5.000; (4) Petani mente memperoleh laba sebesar Rp 2.700 atau sekitar 7,4 %, pengepul kecil dalam pembagian laba sebesar Rp. 200 atau sekitar 0,27 %, pengepul besar dalam pembagian laba mendapatkan laba sebesar Rp. 650 atau 2,33%, industri pengolahan sekitar 76,27%, pengecer dalam pembagian laba sekitar13,71%.