Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Total Quality Management, Lingkungan Kerja Dan Perilaku Produktif Terhadap Produktivitas Kerja Dan Kinerja Karyawan Lenggo Geni; Marnis Marnis; Syapsan Syapsan
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 4 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i4.8386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management (TQM), lingkungan kerja, dan perilaku produktif terhadap produktivitas kerja dan kinerja karyawan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TQM, lingkungan kerja, dan perilaku produktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja. Produktivitas kerja kemudian berperan sebagai variabel mediasi yang secara signifikan memengaruhi peningkatan kinerja karyawan. Secara langsung, TQM, lingkungan kerja, dan perilaku produktif juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. TQM yang diterapkan secara efektif meningkatkan kualitas dan kepuasan kerja, lingkungan kerja yang kondusif menciptakan kenyamanan, serta perilaku produktif mendorong efisiensi dan efektivitas kerja. Produktivitas kerja menjadi kunci dalam memaksimalkan kinerja, karena menunjukkan kemampuan karyawan dalam mengelola sumber daya secara optimal. Dengan demikian, upaya peningkatan kinerja karyawan dapat dicapai melalui penerapan TQM yang konsisten, penciptaan lingkungan kerja yang mendukung, serta pengembangan perilaku produktif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dalam merancang strategi peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, MOTIVASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN MELALUI SEMANGAT KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV REGIONAL III KEBUN SEI BUATAN KABUPATEN SIAK PROVINSI RIAU Fadia Mahmuatul Rofikoh; Sri Indarti; Syapsan Syapsan
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2bp3d918

Abstract

This study positions employee performance as the dependent variable, reflecting the level of individual success in carrying out tasks according to their responsibilities. Employee performance is influenced by various organizational factors, including leadership and motivation, with work enthusiasm serving as the intervening variable. The selection of these variables is based on key relevant theories, namely Transformational Leadership Theory (Bass), Herzberg’s Two-Factor Theory, and Expectancy Theory (Vroom), which conceptually explain how leadership and motivation can foster work enthusiasm and, in turn, improve employee performance. The research objects are all permanent employees at the core/plasma plantation unit of PT Perkebunan Nusantara IV Regional III Kebun Sei Buatan, with a total population of 105 employees. The sampling technique used is Proportionate Stratified Random Sampling, and the number of employee samples in each unit was determined using the proportional formula, resulting in 84 respondents. This study employs a quantitative descriptive method, using primary data obtained through questionnaires and secondary data from company documents. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares (PLS) approach to examine both direct and indirect effects among variables. The results indicate that leadership has a positive and significant effect on employee performance, meaning that the better the leadership style applied, the higher the employee performance achieved. Motivation also has a positive and significant effect on employee performance, suggesting that intrinsic and extrinsic drives can enhance work productivity. Work enthusiasm has a positive effect on employee performance, indicating that higher work enthusiasm leads to better work outcomes. In addition, leadership and motivation have a positive effect on work enthusiasm, showing that managerial support and motivational factors can foster employee enthusiasm. The mediation analysis results further reveal that work enthusiasm mediates the relationship between leadership and motivation toward employee performance, although the indirect effect is smaller than the direct effect.
Pengaruh Produk Domestik Bruto, Suku Bunga, Uang Elektronik dan Uang Kartal Terhadap Kecepatan Perputaran Uang (Velocity of Money) di Indonesia Mildria Efrita; Syapsan Syapsan; Cut Endang Kurniasih
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 3 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v3i4.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), suku bunga (BI Rate), uang elektronik (e-money), dan uang kartal terhadap kecepatan perputaran uang (velocity of money) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder time series periode 2011–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) untuk mengetahui hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Bounds Test terdapat hubungan jangka panjang antara PDB, suku bunga, uang elektronik dan uang kartal terhadap velocity of money. Dalam jangka pendek, PDB dan uang kartal berpengaruh signifikan terhadap kecepatan perputaran uang, sedangkan suku bunga hanya berpengaruh lemah dan uang elektronik tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, dalam jangka panjang, PDB, suku bunga, dan uang kartal terbukti berpengaruh signifikan terhadap velocity of money, sedangkan uang elektronik tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor fundamental seperti PDB, kebijakan suku bunga, dan penggunaan uang tunai masih menjadi penentu utama dalam pergerakan kecepatan perputaran uang di Indonesia, sementara itu perkembangan uang elektronik belum memberikan dampak yang signifikan secara langsung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dan Bank Indonesia dalam merumuskan kebijakan moneter dan sistem pembayaran yang lebih efektif.
Analisis Dampak Foreign Capital Inflow Terhadap Nilai Tukar Rupiah di Indonesia Tahun 2005-2025 Brain Amsal Sinaga; Syapsan Syapsan; Cut Endang Kurniasih
JIBEMA: Jurnal Ilmu Bisnis, Ekonomi, Manajemen, dan Akuntansi Vol. 4 No. 1 (2026): July
Publisher : CV. Muris Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62421/jibema.v4i1.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak aliran modal asing, yang secara spesifik terdiri dari Foreign Portfolio Investment (FPI) dan Foreign Direct Investment (FDI), terhadap fluktuasi Nilai Tukar Rupiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder time series tahunan selama periode 2005–2025 yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan World Bank. Analisis data dilakukan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) guna menangkap dinamika penyesuaian jangka pendek menuju keseimbangan jangka panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FPI memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Tukar Rupiah dalam jangka panjang yang mendorong terjadinya apresiasi, meskipun tidak memberikan dampak seketika yang signifikan dalam dinamika jangka pendek. FPI juga terbukti memegang peran yang sangat dominan dalam membentuk volatilitas Nilai Tukar akibat sifatnya yang sangat likuid. Sebaliknya, FDI memiliki pengaruh yang signifikan namun secara persisten memicu tekanan depresiasi terhadap Nilai Tukar Rupiah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kondisi depresiasi ini secara struktural diakibatkan oleh tingginya ketergantungan perusahaan asing pada impor barang modal di fase awal investasi serta adanya siklus repatriasi laba yang pada gilirannya menyedot pasokan valuta asing domestik.