Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM KONTROL SUHU PADA MESIN TETAS TELUR AYAM BURAS HEMAT ENERGI DAYA TETAS OPTIMAL Maria Dolorosa Badjowawo; Daud Obed Bekak
Jurnal Ilmiah Flash Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.46 KB) | DOI: 10.32511/flash.v1i1.16

Abstract

Ayam Buras merupakan jenis ternak yang banyak dipelihara masyarakat diindonesia pada umumnya khususnya kelompok ternak ayam buras di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Usaha ternak yang dilakukan bertujuan dapat meningkatkat ekonomi rumah tangga. Kenyataanya belum dapat memperdayakan ekonomi rumah tangga bagi kelompok ternak ayam buras karena proses kembang biaknya bersifat alamiah. Solusinya adalah pemodelan mesin tetas telur ayam buras yang dapat meningkatkan daya tetas telur ayam buras berkapasitas 100 butir telur ayam buras. Keunggulan mesin tetas telur ayam buras hasil penelitian adalah; daya tetas optimal mencapai 95%, suhu merata dan stabil, daya terpakai 50,6 watt.
Pemberdayaan Pemuda melalui Pelatihan Eco Enzyme menjadi Sabun Organik sebagai Usaha Kreatif di Kabupaten Belu Maria Dolorosa Badjowawo; Zilman Syarif; Muchammad Ali; Paula Rita; Yunardi Kristian Zega; Dorothea Inez T. Malo Rangga
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan dan kapasitas organisasi kepemudaan melalui pelatihan pengolahan eco enzyme menjadi sabun organik sebagai salah satu bentuk usaha kreatif bagi kaum muda binaan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Belu. Kegiatan disusun untuk mengasah keterampilan, memperkuat kelembagaan organisasi, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan berbasis lingkungan di kalangan pemuda. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action dengan tahapan: sosialisasi dan edukasi mengenai eco enzyme dan kewirausahaan hijau (green entrepreneurship); pelatihan teknis pembuatan eco enzyme dan sabun organik; pendampingan proses produksi, pengemasan, dan pemasaran; serta evaluasi terhadap capaian pemberdayaan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait pengelolaan limbah organik dan peluang usaha berbasis lingkungan, terbentuknya unit usaha sabun organik di sejumlah organisasi kepemudaan, serta penguatan kapasitas organisasi melalui pembagian peran yang lebih terstruktur, pengelolaan keuangan sederhana, dan perluasan jejaring kemitraan. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Belu.
Perancangan dan Implementasi PLTS Off-Grid untuk Pompa Air Irigasi pada Kebun Ketahanan Pangan Desa Oeltua Markus Daud Letik; Maria Dolorosa Badjowawo; Duma Pabiban; Daud Obed Bekak; David S Koten; Mychael Gatriser Pae
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi tenaga surya membantu kebun tetap produktif saat akses listrik terbatas. Kegiatan pengabdian ini memasang PLTS off-grid untuk mengoperasikan pompa air irigasi pada kebun ketahanan pangan di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kebun tidak memiliki pasokan listrik PLN yang andal sehingga petani bergantung pada genset dengan biaya tinggi dan jam operasi terbatas. Tim menerapkan participatory engineering melalui survei teknis, perancangan bersama mitra, instalasi, komisioning, dan pelatihan operator. Beban pompa sebesar 1.300 W dengan waktu operasi 4 jam per hari, sehingga kebutuhan energi harian 5.200 Wh. Tim mengacu pada peak sun hours setempat dan faktor efisiensi sistem yang konservatif untuk menentukan kebutuhan PV 2.080 Wp dan memasang PV 2.300 Wp (4 x 575 Wp). Sistem memakai baterai LiFePO4 48 V 100 Ah dan inverter 5 kVA untuk mengantisipasi arus start motor. Sistem berjalan sesuai rencana, menurunkan ketergantungan genset di lokasi kebun hingga 100 persen, dan meningkatkan keandalan irigasi harian melalui SOP sederhana dan tim operator lokal.