Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Nilai Budaya Bali dalam Film A Perfect Fit (Studi Semiotika Roland Barthes) Syifa Fauziah Anwar; Amanda Putri Rahayu; Trie Utari Dewi
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v7i1.1247

Abstract

Matters related to human reason and mind can be understood as a culture. Every culture has different values. Film is one of the media that can be used to introduce culture. This study aims to determine the Balinese cultural values contained in the film a Perfect Fit directed by Hadrah Daeng Ratu. The researcher uses descriptive qualitative method, with Roland Barthes' semiotic study which explains the idea of significance seen through two stages, namely connotation and denotation. The results obtained from this study are the Balinese cultural values contained in the film a Perfect Fit, among others, namely: (1) Canang Sari is a form of offering (2) Mepantigan is a martial art as an expression of gratitude and mutual trust between group members or society ( 3) Melukat is a ceremony or procession of self-cleaning to avoid negative aura (4) Kecak dance has a meaning to remind the whole community to always think before acting (5) Reading Weton is a procession to match the date of birth to determine the auspicious day of marriage (6) Bebayuhan ceremony called bebayuhan is a process of getting rid of negative things that are brought from birth (7) Balinese Wedding Traditional Dress means that a pair of humans are mentally and physically ready to build a household.
Analisis Penggunaan Campur Kode Bahasa Indonesia Dan Bahasa Inggris Pada Alternative Universe “broke up(?)” KARYA @jhynjelly Mahesa Azzahra; Trie Utari Dewi
Bilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 5 No. 2 (2023): Bilingual : Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol 5 No 2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/jbl.v5i2.1017

Abstract

The problems in this research include the types and forms of code mixing in Indonesian and English on the alternative universe (AU) Twitter page on the @jhynjelly account. Alternative universe (AU) Twitter is a form of digital literary work or a type of fiction with many fans in Indonesia where the setting and situation are made different from the real life of the characters in the story. The purpose of this study is to describe the types and forms of code mixing in the Twitter alternative universe (AU) on the @jhynjelly account which tells of two people who are in a relationship who do not know each other's backgrounds, in the end they get an unexpected fate. This study applies a qualitative descriptive method. The data for this research are in the form of words, phrases and clauses which include mixing Indonesian and English codes in uploads to the Twitter account @jhynjelly. The results of this study show that there are: types of exit code mixing namely; insert code mixing (Insertion); mix code alternation (alteration); mixing code congruent lexicalization (congruent lexicalization); as well as the forms of code mixing obtained in the form of words, phrases and clauses
BENTUK DAN MAKNA TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM “ARGANTARA” KARYA GUNTUR SOEHARJANTO: PENDEKATAN PRAGMATIK Aghniya An Umillah; Trie Utari Dewi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 3 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i3.540-548

Abstract

Penggunaan bahasa oleh manusia dapat dikaitkan dengan penutur dan mitra tutur, serta tindakan manusia dalam mengucapkan tuturan disebut tindak tutur. Tindak tutur dalam dialog film memiliki maksud dan tujuan berupa tindakan yang ditujukan kepada mitra tutur. Oleh karena itu, untuk memahami tindak tutur dalam dialog film, perlu dilakukan penelitian yang berfokus pada bentuk dan makna tindak tutur ilokusi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan mendeskripsikan makna tindak tutur ilokusi pada dialog film "Argantara". Data dalam penelitian ini diambil dari dialog film "Argantara". Sumber data dalam penelitian ini ialah Film “Argantara” karya Guntur Soeharjanto. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, simak, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 17 data jenis tindak tutur ilokusi. Yang meliputi; tiga data asertif berupa memberitahu, mengeluh, dan menyatakan. Tiga data direktif berupa memerintah, memohon, dan meminta. Dua data komisif berupa berjanji. Enam data ekspresif berupa kesal, marah, kecewa, dan khawatir. Serta tiga data deklaratif berupa menghukum dan menegaskan. Selain itu, ditemukan bahwa tindak tutur ilokusi dalam dialog film Argantara memiliki makna yang lebih dalam tentang bagaimana bahasa, intonasi, ekspresi wajah, dan konteks komunikasi memberikan pesan yang lebih mendalam.
Pembelajaran Filologi Sebagai Salah Satu Upaya dalam Mengungkap dan Membangun Karakter Suatu Bangsa Trie Utari Dewi
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 1 No. 1 (2018): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.764 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v1i1.232

Abstract

The aim of the research to know, the importance of the role of philology in building the character of the nation that is by digging the moral values and character of the nation through research or cultivation of manuscript, both those that have been studied and that have not been analyzed by the philologists.The method used in this research is descriptive analytic method with qualitative approach. The results obtained from this study is the benefits of philology learning among which is to understand the culture of a nation, the unfolding of habits and customs of the people of the past, and the disclosure of the history of a real nation. With the unfolding of culture, customs, and history in the past, it will reveal the identity and character of a nation. One of them is through the cultivation of the text Anis Al-Muttaqin and Siksakandang Karesian script, in which contained moral values and character that should be owned by a leader.Conclusions In understanding the value of human behavior related to God, self, fellow human beings and the environment there is a need for philological learning in the form of texts. So that the value contained in the text appears to restore the nation's character. Keywords: Character, Philology Study
REALISME MAGIS PADA NOVEL ANAK-ANAK SEMAR KARYA SHINDUNATA DALAM PERSPEKTIF PEWAYANGAN SEBAGAI SIMBOLIS BUDAYA JAWA Puja Deasy Adelia; Trie Utari Dewi
INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Volume 6 Number 2 June 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/indonesia.v6i2.72712

Abstract

This study focuses on the elements of magical realism and wayang as symbolic representations of Javanese culture in the novel Anak-Anak Semar by Sindhunata. The novel presents magical, mystical, and irrational imagery drawn from mythology, folklore, and legends of traditional society into the realm of modern literature. This research employs a descriptive qualitative method through the analysis of words, sentences, and narratives. The data consist of excerpts from the novel. Data collection was carried out using the note-taking observation method, by identifying excerpts of sentences found in the novel, with the aim of describing the five elements of magical realism based on Wendy B. Faris’s theory and Clifford Geertz’s theory to explore wayang as a symbol of Javanese culture. Based on this analysis, all five elements of magical realism were found to be closely linked with wayang as a symbol of Javanese culture, which appears in the form of magical narratives framed within Javanese cultural context. Through the fusion of reality and magic, the author not only presents a story rich in imagination but also reinforces cultural identity and traditional values that remain relevant in the modern context.
CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL TANAH TABU KARYA ANINDITA S.THAYF DAN KIM JI-YEONG LAHIR TAHUN 1982 KARYA CHO NAM JOO (KAJIAN SASTRA BANDINGAN) Arlin Nur Apriyatin; Trie Utari Dewi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v11i2.6621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan citra perempuan dalam novel Tanah Tabu karya Anindita S.Thayf dan novel Kim Ji-yeong, Lahir Tahun 1982 karya Cho Nam-Joo. Hasil penelitian merupakan hasil analisis dan membandingkan data dari kutipan-kutipan yang menunjukkan citra perempuan dalam teks kedua novel tersebut. Citra perempuan memiliki definisi sebagai suatu wujud gambaran mental sripitual serta tingkah laku keseharian wanita yang merujuk pada wajah dan ciri khas perempuan. Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang terdapat dalam penelitian ini ialah menggunakan teknik simak dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Kim Ji-yeong, Lahir tahun 1982 pada aspek fisik citra diri fisik lebih kompleks bukan hanya fisik tubuh tapi fisik secara biologis perempuan. Sedangkan berdasarkan aspek psikis berkaitan dengan perempuan yang memiliki sifat femininitas. Selanjutnya, citra sosial perempuan dalam keluarga pada kedua novel sama sama digambarkan sosok perempuan dewasa yang memiliki tugas sebagai seorang istri, seorang ibu, serta wanita yang mampu mengurus berbagai pekerjaan rumah tangga. Pada novel Tanah Tabu seorang perempuan juga merupakan sosok yang mampu mencukupi kebutuhan keluarganya seperti mencari nafkah. Sedangkan dalam lingkup masyarakat kedua tokoh perempuan pada novel diatas sering digambarkan sosok yang mengalami diskriminasi gender, dan perempuan merupakan sosok yang masih terbelenggu kebebasannya dalam budaya patriarki.Kata kunci: Sastra Bandingan, Citra Perempuan, Novel
MAKNA KEHIDUPAN DALAM LIRIK LAGU PADA ALBUM “MANUSIA” KARYA TULUS: KAJIAN SEMIOTIKA FERDINAN DE SAUSSURE Syifa Fauziah Anwar; Trie Utari Dewi
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.8847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kehidupan dalam lirik lagu pada album “Manusia” karya Tulus dengan menguraikan penanda serta petanda yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggukan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Data dalam penelitian ini yaitu lirik lagu mengandung semiotika dalam album “Manusia” karya Tulus yang mencakup Remedi, Nala, Interaksi, Kelana, Jatuh Suka, Ingkar, Satu Kali, Tujuh Belas, Hati-Hati di Jalan dan Diri. Sumber data penelitian ini yaitu album karya Tulus yaitu “Manusia” yang dirilis 3 Maret 2022. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kajian kepustakaan dengan penghayatan secara langsung terhadap pemahaman makna yang rasional dengan prosedur membaca lirik lagu, menetukan makna kehidupan menggunakan penanda dan petanda yang terdapat dalam lirik lagu pad album “Manusia” karya Tulus, menulis data yang sudah dianalisis, dan membuat simpulan dari hasil penelitian. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi untuk menganalisis makna kehidupan yang terdapat dalam lirik lagu pada album “Manusia” karya Tulus. Hasil dari penelitian ini adalah makna kehidupan, lirik yang menggambarkan tentang pengalaman melalui pekerjaan dan perbuatan, yang terdapat pada lirik lagu “Satu Kali” dan “Tujuh Belas”, pada makna kehidupan yang dialami dari peristiwa berupa perasaan yang dirasakan terdapat pada lirik lagu dengan judul “Nala” dan “Interaksi” sedangan makna kehidupan yang diambil melalui penderitaan yang dijadikan sebagai pembelajaran terdapat pada lirik lagu berjudul “Hati-hati di Jalan” dan “Diri”.Kata kunci: Lirik Lagu, Makna Kehidupan, Semiotika
Analisis Nilai Karakter dalam Naskah Wawacan Samun Trie Utari Dewi; Syarif Hidayatullah; Nur Aini Puspitasari
Manuskripta Vol 10 No 2 (2020): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v10i2.162

Abstract

This article discusses the character values contained in the Wawacan Samun (WS). The Wawacan Samun manuscript tells about the journey of the Gnadasari character in trying to be able to meet his brother again, Gandawerdaya. On that journey there were obstacles that he faced. however, he managed to face all these obstacles thanks to the good qualities he had and the kindness of other characters. Therefore, the character and attitude of the characters in the WS text need to be emulated by the wider community. For this reason, the purpose of this study is to reveal the character values ​​contained in the Wawacan Samun manuscript so that it can be used as a guide for life for the nation's future generations. The character values ​​contained in the Wawacan Samun manuscript include 1) Responsible; 2) Trustworthy and Honest; 3) Respect and Courtesy; 4) Compassion, Caring, and Cooperation; 5) Confident, Creative, Hard Work, and Never Give Up; 6) Fairness and Leadership; 7) Kind and Humble; and 8) Tolerant. === Artikel ini mendiskusikan nilai-nilai karakter yang terkandung dalam naskah Wawacan Samun (WS). Naskah ini menceritakan tentang perjalanan tokoh Gandasari dalam berupaya untuk dapat bertemu dengan kakaknya kembali, Gandawerdaya. Dalam perjalanan tersebut terdapat halang rintangan yang ia hadapi. Akan tetapi, semua rintangan tersebut berhasil ia hadapi berkat sifat baik yang ia miliki serta kebaikan dari tokoh-tokoh lainnya. Oleh karena itu, sifat dan sikap baik yang terdapat pada para tokoh dalam naskah WS perlu untuk diteladani oleh masyarakat luas. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap nilai karakter yang terdapat di dalam naskah WS agar dapat dijadikan pedoman kehidupan bagi generasi penerus bangsa. Nilai karakter yang terdapat dalam naskah Wawacan Samun antara lain adalah 1) Bertanggung Jawab; 2) Amanah dan Jujur; 3) Hormat dan Santun; 4) Kasih Sayang, Peduli, dan Kerjasama; 5) Percaya Diri, Kreatif, Kerja Keras, dan Pantang Menyerah; 6) Adil dan Kepemimpinan; 7) Baik dan Rendah Hati; serta 8) Toleran.
ALIH WAHANA TUTURAN TOKOH PADA KARYA BERJUDUL YOU AND INSECURITIES DALAM ALTERNATIVE UNIVERSE (AU) KE NOVEL SERTA IMPLIKASINYA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA. Rahma Bidari Tuankotta; Trie Utari Dewi
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 2 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i2.49582

Abstract

This research aims to describe the adaptation of the character's speech act of Alternative Universe (AU) entitled You and Insecurities to a novel in relation to Indonesian language learning in high school. The method used is descriptive qualitative with a pragmatic approach. The data for this research are dialogues or speech of characters in AU and the novel entitled You and Insecurities as the research source. The results of this research are the forms of reduction, addition, and varied changes with the types of declarative, assertive, expressive, directive, and commissive speech. This study has implications for high school literature learning in the material of writing drama scripts based on short stories through KD 3.8, 3.9, and 4.19.