Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Humaniora

HUBUNGAN KEKERABATAN BAHASA MELAYU DAN BAHASA LAMPUNG Sudirman AM; M. Ramlan; Harimurti Kridalaksana; Inyo Yos Fernandez
Humaniora Vol 17, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.582 KB) | DOI: 10.22146/jh.827

Abstract

This paper discusses the relationship between Malay and Lampung language, and attempts to answer the issue whether Lampung language is actually as old as Malay language. Malay language is considered more dominant them Lampung language, and the people are unclined to use Malay language . The result of reconstruction and comparative analyses of sound elements of lexicons indicate that Lampung language barrows and absorbs sound elements of Malay language. The status of relationship between Malay and Lampung language may be defined as languages of a family. People use Malay language to listeners outside his ethnic groups and use Lampung language on family and traditional ceremonies in the village
INVENTARISASI BAHASA-BAHASA DAERAH DI PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Inyo Yos Fernandez
Humaniora Vol 19, No 3 (2007)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.388 KB) | DOI: 10.22146/jh.907

Abstract

The inventarisation to understand the number and status of languages dialects in East Nusa Tenggara should be conducted using the right theory and methodology. The inventarisation should be done by implementing quantitavie and qualitative approaches so that satisfactory results can be achieved in the process of inventarisation in the future. Despite the fact that there may be some weaknesses in the use of the quantitative approach to determine family language using kexicostatistics technique, the result may provide clear and reliable descriptions of the NTT family language
Konstruksi Posesif Bahasa-bahasa Austronesia dan Non Austronesia di Kawasan Timur Indonesia: Studi Bandingan Bahasa Tetun (Timor Timur), Lamaholot (Flores Timur), dan Mai Brat (Kepala Burung) Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 5 (1997)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5443.978 KB) | DOI: 10.22146/jh.1877

Abstract

Bahasa Tetun Terik yang disebut juga Tetun Fenan atau Tetun Laos digunakan olen sebagian penduduk di daerah Propinsi Timor Timur. Penutur dia1ek Tetun Terik yang berjumlah sekitar 400.000 orang mendiami wilayah Kabupaten Vikeke, Kovalima, dan di sebagian wilayah Kabupaten Manatuto. Selain digunakan di Timor Timur, Bahasa Tetun Terik digunakan juga di Kabupaten Belu, di Propinsi Nusa Tenggara Timur, di Wilayah Timor yang berbatasan dengan Propinsi Timor Timur.
Persesuaian SUbjek-Verba dalam Bahasa Mai Brat Dialek Ayamaru dan Lamaholot Dialek lie Mandiri: Studi Perbandingan Pengaruh Bahasa Non-Austronesia terhadap Bahasa Austronesia Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 3 (1996)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.954 KB) | DOI: 10.22146/jh.1945

Abstract

Bahasa Mai Brat dialek Ayamaru di Sarong, Irian Jaya, dan bahasa Lamaholot dialek lie Mandiri di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dalam kajian lingulstik diakronis Austronesia merupakan dua bahasa daerah di Indonesia bagian timur yang status relasi kekerabatannya di bidang sintaksis masih belum diketahui dengan jelas. Kelompok bahasa Non-Austronesla (NAN), merupakan suatu kelompok bahasa yang hingga kinibelum diidentifikasi lebih jauh untuk dapat membedakannya dari kelompokAustronesia (AN). Seperti diketahui pada hampir sebagian besar kawasanAsia Tenggara-Pasifik terdapat bahasa yang termasuk: dalam kelompok bahasa AN. Bahasa lamaholot dialek Ile Mandiri di Flores Timur, termasuk salah satu di antara bahasa-bahasa dl Propinsi Nusa Tenggara Timur yang secara fonologis dan leksikal tergolong dalam kelompok bahasa AN (Femardez, 1981).
Pengelompokan Mikro dan Makro dalam Kajian Linguistik Austronesia secara Diakronis Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1995)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.038 KB) | DOI: 10.22146/jh.1986

Abstract

Pengelompokan bahasa dalam rangka kajian linguistik diakronis, biasa dikenal juga dengan istilah klasifikasi genealogis (genetis) atau subgruping bahasa. Dalam arti itu, pengelompokan bahasa seringkali dikaitkan dengan pembagian rumpun bahasa atau keluarga bahasa, seperti rumpun bahasa IndoEropa,  Afro-Asia, Austronesia atau Malayo-Polinesia, dan sebagainya.Istilah  pengelompokan mikro dimaksudkan untuk menjelaskan pengelompokan bahasa-bahasa sekerabat pada tingkat lebih rendah. Pengelompokan makro dapat diartikan pengelompokan bahasa kerabat yang cakupan penjelasan mengenai hubungan antarbahasa serumpun, diamati secara khusus pada tingkat yang lebih tinggi atau pada tingkat atas.
BEBERAPA CATATAN TENTANG BAHASA MELAYU DILI: STUDI AWAL MENGENAI BAHASA MELAYU DI TIMOR TIMUR Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1994)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.967 KB) | DOI: 10.22146/jh.2026

Abstract

Menurul Suparlan (1978:44), ada beragam ras di antara berbagai kelompok etnik yang mendiami Propinsi Timor Timur. Dapat disebutkan antara lain Papua Melenesoid, Veda Austrotoid, Kaukasoid, Mongoloid, dan Melayu. Keberadaan ras Melayu di antara berbagai ras tersebut adalah wajar mengingat penyebaran suku Melayu hampir meliputi seluruh pelosok tanah air, dan telah menjadi kenyataan sejarah. Di berbagai daerah puak Melayu dan kebudayaannya berbaur dengan kehidupan budaya setempat, salah satu perwujudan lahir dari pembauran itu tampak anlara lain dalam eksistensi bahasa Melayu dialek daerah setempat, seperti halnya bahasa Melayu Dili (MD) yang digunakan di Dili, Timor Timur. Bahasa MD digunakn oleh sekitar 1000 penutur, yang berdiam di beberapa tempat di kota Dili, terutama di kampung Alor. Penghuni kampung Alor pada umumnya adalah kaum pedagang pendatang keturunan Arab dan yang sering identik dengan puak Melayu. Dewasa ini bahasa MD sebagai bahasa ibu merupakan alat komunikasi utama di kalangan penuturnya, di samping bahasa Tetum Dili dan bahasa Indonesia (BI). Seperti bahasa Melayu dialek daerah lainnya di Indonesia, bahasa MD berkembang dari bahasa pidgin.
STRATEGI PEMBANGUNAN BUDAYA DAERAH DALAM MEMPERSIAPKAN MASYARAKAT TIMOR TIMIUR MENYONGSONG ERA INDUSTRIALISASI Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 3 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.153 KB) | DOI: 10.22146/jh.2082

Abstract

Pengertian strategi yang sering dikaitkan dengan kebijakan (policy) dapat mengandung arti "rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu'". Demikian informasi yang dipetik dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (1988). Objek atau sasaran yang dimaksud, jika dihubungkan dengan pokok bahasan seperti tertera pada topik ini, mengenai masalah pembangunan budaya daerah maka sasaran yang dimaksud terarah pada upaya penyusunan kebijakan (baru) di bidangbudaya daerah. Kebijakan itu, seperti diungkapkan Van Peursen (1976: 18), berupa sikap dan alam pikiran masyarakat dalam mengadakan kebertautan baru (relasi-relasi baru) terhadap segala sesuayu di lingkungannya. Lebih lanjut, menurut Van Peursen, dalam relasinya dengan pembangunan strategi budaya daerah dalam hal ini sebenarnya mengandung jangkauan masalah yang lebih luas artinya daripada yang tersurat dalam makna kebijakan strategi) budaya itu.
BAHASA JURNALISTIK DALAM ERA PEMBANGUNAN Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 2 (1991)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.545 KB) | DOI: 10.22146/jh.2095

Abstract

Bahasa Indonesia ragam jurnalistik atau disingkat bahasa jurnalistik, adakalanya diistilahkan dengan bahasa media massa atau disebut pula dengan bahasa surat kabar. Ragam bahasa ini merupakan salah satu variasi bahasa yang digunakan di kalangan wartawan untuk menyampaikan informasi tertulis dalam berkomunikasi. Dalam era pertumbuhan masyarakat Indonesia sebegai masyarakat informasi di satu sisi dan sebagai masyarakat edukasi di sisi lain , bahasa jurnalistik mempunyai peranan yang cukup penting baik yang berhubungan dengan berbagai upaya para wartawan untuk meliput aneka ragam informasi, maupun untuk menyajikan berbagai macam gagasan yang dapat dicerna oleh masyarakat.
Fonologi Bahasa Paluqe dan Perlakuan terhadap Unsur Serapan Inyo Yos Fernandez
Humaniora No 1 (1989)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.511 KB) | DOI: 10.22146/jh.2260

Abstract

Bahasa Paluqe digunakan oleh masyarakat penutur sebuah kelompok etnis yang mendiami pulau Paluqe, yang terletak di lepas pantai Flores Tengah bagian utara, berdekatan dengan wilayah pesisir Lio Utara (di Kabupaten Ende, Propinsi Nusa Tenggara Timur). Bahasa itu lebih dikenal dengan "Sara Luqa" di kalangan penuturnya. Masyarakat Paluqe dewasa ini telah berhasil menyisihkan julukan sebgai "suku terasing" yang disandang mereka karena keterbelakangan mereka dalam hal kemajuan di berbagai segi kehidupan jika dibandingkan dengan kelompok etnis lain di daerah sekitarnya (di Flores).