Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM KONTROL SUHU PADA MESIN TETAS TELUR AYAM BURAS HEMAT ENERGI DAYA TETAS OPTIMAL Maria Dolorosa Badjowawo; Daud Obed Bekak
Jurnal Ilmiah Flash Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.46 KB) | DOI: 10.32511/flash.v1i1.16

Abstract

Ayam Buras merupakan jenis ternak yang banyak dipelihara masyarakat diindonesia pada umumnya khususnya kelompok ternak ayam buras di Desa Noelbaki Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang Propinsi Nusa Tenggara Timur. Usaha ternak yang dilakukan bertujuan dapat meningkatkat ekonomi rumah tangga. Kenyataanya belum dapat memperdayakan ekonomi rumah tangga bagi kelompok ternak ayam buras karena proses kembang biaknya bersifat alamiah. Solusinya adalah pemodelan mesin tetas telur ayam buras yang dapat meningkatkan daya tetas telur ayam buras berkapasitas 100 butir telur ayam buras. Keunggulan mesin tetas telur ayam buras hasil penelitian adalah; daya tetas optimal mencapai 95%, suhu merata dan stabil, daya terpakai 50,6 watt.
DESAIN PENERANGAN BAGAN TANCAP/TANAM BAGI NELAYAN TRADISIONAL DI LASIANA DAN TUAK SABU DENGAN MENGGUNAKAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) Daud Obed Bekak; Markus Daud Letik
Jurnal Ilmiah Flash Vol 3 No 1 (2017)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1209.747 KB) | DOI: 10.32511/flash.v3i1.139

Abstract

Cara penangkapan ikan oleh nelayan tradisional masih menggunakan bagan tancap/tanamdengan penerangan masih menggunakan lampu petromaks, dimana bahan bakar masih menggunakanminyak tanah dengan harga yang cukup mahal (Rp. 6.000/ltr) itu pun jika diperoleh di tingkatpengecer.Dengan menggunakan PLTS nelayan tidak memerlukan bahan bakar minyak, dari segioperasional tidak memerlukan bbm untuk penerangan, hanya dengan menggunakan modul suryaenergi matahari akan ditampung dalam batteray/accu dan pada malam hari digunakan untukpenerangan bagan tancap/tanam.Cahaya lampu yang dihasilkan dari PLTS ini dapat menarik ikan untuk berkumpul. Tata letakuntuk posisi ketinggian lampu dapat diatur secara fleksibel sesuai dengan posisi ketinggian airlaut pada saat pasang maupun surut hal ini agar cahaya yang dihasilkan dapat menyebar denganbaik.Tertariknya ikan pada cahaya karena terjadinya peristiwa phototaxis. Hal ini antara laindisebabkan cahaya merangsang ikan dan menarik (attrack) ikan berkumpul pada sumber cahayaitu atau juga disebutkan karena rangsangan cahaya (stimulus), kemudian ikan memberikanresponnya. Penangkapan dengan bagan menggunakan bantuan lampu dinamakan light fishing.Fungsi cahaya pada penangkapan ikan ini ialah untuk mengumpulkan ikan sampai pada sesuatucatchable area tertentu, lalu penangkapan dilakukan dengan jaring. Dengan alat jaring ini dapatdikatakan bahwa jaring bersifat pasif, cahaya berfungsi untuk menarik ikan ke tempat jaring.Peristiwa berkumpulnya ikan di bawah cahaya ini dapat dibedakan menjadi 2 yaitu peristiwalangsung dan peristiwa tidak langsung. Peristiwa langsung yaitu ikan tertarik oleh cahaya laluberkumpul. Sedangkan peristiwa tidak langsung yaitu dengan adanya cahaya maka sebagai tempatplankton berkumpul lalu banyak ikan yang berkumpul untuk memakan plankton tersebut
Perancangan dan Implementasi PLTS Off-Grid untuk Pompa Air Irigasi pada Kebun Ketahanan Pangan Desa Oeltua Markus Daud Letik; Maria Dolorosa Badjowawo; Duma Pabiban; Daud Obed Bekak; David S Koten; Mychael Gatriser Pae
Diakoneo : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Desember
Publisher : Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Irigasi tenaga surya membantu kebun tetap produktif saat akses listrik terbatas. Kegiatan pengabdian ini memasang PLTS off-grid untuk mengoperasikan pompa air irigasi pada kebun ketahanan pangan di Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kebun tidak memiliki pasokan listrik PLN yang andal sehingga petani bergantung pada genset dengan biaya tinggi dan jam operasi terbatas. Tim menerapkan participatory engineering melalui survei teknis, perancangan bersama mitra, instalasi, komisioning, dan pelatihan operator. Beban pompa sebesar 1.300 W dengan waktu operasi 4 jam per hari, sehingga kebutuhan energi harian 5.200 Wh. Tim mengacu pada peak sun hours setempat dan faktor efisiensi sistem yang konservatif untuk menentukan kebutuhan PV 2.080 Wp dan memasang PV 2.300 Wp (4 x 575 Wp). Sistem memakai baterai LiFePO4 48 V 100 Ah dan inverter 5 kVA untuk mengantisipasi arus start motor. Sistem berjalan sesuai rencana, menurunkan ketergantungan genset di lokasi kebun hingga 100 persen, dan meningkatkan keandalan irigasi harian melalui SOP sederhana dan tim operator lokal.