Ni Putu Sri Pinatih
IAHN Tampung Penyang Palangka Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE EFFORTS OF HINDU RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS IN THE IMPLEMENTATION OF ONLINE LEARNING IN THE NEW NORMAL ERA AT SMA NEGERI 2 KUALA KAPUAS I Wayan Karya; I Gede Dharman Gunawan; I Wayan Salendra; Ni Putu Sri Pinatih
Vidyottama Sanatana: International Journal of Hindu Science and Religious Studies Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/ijhsrs.v5i1.2188

Abstract

The implementation of online learning is an effective solution for learning at home to break the chain of Covid-19 transmission. Physical distancing is also a consideration for choosing this type of learning. A good cooperation between teachers, students, parents and school is a determining factor in making online learning more effective. In connection with the problem previously described about the importance of the efforts of Hindu religious education teachers in the implementation of online learning in the current new normal era, those teachers are trying to utilize online media as an innovative Hindu religious education learning medium. Of course, the use of online media can foster an active, creative, effective and fun learning during the new normal era. Therefore the research team wanted to conduct a research that analyzed the problem of how Hindu religious education teachers made efforts in implementing online learning by using online media as a learning medium for Hindu religious education for students of SMA Negeri 2 Kuala Kapuas.
PERANAN PEMIMPIN KELUARGA MENURUT HINDU Ni Putu Sri Pinatih
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 10 No 1 (2019): PENDIDIKAN DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v10i1.166

Abstract

Penulisan ini secara umum menjelaskan tentang pengertian pemimpin secara umum dan pemimpin dalam Hindu pada khususnya, secara umum pemimpin adalah orang dianggap mampu untuk membimbing, dapat diandalkan memberi arahan, mengkoordinir dan memberikan contoh kepada anggotanya. Pemimpin yang demikian tidak hanya bisa kita jumpai pada sistem pemerintahan atau instansi saja, tetapi dalam lingkup rumah tangga pun dapat kita temukan, sebagai contoh kepala rumah tangga. Kepala rumah tangga adalah seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab atas keluarga yang dibinanya. Sehingga mampu menberikan contoh yang baik bagi seluruh keluarga yang dibinanya, hal ini juga dapat dilihat dari kepemimpinan yang ada dalam agama Hindu. Agama Hindu memberikan pengertian bahwa pemimpin haruslah diterapkan dari sebuah keluarga kecil dahulu, sebab ketika seorang pemimpin bisa memberikan teladan dan tanggung jawab terhadap keluarga kecil yang idealnya terdiri dari ayah, ibu dan anak maka pemimpin tersebut sudah sukses dalam capaian menjadi seorang pemimpin. Demikian masing-masing anggota keluarga harus menjalankan kewajibannya dengan baik demi terbentunya sebuah keluarga yang harmonis dan bahagia. Setiap anggota keluarga harus memiliki ikatan pengabdian antara Ayah, Ibu dan putra-putranya seperti yang dituliskan dalam Kitab Suci Agama Hindu.
Strategi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Pendidikan Agama Hindu di SMPN-1 Basarang Kabupaten Kapuas Ni Putu Sri Pinatih
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 14 No 1 (2023): PENDIDIKAN AGAMA DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v14i1.943

Abstract

Pandemi covid-19 yang masih melanda negara Indonesia mengubah gaya belajar yaitu yang bermula dari tatap muka menjadi daring. Untuk mengatasi dampak negatif yang telah muncul selama pembelajaran daring, maka pemerintah mengeluarkan surat edaran tentang Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), begitu juga di SMPN-1 Basarang dimana mereka menerapkan durasi belajar selama empat jam setiap hari di sekolah dengan jumlah siswa 50% dari kapasitas ruangan. Dalam kegiatan pembelajarannya guru agama Hindu menggunakan strategi yang tepat untuk mengatasi kurangnya waktu belajar di sekolah agar tujuan pembelajaran agama Hindu tetap dapat tercapai dengan maksimal dan siswa juga tidak mengalami kebosanan saat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi pembelajaran tatap muka terbatas pada Pendidikan Agama Hindu di SMPN-1 Basarang Kabupaten Kapuas. Metode dalam penelitan ini adalah kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian yaitu strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru agama Hindu di SMPN-1 Basarang selama PTMT adalah pelaksanaan protokol Kesehatan dan pengunaan metode Blended Learning. Kemudia pengimplementasikan yaitu dengan memastikan penerapan protokol Kesehatan, menyusun perencanaan, memadatkan materi pelajaran, penyampaian poin-poin penting, mempertegas penyelesaian latihan soal, dan melakukan evaluasi. Selanjutnya hambatan yang dihadapi selama penerepan strategi PTMT yaitu hambatan internal yang berupa kurangnya kemampuan guru dalam memanfaatkan media sosial dan computer dan guru agama Hindu membutuhkan waktu yang lebih panjang dalam menyiapkan bahan ajar dan tugas. Dan, hambatan eksternal yang bersumber dari dana untuk paket data, jarak duduk siswa yang berjauhan, dan terjadi miscommunition antara guru dan siswa.