Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Voice Of Midwifery

PENGARUH PEMBERIAN TABLET PENAMBAH DARAH (Fe) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU DI PUSKESMAS KAMANRE Israini Suriati
Voice of Midwifery Vol 5 No 07 (2016)
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Iron deficiency anemia is a disorder that most often occurs during pregnancy. Pregnant women generally experience depletion of iron, so just give a little iron to the fetus is required for normal iron metabolism. Hereafter, they will be anemic at the time of maternal hemoglobin levels fall below 11 g / dl. Objectives: To determine the effect of giving iron tablets for hemoglobin levels of pregnant women in Kamanre Public Health Centers in 2016. Methods: This research is an evaluation study on the provision of iron tablets to pregnant women, where measurements were taken before and after giving of hemoglobin iron tablets. This research used 30 samples that had not received iron tablets during pregnancy. Results: There was no effect of giving iron tablets with status between the initial and finalhemoglobin (p = 0563 > p = 0.05) which proves that there is a distribution change of patients with anemia after giving iron tablets in pregnant women. Suggestion: During pregnancy, pregnant women taking iron tablets according to standard antenatal care during pregnancy is 90 tablets. Key words: Tablet Fe, Hb,Pregnant women
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI PADA IBU NIFAS BERSALIN NORMAL Israini Suriati; Dian Auliah
Voice of Midwifery Vol 9 No 1 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i1.93

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini adalah meletakkan bayi baru lahir tengkurap di dada ibunya setelah tubuh bayi dikeringkan dengan kain bersih (kecuali pada bagian tangan bayi), kontak kulit-ke-kulit, bagian punggung bayi ditutup dengan selimut, kepala bayi boleh diberi topi (untuk mencegah hipotermia, dan bayi akan mencari payudara ibunya dalam waktu 1 jam setelah lahir. cakupan ASI eksklusif di seluruh dunia hanya sekitar 36% selama periode 2007-2014. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan inisiasi menyusui dini pada ibu nifas bersalin normal di Puskesmas Jumpandang baru Tahun 2018. Penelitian ini menggunakan Pendekatan deskriptif analitik "cross-sectional" sampling dilakukan dengan accidental sampling. Dari 30 responden sebanyak 24 responden (80%) melaksanakan inisiasi menyusui dini dan sebanyak 6 responden (20%) tidak melakukan inisiasi menyusui dini. Distribusi frekuensi dari 30 responden berpengetahuan baik sebanyak 14 responden atau (46,7%), Sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang terdapat 2 responden atau (6,7%). frekuensi dari 30 responden yang mendapat dukungan keluarga sebanyak terdapat 18 orang yang memberikan dukungan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini atau (60%). Sedangkan yang tidak memberikan dukungan dalam pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini terdapat 12 orang atau (40%). Pengetahuan ibu dan dukungan keluarga memiliki peran penting dalam keberhasilan pemberian Inisiasi menyusui dini.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MENSTRUASI TERHADAP KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE Israini Suriati; Ilmawati Ilmawati
Voice of Midwifery Vol 9 No 2 (2019): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v9i2.111

Abstract

Pendahuluan: Healt education atau biasa disebut dengan Pendidikan kesehatan merupakan upaya memberikan penjelasan kepada perorangan, kelompok atau masyarakat untuk menumbuhkan pengertian, dan kesadaran mengenai perilaku sehat atau kehidupan yang sehat. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada wanita pubertas ditandai dengan menstruasi pertama (menarche), sehingga dari masa ini sangat diperlukan Pendidikan kesehatan tentang menstruasi guna mengatasi adanya kecemasan dan ketidakfahaman tentang perubahan yang terjadi. Tujuan: Mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang menstruasi terhadap kecemasan menghadapi menarche di SDN 473 Toangkajang Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasy Experiment dengan desain penelitiannya adalah Pre-test-post-test group. Tehnik pengambilan data dengan tehnik Total Sampling melalui instument kuesioner baku berdasarkan Hamilton Rating Scale for Anxiety (HRS-A), dengan subyek 31 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah uji statistic Paired T-test.Hasil: Tingkat kecemasan responden menurun yang dibuktikan dengan adanya jumlah responden yang tadinya paling banyak berada pada tingkat kecemasan berat (54.8%) akhirnya mengalami perubahan yaitu sebagian besar responden 51.6% sudah tidak lagi cemas dalam menghadapi menarche. Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh yang signifikan antara kecemasan menghadapi menarche sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang menstruasi pada siswi kelas V di SDN 473 Toangkajang dengan dengan taraf signifikasi 5% sebesar 0,000 Kata kunci: Pendidikan kesehatan, kecemasan, menarche.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS Israini Suriati; Nurliana Mansyur
Voice of Midwifery Vol 10 No 1 (2020): Voice of Midwifery
Publisher : Lembaga Penerbit dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/vom.v10i1.117

Abstract

Pendahuluan: Obesitas adalah suatu kondisi yang menggambarkan seseorang memiliki badan yang sangat gemuk dan mengandung banyak lemak pada tubuhnya, sebagai akibat dari penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Kondisi ini disebabkan oleh ketidak seimbangan konsumsi kalori dan kebutuhan energy. Obesitas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah faktor genetik, kurang gerak / olahraga, emosi, Pola makan,kurang istirahat,suhu, hormonal Tujuan: Mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian obesitas pada warga dusun sabbang paru desa salu paremang selatan Kabupaten Luwu Kecamatan Kamanre Provinsi Sulawesi SelatanMetode: Penelitian ini menggunakan studi komparatif dengan pendekatan case control study dilihat secara retrospektif. Desain ini dilakukan dengan melihat variabel dependen terlebih dahulu, sedangkan variabel independen ditelusuri secara retrospektif untuk menentukan ada tidaknya hubungan faktor faktor yang berperan. Populasi dalam penelitian ini adalah warga yang obesitas di Dusun sabbang paru desa salu paremang selatan kecamatan kamanre sulawesi selatan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan cara Random sampling yakni dengan cara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam anggota populasi yaitu sebanyak 40 responden.Hasil: Berdasarkan uji chi square dengan Fisher Exact test pada variabel genetika diperoleh nilai hitung p = 0,001 lebih kecil dari nilai α = 0,05, pada variabel pola makan diperoleh nilai hitung p = 0,002 lebih kecil dari nilai α = 0,05, dan pada variabel aktifitas fisik diperoleh nilai hitung p = 0,001 lebih kecil dari nilai α = 0,05 Simpulan: Dari analisis tersebut dapat diartikan bahwa Ha diterima atau ada hubungan genetika, pola makan dan aktivitas fisik dengan obesitas pada warga desa salu paremang selatan kecamatan kamanre sulawesi selatan. Kata kunci: Obesitas