Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ASUMSI DASAR TEORI KOGNITIF, BEHAVIORISTIK DAN HUMANISTIK I wayan karya
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 8 No 2 (2017): PENDIDIKAN DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v8i2.295

Abstract

Perkembangan kognitif berhubungan dengan kecerdasan dan pengetahuan. Kecerdasan dan pengetahuan bukan kuantitas atau sesuatu hal yang statis. Kecerdasaan adalah aktif, dinamis dan senantiasa berubah sedangakan pengetahuan adalah mengetahui dan ia adalah sebuah proses yang diciptakan melalui aktivitas pemelajar (Gredler, 2011:325). Hal ini dapat dikatakan bahwa kecerdasan dan pengetahuan seseorang selalu berubah melalui interaksi individu dengan lingkungannya. Dengan demikian interaksi dengan lingkungan sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan kecerdasan dan pengetahuan individu. Selain itu, Individu dalam menentukan perkembangan kognitifnya dipengaruhi oleh faktor esensial. Faktor esensial itu adalah lingkungan fisik, kematangan, pengaruh sosial, dan proses yang disebut sebagai penyeimbang. Teori belajar behavioristik ini berorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hasil yang diharapkan dari penerapan teori behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan. Perilaku yang diinginkan mendapat penguatan positif dan perilaku yang kurang sesuai mendapat penghargaan negatif. Evaluasi atau penilaian didasari atas perilaku yang tampak. Dalam teori belajar ini guru tidak banyak memberikan ceramah, tetapi instruksi singkat yang diikuti contoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Menurut aliran humanistik, para pendidik sebaiknya melihat kebutuhan yang lebih tinggi dan merencanakan pendidikan dan kurikukum untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ini. Beberapa psikolog humanistik melihat bahwa manusia mempunyai keinginan alami untuk berkembang, untuk lebih baik, dan juga belajar. Jadi sekoah harus berhati-hati supaya tidak membunuh naluri dengan memaksakan anak belajar sesuatu sebelum mereka siap. Jadi bukan hal yang benar apabila anak dipaksa untuk belajar sesuatu sebelum mereka siap secara fisiologis dan juga punya keinginan. Dalam hal ini peran guru adalah sebagai fasilitator yang membantu siswa untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi, bukan sebagai konselor seperti dalam Freudian ataupun pengelola perilaku seperti pada behaviorisme.
Nilai-Nilai Pendidikan Hindu Dalam Yajña Sesa di Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas Riyade, Wayan Oka; Karya, I Wayan; Sigai, Ervantia Restulita L
Satya Widya: Jurnal Studi Agama Vol 6 No 2 (2023): Satya Widya: Jurnal Studi Agama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/swjsa.v6i2.1003

Abstract

Yajña Sesa is the simplest food offering consisting of rice, side dishes (cooked) as symbol of gratitude to Ida Sang Hyang Widhi Wasa/God Almighty. In fact, there is a lack understanding of some people related to the form of implementation, functions and values ​​of Yajña Sesa. The theories used in this study are the theory of symbols, structural functional theory and value theory. The research method used is a qualitative method. The types of data sources are primary and secondary data sources. This study used purposive sampling and data collection techniques with observation, interviews and document study.
Kajian Nilai Pendidikan Hindu Dalam Ritual Aruh Ganal Bawanang Pada Masyarakat Meratus Di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan Maskam Maskam; I Wayan Karya; Ervantia Restulita L. Sigai
Tampung Penyang Vol 20 No 2 (2022): Tampung Penyang
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/tampung-penyang.v20i2.892

Abstract

The Aruh Ganal Bawanang ritual is a ritual of the Meratus Hindu Community in Piani District, Tapin Regency who strongly believes in the Ancestor which is held once a year, namely in July before the full moon, the Meratus community who strongly believes in their ancestors carry out the Aruh Ganal Bawanang ritual. The Aruh Ganal Bawanang ritual, if it is associated with the teachings of the Panca Yadnya, the Aruh Ganal Bawanang ritual is classified as the ritual of Dewa Yadnya, Pitra Yadnya and Bhuta Yadnya. The Aruh Ganal Bawanang ritual carried out by the Meratus Hindu community in Piani District who still adheres to the local Hindu religion. The implementation of the Aruh Ganal Bawanang Ritual by the Meratus Hindu community in the Piani Sub-district is still understood in the form of entrenched traditions and habits that have been passed down from generation to generation, without understanding and knowing the values ​​of Hindu education contained in the Aruh Ganal Bawanang ritual. Therefore, the research focuses more on the Study of Educational Values ​​in the Aruh Ganal Bawanang ritual in the Meratus Hindu community with the formulation of the problem: 1) How is the implementation of the Aruh Ganal Bawanang Ritual in Piani District, Tapin Regency. 2) What are the Ritual values ​​in Aruh Ganal Bawanang. 3) What are the implications of Aruh Ganal Bawanang Ritual Education in Piani District, Tapin Regency. The researcher aims to find out more about the Ritual of Aruh Ganal Bawanang. The theory used to determine the Ritual of Aruh Ganal Bawanang are: Symbol theory, Structural Functional theory and exchange theory. The methods used in this research are: descriptive method, qualitative analysis method, interview method, observation and documentation method. Based on the results of the study as follows: The Aruh Ganal Bawanang ritual, which starts with: 1) The Manabas Starting Ritual, 2) the Batabang Ritual 3.) the Manyalukut Ritual, 4) the Mamanduk and Mahayip Ritual, 5) the Bamata Umang Ritual, 6) the Mananam Banih Ritual, 7 ) Ritual of Merabon Banih Mandara, 8) Ritual of Ayahlas Banih, 9) Ritual of Manyampuk Banih Mawai (Rice flower begins to bear fruit), 10) Ritual of Mangatam, 11) Ritual of Aruh Ganal Bawanang, 12) Ritual of Babuat or Baancak Banih Kalulung. In Aruh Ganal Bawanang there are (1) religious education values, (2) social and cultural values, (3) ethical values, (4) religious tolerance values and (5) aesthetic values, while the educational implications are: (1) religious implications, (2) Cultural Implications, (3) Social Implications, and (4) Natural Resources Implications.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARI RUMAH TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SMAN-1 BASARANG KABUPATEN KAPUAS wayan karya
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 5 No 2 (2021): Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v5i2.773

Abstract

Pandemik covid-19 saat ini membuat pembelajaran agama Hindu tidak dapat dilaksanakan secara langsung. Pembelajaran agama Hindu dilaksanakan dengan metode pembelajaran dari rumah secara dalam jaringan menggunakan aplikasi pembelajaran seperti google classroom, zoom, maupun aplikasi media sosial seperti WhatsApp. Kondisi tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid- 19) dan Surat Edaran Sesjen No. 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa darurat penyebaran Covid-19 Keberhasilan belajar dari rumah sangat ditentukan oleh minat siswa dalam belajar. Siswa yang berminat dalam belajar akan terus tekun belajar, berbeda dengan siswa yang hanya menerima pelajaran tanpa ada niat yang ada dalam dirinya, maka ia tidak tekun dalam belajar Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti ingin mengkaji seberapa besar pengaruh pembelajaran dari rumah yang dilaksanakan dengan pembelajaran daring di masa pandemi ini terhadap minat belajar siswa di SMUN-1 Basarang. Siswa yang mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang memiliki perasaan senang, perhatian siswa, ketertarikan siswa dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu baik dilaksanakan dengan daring dari rumah atau pembelajaran tatap muka. Kondisi tersebut menunjukan bahwa siswa memiliki minat belajar yang baik mengikuti pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMAN-1 Basarang walaupun pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka.