Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Pengaruh Kompres Panas dan Dingin terhadap Penurunan Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Fisiologis Ibu Primipara Mutia Felina; Masrul Masrul; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i1.190

Abstract

AbstrakPersalinan adalah peristiwa fisiologis dalam setiap perkembangan seorang wanita menjadi ibu.Peristiwa ini dapat menimbulkan trauma karena nyeri yang dialaminya.Beberapa ibu bahkan memilih untuk melahirkan secara sectio caesareatanpa indikasi medis untuk menghindari nyeri tersebut. Terapi kompres panas dan dingin merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri kala I fase aktif persalinan fisiologis ibu primipara. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Postest. Penelitian dilaksanakan di BPS Bunda dan BPS Rita Bukittinggi tanggal 26 Maret s/d 26 Mei 2014.Populasi penelitian ini adalah ibu primipara inpartu kala I fase aktif menggunakan tekhnik Non Probability Sampling dengan metode sampel Consecutive Sampling. Dari hasil penelitian diperoleh rerata derajat nyeri sebelum kompres panas adalah 7,29±1,102 dan sebelum kompres dingin adalah 7,33±1,238. Rerata derajat nyeri setelah kompres panas adalah 4,95±1,244 dan setelah kompres dingin adalah 3,90±0,889. Tidak terdapat perbedaan rerata derajat nyeri sebelum kompres panas dandingin p = 0,896. Terdapat perbedaan rerata derajat nyeri setelah kompres panas dan dingin p = 0,003. Terdapat perbedaan selisih derajat nyeri kompres panas dan dingin p = 0,001. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri persalinan.Kata kunci: kompres panas, kompres dingin, nyeri persalinanAbstractChildbirth is a physiologic process that happened in each woman’s development to be a mother. This process may cause trauma because of the pain. Even, some mother choose sectio caesarea without medical implication as a labor choice.Hot and cold compress therapy is one of non-pharmacological approach to reduce pain. The objective of this study was to determine the difference of the effect of hot and cold compress pain relief during active first stage of physiologic labor in primiparous women.This is an experimental study with one group pretest posttest design. This study takes places in BPS Bunda and BPS Rita in Bukittinggi from 26th of March till 26th of May, 2014. The population of this study was inpartu primiparous women in active first stage of labor using non probability sampling and consecutive sampling method.The result of this study are mean rate of the pain before hot compress are 7.29±1.102 and before cold compress are 7.33±1.238. Mean rate of the pain after hot compress are 4.95±1.244 and after cold compress are 3.90±0.889. There is no differences of the pain during labor before hot and cold compress p=0.896. There is differences of the pain during labor after hot and cold compress p=0,003. There is differences of the pain deviation in hot compress and cold compress p=0.001. We conclude that there is the difference of the effect of hot and cold compress on pain relief during labor.Keywords: hot compress, cold compress, pain during labor
The Effect of Giving Dates (Phoenix dactylifera) on Hemoglobin Levels in Anemic Adolescent Girls at Prima Nusantara Vocational School, Bukittinggi, Indonesia Nova H, Desri; Yeltra Armi; Mutia Felina
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i1.115

Abstract

Anemia in adolescent girls is a health problem that often occurs in Indonesia. Dates (Phoenix dactylifera) is a fruit that is rich in iron and folate, which play an important role in the formation of hemoglobin. This study aims to determine the effect of giving dates on hemoglobin levels in anemic adolescent girls at Prima Nusantara Vocational School, Bukittinggi Indonesia. This research used a quasi-experimental design with a pretest-posttest with the control group design. A total of 30 adolescent girls who experienced anemia were randomly divided into two groups, namely the intervention group which was given 3 dates per day for 4 weeks and the control group which was given no dates. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention. The results showed that there was a significant increase in hemoglobin levels in the intervention group compared to the control group (p < 0.05). Giving dates can increase hemoglobin levels in adolescent girls who suffer from anemia.
The Hematopoietic Potential of Tamarillo (Cyphomandra betacea) and Pitaya (Hylocereus spp.) Juices in Anemia Management: A Randomized Controlled Trial in Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia Nova H, Desri; Yeltra Armi; Mutia Felina; Zaharatul Hikmah; Riri Aprianti
Eureka Herba Indonesia Vol. 5 No. 3 (2024): Eureka Herba Indonesia
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/ehi.v5i3.125

Abstract

Anemia is a global health concern, particularly prevalent in developing countries. Traditional remedies like tamarillo and pitaya have been suggested to boost blood production. This study aimed to evaluate the efficacy and safety of these juices in managing anemia. A randomized, double-blind, placebo-controlled trial was conducted in Bukittinggi, West Sumatra, Indonesia. Participants with mild to moderate anemia (hemoglobin 8-11 g/dL) were randomized to receive daily tamarillo juice, pitaya juice, or a placebo for 12 weeks. Hemoglobin, hematocrit, iron levels, and hematological parameters were assessed at baseline and week 12. A total of 150 participants completed the study (50 per group). Both tamarillo and pitaya juice groups showed significant increases in hemoglobin and hematocrit levels compared to the placebo group (p < 0.05). Pitaya juice also demonstrated a significant increase in iron levels (p < 0.01). No serious adverse events were reported. Tamarillo and pitaya juices show promise as adjunctive therapies for anemia management. Further research is needed to explore their long-term effects and mechanisms of action.
The Effect of Acupressure Massage (At Points SP 6, LI 4, and ST 36) on Primary Menstrual Pain in Adolescent Girls at SMP N 6 Payakumbuh City Pitri, Zilfi Yola; Nataria, Desti; Felina, Mutia; Hidayati, Lisa
JURNAL IBU DAN ANAK Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ibu dan Anak, Volume 11, No.1, Mei 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau Under Health Ministry Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jia.v11i1.754

Abstract

One way to relieve pain non-pharmacologically is with Accrued Massage which can stimulate the formation of endorphin hormones. The purpose of this study was to determine the effect of acupressure massage (at points SP6, LI4, and ST36) on primary menstrual pain in adolescent girls at SMP N 6 Kota Payakumbuh. This study used a quasi-experimental method with one group pre-post test design. population of 16 people using Accidental sampling technique, obtained a sample of 12 respondents. The sampling technique uses observation sheets. Furthermore, Shapiro Wilk normality statistical tests were carried out with the results of normal undistributed data. Thus bivariate analysis uses the Wilcoxon test. The results of the study found the average scale of menstrual pain before Acupressure Massage was 4.25. Meanwhile, after acupressure massage, symptoms were reduced with an average number of 0.25. From the results of the p value test, the result p = 0.002 where p <0.05. It can be concluded that acupressure has an effect on reducing menstrual pain.
Kombinasi Pijat Oksitosin dengan Aroma Terapi Lavender terhadap Produksi Asi pada Ibu Post Partum Primipara Nataria, Desti; Felina, Mutia; Lubis, Kholila; Nova, Desri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1108

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif yang terhimpun di Sumatera Selatan mengalami penurunan dari 57,8% pada tahun 2021 menjadi 51,6% pada tahun 2022, sedangkan target pencapaian ASI eksklusif menurut WHO adalah sebesar 70% pada tahun 2030. Rendahnya cakupan pemberian ASI secara Eksklusif salah satunya disebabkan karena kurangnya produksi ASI sehingga menimbulkan kecemasan pada ibu menyusui. Hal ini mendorong ibu untuk memberikan susu formula kepada bayi untuk memenuhi kebutuhan bayinya. Pijat oksitosin dan aroma terapi lavender dapat memberikan efek relaksasi pada sistim syaraf pusat pada hipotalamus yang membantu meningkatkan produksi hormon oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kombinasi pijat oksitosin dan aroma lavender terhadap produksi ASI. Desain penelitian ini adalah Pre Experiment pretest dan posttest menggunakan rancangan One group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah ibu postpartum primi para yang berjumlah 16 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi kemudian analisis dengan Paired sample T-test. Intervensi yang dilakukan berupa pemberian kombinasi pijat oksitosin dan aroma terapi lavender selama selama 5 hari dimana setiap harinya diberikan selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata volume ASI sebelum diberikan intervensi kombinasi pijat oksitosin dan aroma terapi lavender adalah 7.38 cc dan setelah diberikan intervensi adalah 78 cc. Pada uji Paired sample T-test di dapatkan hasil bahwa p=0,001, dimana p<0,005, hal ini menunjukkan bahwa pemberian kombinasi pijat oksitosin dengan aroma terapi lavender berpengaruh terhadap produksi ASI pada ibu post partum primipara. Pemberian kombinasi pijat oksitosin dan aroma terapi lavender dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI secara alami.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSI BERAT DI RSUD BANGKINANG KABUPATEN KAMPAR TAHUN 2015 Umala Harahap, Darnisah; Sari Ramadhanis, Fitria; Felina, Mutia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v8i1.282

Abstract

Preeklamsia berat adalah penyakit pada kehamilan dengan tanda-tanda hipertensi 160/110 mmHg, edema dan proteinuria pada kehamilan 20 minggu atau lebih. Data di RSUD Bangkinang Kabupaten Kampar didapatkan jumlah total kasus Preeklamsi Berat pada tahun 2012 sebanyak 82 kasus, tahun 2013 sebanyak 34 kasus dan tahun 2014 sebanyak 63 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian preeklamsi berat yaitu tingkat pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, kehamilan ganda, riwayat preeklamsi, riwayat hipertensi, riwayat DM dan status gizi. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik observasional, dengan rancangan penelitian kasus kontrol (case control). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Pada analisis bivariat, semuat variabel berhubungan secara signifikan. Hasil penelitian multivariate adalah tingkat pendidikan OR 2,3 (CI 95%: OR=1,3-4,1), pekerjaan OR 2,1 (CI 95%: OR=1,2-3,4), umur OR 3,1 (CI 95%: OR=1,7-5,3), paritas OR 1,8 (CI 95%: OR=1,2-3,1), riwayat preeklamsi OR 3,0 (CI 95%: OR=1,7-5,3), riwayat hipertensi OR 7,3 (CI 95%: OR=4,1-13), riwayat DM OR 2,1 (CI 95%: OR=1,2-3,3), status gizi OR 2,2 (CI 95%: OR=1,2-3,4). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, umur, paritas, riwayat preeklamsi, riwayat hipertensi, riwayat DM dan status gizi terhadap kejadian preeklamsi berat. Sarannya adalah melakukan pemeriksaan ANC yang rutin serta berprilaku hidup sehat.
Factors That Affect Vitamin K Injection To Newborn By Midwives At Bukittinggi Area on 2017 Felina, Mutia; Marlina, Marlina
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i1.347

Abstract

Vitamin K is a fat-soluble vitamin that has an important role in activating substances that play a role in blood clotting, including substances known as prothrombin and clotting factors. The purpose of this research is to know the knowledge factor of midwife toward vitamin K in the newborn with midwifery in the prevention of vitamin K deficiency in the newborn in Bukitinggi city. This type of research is cross-sectional, and this research is done in Bukittinggi City Year 2017. Sampling technique with Random Sampling or randomly. The research will be carried out in the Working Area of Bukittinggi City in 2017. The population and sample in this study are all midwives who have BPM in Bukittinggi City with a sample size of 21 midwives. Data analysis with chi-square showed that there was no correlation between midwife knowledge on vitamin K administration in BBL with the working period and availability of midwife in preventing vitamin K deficiency on BBL with p = 0,0001 (p> 0,05). It is recommended for health workers in Kota Bukittinggi to improve the standard services of Midwifery, especially to newborns.
PENGARUH PERAWATAN METODE KANGURU TERHADAP FREKUENSI MENYUSU BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH Felina, Mutia; Husniati, Nofila
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v10i2.1028

Abstract

Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya kurang dari 2500 gram.Bayi BBLR masih merupakan masalah di dunia karena merupakan penyebab kesakitan dan kematian pada masa bayi baru lahir.Terinspirasi dari metode kanguru dalam membesarkan anaknya, sekarang banyak rumah sakit yang menerapkan perawatan metode kanguru (PMK) untuk menangani bayi BBLR.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan metode kanguru terhadap frekuensi menyusu pada bayi BBLR. PMK dilakukan dengan cara meletakkan bayi diantara payudara ibu atau dada ayahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaf dengan desain pre – eksperimen “one group pretest posttest”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi BBLR yang di rawat di ruangan Perinatologi RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh.Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah sampel 6 responden berdasarkan waktu penelitian.Teknik pengumpulan data adalah lembar observasi frekuensi menyusui bayi BBLR, kemudian data diolah dengan uji Paired T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata frekuensi menyusu bayi berat badan lahir rendah sebelum diberikan PMK yaitu 4 kali dan sesudah diberikan PMK menjadi 7 kali dalam 24 jam. Ada pengaruh dari perawatan metode kanguru terhadap peningkatan frekuensi menyusui dengan hasil uji Paired T Test menunjukan p value = 0,006. Disarankan kepada tenaga kesehatan agar dapat menggunakan perawatan metode kanguru untuk meningkatkan frekuensi menyusui pada bayi BBLR.
PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP VOLUME ASI PADA IBU NIFAS Felina, Mutia; Lestari, Pipi
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v14i1.1029

Abstract

Menurut WHO, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di dunia hanya 36% pada tahun 2007-2013. Persentase menyusui eksklusif hanya 15% pada tahun 2010, tetapi telah meningkat sebesar 36,2% pada tahun 2013, dan 30,2% target pemberian ASI eksklusif sebesar 80% pada tahun 2015. Dampak ASI yang tidak lancar membuat ibu berfikir bayi mereka tidak mendapat cukup ASI sehingga ibu berhenti menyusui dan mengganti dengan susu formula serta ada juga yang merasa takut dan menghindari menyusui, akibatnya terjadi pembendungan ASI dan ASI yang keluar sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun pepaya terhadap volume ASI pada wanita nifas di BPM "F" Ladang Laweh Kabupaten Agam, sampel 10 ibu nifas anemia menggunakan teknik non-probalitiy sampling menggunakan teknik purposive sampling. Setiap responden diberi perlakuan dengan memberikan 200 gram rebusan daun pepaya selama 7 hari. Pengukuran volume ASI dilakukan dua kali, yaitu sebelum mengonsumsi rebusan daun pepaya dan pada hari ke 8 setelah mengonsumsi rebusan daun pepaya. Hasil penelitian ini memperoleh volume rata-rata ASI sebelum diberikan rebusan daun pepaya 25.9000 dan setelah diberikan rebusan daun pepaya 37,6000 dengan perbedaan rata-rata 1.17000, nilai p = 0,001. Ini menunjukkan ada pengaruh pemberian rebusan daun pepaya terhadap volume ASI pada ibu nifas. Disarankan pada peneliti selanjutnya  agar melakukan penelitian dengan variable yang berbeda atau menambah variable penelitian, lebih menghomogenkan sampel dan mengontrol pola makan atau asupan gizi lain selama penelitian.