Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN PENERANGAN BAGAN TANCAP/TANAM BAGI NELAYAN TRADISIONAL DI LASIANA DAN TUAK SABU DENGAN MENGGUNAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) Daud Obed Bekak; Markus Daud Letik
Jurnal Ilmiah Flash Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.747 KB) | DOI: 10.32511/flash.v3i1.139

Abstract

Cara penangkapan ikan oleh nelayan tradisional masih menggunakan bagan tancap/tanamdengan penerangan masih menggunakan lampu petromaks, dimana bahan bakar masih menggunakanminyak tanah dengan harga yang cukup mahal (Rp. 6.000/ltr) itu pun jika diperoleh di tingkatpengecer.Dengan menggunakan PLTS nelayan tidak memerlukan bahan bakar minyak, dari segioperasional tidak memerlukan bbm untuk penerangan, hanya dengan menggunakan modul suryaenergi matahari akan ditampung dalam batteray/accu dan pada malam hari digunakan untukpenerangan bagan tancap/tanam.Cahaya lampu yang dihasilkan dari PLTS ini dapat menarik ikan untuk berkumpul. Tata letakuntuk posisi ketinggian lampu dapat diatur secara fleksibel sesuai dengan posisi ketinggian airlaut pada saat pasang maupun surut hal ini agar cahaya yang dihasilkan dapat menyebar denganbaik.Tertariknya ikan pada cahaya karena terjadinya peristiwa phototaxis. Hal ini antara laindisebabkan cahaya merangsang ikan dan menarik (attrack) ikan berkumpul pada sumber cahayaitu atau juga disebutkan karena rangsangan cahaya (stimulus), kemudian ikan memberikanresponnya. Penangkapan dengan bagan menggunakan bantuan lampu dinamakan light fishing.Fungsi cahaya pada penangkapan ikan ini ialah untuk mengumpulkan ikan sampai pada sesuatucatchable area tertentu, lalu penangkapan dilakukan dengan jaring. Dengan alat jaring ini dapatdikatakan bahwa jaring bersifat pasif, cahaya berfungsi untuk menarik ikan ke tempat jaring.Peristiwa berkumpulnya ikan di bawah cahaya ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu peristiwalangsung dan peristiwa tidak langsung. Peristiwa langsung yaitu ikan tertarik oleh cahaya laluberkumpul. Sedangkan peristiwa tidak langsung yaitu dengan adanya cahaya maka sebagai tempatplankton berkumpul lalu banyak ikan yang berkumpul untuk memakan plankton tersebut
Penerapan Standar Instalasi Tenaga Listrik Satu Fasa Golongan Tarif R1 pada Rumah Tinggal di Kota Kupang Nusa Tenggara Timur Fransiskus Seda; Yustinus S.B Ada; Rochani Rochani; Markus Daud Letik; Zilman Syarif
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 4 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i4.7619

Abstract

Instalasi listrik yang tidak sesuai standar merupakan penyebab utama kebakaran rumah dan sengatan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepatuhan instalasi listrik satu fasa pada rumah tangga golongan tarif R1 (daya 450-2200 VA) di Kota Kupang terhadap standar PUIL, SPLN, dan SNI. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan pada 40 sampel pelanggan yang dipilih secara purposive dari total 166.905 pelanggan di Kota Kupang. Pengumpulan data dilakukan melalui inspeksi visual komponen (kabel, sakelar, stopkontak, MCB, PHB) dan pengukuran resistansi isolasi kabel menggunakan multimeter digital serta resistansi pentanahan menggunakan earth tester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 92,5% instalasi menggunakan kabel NYM 3x2,5 mm2 dengan merek Visicom dan Eterna. Namun, 45% dari 40 instalasi memiliki resistansi pentanahan di atas standar 5, dengan nilai tertinggi mencapai 834. Selain itu, 7,5% instalasi menunjukkan resistansi isolasi yang sangat rendah (<1 M), mengindikasikan adanya kerusakan isolasi serius. Ditemukan pula ketidaksesuaian kapasitas pengaman MCB, termasuk satu instalasi dengan MCB 25A pada kabel 2,5 mm2 yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat beban lebih. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun kualitas komponen terpasang umumnya baik, kegagalan pada teknik instalasi, khususnya sistem pentanahan dan pemilihan MCB, menciptakan risiko keselamatan yang signifikan. Implikasi praktisnya adalah perlunya inspeksi berkala wajib dan penerapan Sertifikat Laik Operasi (SLO) yang lebih ketat untuk mengurangi risiko kebakaran dan sengatan listrik di Kota Kupang.
Perancangan dan Implementasi PLTS Off-Grid untuk Pompa Air Irigasi pada Kebun Ketahanan Pangan Desa Oeltua Markus Daud Letik; Maria Dolorosa Badjowawo; Duma Pabiban; Daud Obed Bekak; David S Koten; Mychael Gatriser Pae
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi tenaga surya membantu kebun tetap produktif saat akses listrik terbatas. Kegiatan pengabdian ini memasang PLTS off-grid untuk mengoperasikan pompa air irigasi pada kebun ketahanan pangan di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kebun tidak memiliki pasokan listrik PLN yang andal sehingga petani bergantung pada genset dengan biaya tinggi dan jam operasi terbatas. Tim menerapkan participatory engineering melalui survei teknis, perancangan bersama mitra, instalasi, komisioning, dan pelatihan operator. Beban pompa sebesar 1.300 W dengan waktu operasi 4 jam per hari, sehingga kebutuhan energi harian 5.200 Wh. Tim mengacu pada peak sun hours setempat dan faktor efisiensi sistem yang konservatif untuk menentukan kebutuhan PV 2.080 Wp dan memasang PV 2.300 Wp (4 x 575 Wp). Sistem memakai baterai LiFePO4 48 V 100 Ah dan inverter 5 kVA untuk mengantisipasi arus start motor. Sistem berjalan sesuai rencana, menurunkan ketergantungan genset di lokasi kebun hingga 100 persen, dan meningkatkan keandalan irigasi harian melalui SOP sederhana dan tim operator lokal.