Findy Renggono
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGAMATAN KONDISI CUACA PENYEBAB BENCANA BANJIR KASUS KEJADIAN BANJIR DI TOL CIKAMPEK 14 FEBRUARI 2016 Findy Renggono
Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana Vol. 12 No. 1 (2017): Jurnal Sains dan Teknologi Mitigasi Bencana
Publisher : Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmb.v12i1.3695

Abstract

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya padatanggal 14 Februari 2016 menimbulkan banyak genangan yang cukup tinggi di beberapa lokasi. Beberapa jalan utama, terutama jalan tol Cikampek,terendam banjir sehingga akses transportasi terputus dan beberapa wilayahpermukiman penduduk juga kebanjiran yang memaksa penghuninya untukmengungsi. Model prediksi cuaca numerik yg dijalankan pada pagi hari maupun pengamatan cuaca lainnya tidak dapat mendeteksi kejadian hujanderas pada siang hari yang merata di seluruh wilayah Jakarta. Hasil pengamatan dengan radar dan peralatan lain menunjukkan awan baru mulai tumbuh sekitar 1-2 jam sebelum hujan terjadi. Pengamatan intensif yangsedang dilakukan oleh BPPT dan BMKG berhasil menangkap kejadianhujan yang terjadi. Pertumbuhan dan pergerakan awan hujan, termasuksebaran hujan yang terjadi dapat diketahui dari radar. Sedangkan hasil pengamatan yang dilakukan di Bogor, yaitu peluncuran radiosonde,radiometer dan AWS dapat memantau perubahan cuaca secara detil. Hasilanalisis awal dari pengamatan ini dapat digunakan untuk meningkatkankualitas prediksi cuaca dalam sistem peringatan dini kebencanaan.
KARAKTERISTIK BUTIR AIR HUJAN PERMUKAAN DAN LAPISAN ATAS ATMOSFER PADA PUNCAK MUSIM HUJAN DI TANGERANG SELATAN Sara Aisyah Syafira; Nyayu Fatimah Zahroh; Saraswati Dewi; Findy Renggono
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 22 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v22i1.4432

Abstract

Intisari Beberapa penelitian terkait kejadian hujan menggunakan beberapa jenis alat seperti Micro Rain Radar (MRR) dan Disdrometer. Kombinasi kedua instrument tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih  komprehensif mengenai kejadian hujan mulai dari lapisan atas atmosfer hingga permukaan. Penelitian ini mengamati beberapa kejadian hujan pada puncak musim hujan tahun 2017 dan pergantian tahun 2019/2020 di Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan dengan menggunakan instrumen MRR dan Disdrometer untuk mengetahui karakteristik distribusi ukuran butir air hujan. Hasil penelitian ini menunjukkan pola sebaran butir air hujan yang berbeda, antara kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat dan sangat ringan hingga lebat, baik pada lapisan atas atmosfer maupun permukaan. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kejadian hujan sangat lebat berasal dari kumpulan awan konvektif dengan durasi hujan selama 15-60 menit. Sedangkan, kejadian hujan ringan hingga sedang pada umumnya berasal dari kumpulan awan nimbostratus di level menengah atmosfer dengan durasi hujan sekitar 2-3 jam. Abstract Several studies used some equipment types to observe rain events, such as the Micro Rain Radar (MRR) and Disdrometer. Combining the two can provide a more comprehensive picture of rain events from the upper atmosphere to the surface. This study observed several rain events at the peak of the rainy season in 2017 and the turn of the year 2019/2020 in the Puspiptek Serpong Area, South Tangerang, using MRR and Disdrometer instruments to determine the characteristics of the droplet size distribution. This study's results indicate a different droplet size distribution pattern, between the incidence of rain with very heavy intensity and very light to dense, both in the upper atmosphere and surface. Besides, this study's results indicate that the very heavy rain events come from convective clouds with a 15-60 minutes rain duration. Meanwhile, light to moderate rain events generally come from a group of nimbostratus clouds in the medium-level atmosphere with a rain duration of roundabout 2-3 hours.