Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, arus kas operasi, dan kebijakan dividen terhadap harga saham perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan data harga saham perusahaan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 10 perusahaan yang memenuhi kriteria, dengan total 60 observasi selama enam tahun pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda pada data panel dengan bantuan EViews 12, disertai pengujian statistik deskriptif, asumsi klasik, koefisien determinasi, uji simultan, dan uji parsial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur modal, arus kas operasi, dan kebijakan dividen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham, dengan nilai probabilitas uji F sebesar 0,046365. Nilai adjusted R-squared sebesar 0,085273 menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut menjelaskan 8,53 persen variasi harga saham, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Secara parsial, struktur modal tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan probabilitas 0,8189, sedangkan arus kas operasi berpengaruh positif dan signifikan dengan probabilitas 0,0170. Kebijakan dividen juga tidak berpengaruh terhadap harga saham dengan probabilitas 0,6751. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas dari aktivitas operasional menjadi informasi yang lebih relevan bagi investor dibandingkan struktur pendanaan dan besarnya pembagian dividen dalam menilai saham perusahaan LQ45.