Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

MENINGKATKAN FUNGSI LEMBAGA LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN DESA MANDIRI PANGAN Dumasari Dumasari
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 10, No 1 (2008): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v10i1.964

Abstract

Problem of food insecurity either in macro level (national) and also micro level (household/individual) always represent problems fundamental to development of quality of human resources being so that make proper and important to continue to be paid attention seriously. At this article, one of the solution alternative placed forward to solve problem food insecurity namely by improving local institute function to develop self supporting countryside of food. This theme is studied from various dimension with coverage of analyse which do not be quit of existence of farmers as majority citizen which living in rural area.
STUDI KELAYAKAN AGROINDUSTRI GETUK GORENG DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS Siti Mutmainah; Dumasari Dumasari; Pujiharto Pujiharto
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 10, No 2 (2008): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v10i2.969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan serta kelayakan usaha agroindustri getuk goreng di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Data penelitian berupa data primer dan data sekunder yang diambil dengan cara wawancara dari responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih pengrajin sebesar Rp.12.530.615,4/bulan dengan R/C-ratio sebesar 1,63. Dari hasil analisis diketahui bahwa usaha agroindustri getuk goreng di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas layak untuk diusahakan.
TATANIAGA GULA KELAPA DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS Windi Astuti; Dumasari Dumasari; Watemin Watemin
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 9, No 1 (2007): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v9i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola tataniaga gula kelapa, jalur pemasaran yang efisien pada pola tataniaga gula kelapa, mengetahui besarnya bagian pendapatan yang diterima pengrajin gula kelapa, serta faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pola tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dimana penelitian dilakukan dengan cara mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Lokasi penelitian dipilih secara purposive di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas karena di desa tersebut terdapat agroindustri gula kelapa berjumlah 4% (130 pengrajin) dari jumlah penduduk keseluruhan yaitu berjumlah 3.355 orang. Sampel penelitian terdiri dari pengrajin gula kelapa diambil secara simple random sampling dan pedagang gula kelapa diambil secara sensus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Selanjutnya data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga pola tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Jalur pemasaran yang paling efisien adalah jalur pemasaran kedua dengan margin pemasaran sebesar 18,9%, dengan farm share sebesar 81,08%. Faktor sosial ekonomi yang memepengaruhi tataniaga gula kelapa di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang, Kabupaten banyumas adalah adanya interaksi sosial antara pengrajin dan pedagang, mata pencaharian penduduk yang cenderung mengusahakan satu jenis usaha, dan pendapatan yang hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari.