Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Program “SEJIWA” Untuk Meningkatkan Mental Health Literacy Pada Masyarakat Di Kecamatan Limo Kota Depok Ernita Zakiah; Dr. Phil. Zarina Akbar; Mauna; Nanda Putri Adhiningtyas; Farisa Azzahwa; Keysa Saliha Aryani Budi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRendahnya literasi kesehatan mental yang dimiliki oleh masyarakat, termasuk stigma negatif yang diberikan kepada masyarakat diantaranya melihat bahwa gangguan mental adalah sesuatu yang aneh dan penderitanya harus dihindari. Selain itu, masih adanya stigma masyarakat yang buruk tentang gangguan mental dapat membuat penderita terhambat dalam mencari bantuan profesional. Permasalahan ini juga ditemukan pada warga perumahan De Fatmawati di Kecamatan Limo Kota Depok. Komplek perumahan De Fatmawati banyak diisi oleh para pekerja yang tentunya tidak lepas dari stres dan kecemasan akibat beban pekerjaan dan kehidupan urban. Selain itu, tidak jarang warga yang masih menganggap bahwa gangguan mental merupakan sesuatu yang tabu dan memalukan. Akibatnya, mereka menjadi tidak terbuka ketika memiliki masalah terkait kesehatan mental. Maka, hal ini cukup penting untuk dilakukan program psikoedukasi dalam bentuk program “Sejiwa” untuk meningkatkan mental health literacy pada masyarakat di kecamatan Limo kota Depok. Program psikoedukasi ini melibatkan sebanyak 22 peserta yang hadir dalam rangkaian kegiatan. Kegiatan ini dilakukan secara luring di pelataran masjid Az-zahra, Kecamatan Limo Kota Depok. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan masyarakat ini terlihat dari adanya peningkatan pemahaman peserta terkait literasi kesehatan mental.AbstractThe low level of mental health literacy in community is often accompanied by negative stigma, such as perceiving mental disorders as strange and believing that those who suffer from them should be avoided. Furthermore, the persistent negative social stigma surrounding mental disorders can hinder sufferers from seeking professional help. Such issues were also identified among residents of the De Fatmawati in Limo, Depok. The residential area is largely inhabited by workers who are vulnerable to stress and anxiety due to occupational demands and the pressures of urban life. Moreover, many residents still regard mental disorders as taboo and shameful, resulting in a lack of openness when dealing with mental health concerns. To address this problem, a psychoeducation program called “Sejiwa” was implemented to improve mental health literacy among the community in Limo, Depok. The program engaged 22 participants and was held offline at the Masjid Az-Zahra. The success of this community activity can be seen from the increased understanding of participants regarding mental health literacy.
Pengembangan Program E-Konseling Berbasis Web untuk Meningkatkan Kualitas Bimbingan Akademik dan Kesehatan Mental Mahasiswa Zarina Akbar; Mauna Mauna; Ernita Zakiah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v5i11.6287

Abstract

Dalam pelaksanaan bimbingan akademik, dosen dan mahasiswa harus bersinergi agar tercipta bimbingan yang berkualitas. Dalam pelaksanaan bimbingan akademik sering terjadi hambatan, sehingga proses bimbingan tidak tercipta dengan baik. Salah satu faktor penyebabnya adalah mahasiswa merasa kesulitan untuk melaksanakan bimbingan secara tatap muka, karena kesibukan dosen dan ada mahasiswa yang merasa cemas jika harus bertemu langsung dengan dosennya. Hambatan ini dapat memengaruhi kualitas bimbingan, yang berdampak mahasiswa tidak menyelesaikan masa studi tepat waktu, IPK rendah, dan masalah kesehatan mental lainnya. Dalam artikel ini, kami mengusulkan program e-konseling berbasis web, bernama unjcare. Program ini memfasilitasi kebutuhan layanan bimbingan akademik dan konseling pada mahasiswa dan terekamnya riwayat waktu dan hasil bimbingan konseling untuk dosen. Pada program ini terdapat fitur membuat, mengatur ulang, dan membatalkan jadwal bimbingan akademik atau konseling, mencari informasi mengenai konselor di puskesmas terdekat, dan mengedukasi mahasiswa dengan berbagai informasi dan artikel yang disediakan terkait kesehatan mental, gangguan mental, dan pengembangan diri.