Khoirul Anam
Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendampingan Pasien Isolasi Mandiri Covid-19 di UM Surabaya Melalui Psychoreligius Care Radius Setiyawan; Vella Rohmayani; Dede Nasrullah; Vika Ramadhana Fitriyani; M Febriyanto Firman Wijaya; Khoirul Anam; Firman Firman
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i4.9797

Abstract

Terjadinya pandemi Covid-19 gelombang 2 menimbulkan banyak masyarakat yang terkonfirmasi positif. Hal tersebut menyebabkan terjadinya over capacity di Pelayanan Kesehatan, sehingga pasien harus melakukan isolasi mandiri di rumah. Tuntutan berdiam diri di rumah dapat memicu terjadinya gangguan psikologis atau kondisi stres. Padahal kondisi stres sangat merugikan bagi tubuh, karena dapat membuat system imun menurun, serta menyebabkan gangguan kesehatan lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukannya pendampingan psychoreligius care terhadap pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk:  1) mengidentifikasi tingkat stres pada pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. 2) Memberikan pendampingan psikoreligius care untuk mengurangi tingkat stres pada pasien isoman. Metode pelaksanaan pertama dilakukan tahap penjaringan (pre-test), kemudian pengolahan data, implementasi pendampingan psychoreligius care dan terakhir tahap evaluasi kegiatan (post-test). Hasil pendampingan dan screening diperoleh data bahwa, 1) Pasien covid-19 mengalami kecemasan ketika sedang menjalani isolasi mandiri dengan tingkatan yang berbeda-beda. 2) Setelah dilakukan pendampingan psychoreligius care selama 14 hari terjadi penurunan tingkat kecemasan sebesar 82,86%. Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik dan masih perlu dilakukan pendampingan berlanjut mengingat ada sebesar 17,14% pasien isoman yang membutuhkan durasi waktu lebih lama untuk mengatasi kondisi kecemasan maupun stres yang terjadi pada dirinya.Kata Kunci: Pendampingan, Isolasi Mandiri, Covid-19, Psychoreligius CareAssistance for Covid-19 Self-Isolation Patients at UM Surabaya with Psychoreligious CareABSTRACT The occurrence of the Covid-19 pandemic wave 2 caused many people who were confirmed positive. This causes overcapacity in health services, so patients must be self-isolate at home. The demand to stay at home can trigger psychological disorders or stressful conditions. Whereas stress conditions are very detrimental to the body, because it can make the immune system decrease, and it cause other health problems. Therefore, it is necessary to provide psychoreligious care assistance for Covid-19 patients who are undergoing self isolation. This mentoring activity aims to: 1) identify stress levels in Covid-19 patients who are undergoing self-isolation. 2) psychoreligious care assistance are given to reduce stress levels in isoman patients. The first implementation method is the screening stage (pre-test), then data processing, implementation of psychoreligious care assistance and finally the activity evaluation stage (post-test). The results of mentoring and screening obtained data that, 1) Covid-19 patients experienced anxiety while undergoing independent isolation with different levels. 2) After 14 days of psychoreligious care assistance, there was a decrease in anxiety levels of 82.86%. Mentoring activities are going well and there is still a need for continued assistance considering there are 17.14% of isoman patients who need a longer duration of time to deal with anxiety and stress conditions that occur to them.Keywords: Assistance, Self-Isolation, Covid-19, Psychoreligious Care
Transformasi Pembelajaran Islam Moderat Melalui Virtual Reality di Pesantren Khoirul Anam; Mulyono; Ahmad Afnan
Journal of Community Development Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i2.1799

Abstract

Penggunaan teknologi digital dalam pendidikan Islam menjadi semakin penting di era transformasi digital, khususnya dalam upaya memperkuat moderasi beragama di kalangan generasi muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran Islam moderat berbasis Virtual Reality (VR) di Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Sidoarjo. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, difusi ipteks, simulasi ipteks, serta advokasi dan pendampingan. Guru pesantren dibekali keterampilan pedagogis moderasi beragama sekaligus pelatihan teknis penggunaan VR, sedangkan santri dilibatkan dalam simulasi pembelajaran menggunakan konten VR berupa video 360 derajat tentang sejarah Islam damai, toleransi, dan kehidupan sosial yang plural. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pre-test dan post-test, serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan VR meningkatkan motivasi belajar, memperkuat pemahaman santri terhadap nilai Islam moderat, dan menumbuhkan literasi digital di lingkungan pesantren. Meski demikian, keterbatasan infrastruktur teknologi dan keterampilan digital guru menjadi tantangan utama dalam implementasi. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa konten VR, silabus integratif, dan panduan praktis penggunaan teknologi pembelajaran di pesantren. Dengan demikian, program ini memberikan kontribusi nyata dalam menghadirkan model pembelajaran Islam moderat yang inovatif, relevan dengan era digital, serta dapat direplikasi di lembaga pendidikan Islam lainnya.
SOCIAL IDENTITY AND DIGITAL NETWORKS: RELIGIOUS MODERATION PRACTICES OF MUHAMMADIYAH BRANCHES AND SUB-BRANCHES IN SURABAYA Khoirul Anam; M. Febriyanto Firman Wijaya
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8838

Abstract

This study examines social identity and digital networks in the practice of religious moderation among Muhammadiyah branches and sub-branches in Surabaya, Indonesia. Employing a mixed methods approach that integrates Social Network Analysis (SNA) with qualitative interpretive methods, the study aims to map the digital network structure of the organization, analyze the role of key actors in disseminating moderation values, and develop a conceptual model of a digital religious moderation network. The findings reveal that the digital moderation ecosystem of Muhammadiyah Surabaya operates through three structured narrative layers—policy, production, and distribution—underpinned by five mutually reinforcing factors: visionary leadership, digital social capital, autonomous infrastructure, digital literacy culture, and a responsive community feedback system. Key actors identified through degree centrality and betweenness centrality analysis play a significant role as bridges between communities in the digital preaching network. The dynamic interaction of these factors gives rise to the Organic Digital Moderation Ecology Model (MEDO), a bottom-up framework that transcends the top-down approaches dominating existing literature, while offering new theoretical contributions to the fields of religious communication and social network studies.