Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

SCHOOL WELL BEING PADA ANAK DIDIK DI TAMAN KANAK-KANAK Tri Na’imah; Pamujo Pamujo
Sainteks Vol 11, No 2 (2014): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v11i2.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi school well being pada anak didik Taman Kanak-kanak di Purwokerto dan upaya optimalisasinya. Pendekatan penelitian adalah penelitain kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan primer adalah guru taman kanak-kanak di TK Al Fattah Purwokerto Utara dan TK Harapan Bunda di Purwokerto Timur. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Hubermans. Hasil analisis menunjukkan : 1) School well Being (kesejahteraan anak di sekolah) dapat dilihat dari aspek : terbebas dari gangguan pada saat belajar, terhindar dari rasa kesepian di sekolah, terhindar dari kekerasan orang lain, mendapatkan bantuan jika menemui kesulitan, memiliki teman baik di sekolah, mendapatkan perlindungan dari teman dan guru. 2) Untuk meningkatkan school well being guru menciptakan suasana sekolah yang penuh loving yaitu dengan menjaga komunikasi yang baik antara guru dengan anak, antara guru dengan orangtua, guru dengan masyarakat dan guru dengan organisasi profesi. Guru juga menciptakan suasana sekolah penuh having yaitu dengan melengkapi sarana prasarana dan media pembelajaran. Kata Kunci : School well being, anak didik, taman kanak-kanak
KARAKTERISTIK RUMAHTANGGA PETANI MISKIN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN SOSIAL EKONOMI AKIBAT KENAIKAN HARGA DAN KELANGKAAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) DI PEDESAAN Dumasari Dumasari; Tri Na’imah
Agritech: Jurnal Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purwokerto Vol 10, No 2 (2008): AGRITECH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/agritech.v10i2.967

Abstract

Some problems of poorness specially faced by peasant society circle in the reality remain to be something matter of urgen to be paid attention by various related parties. Internal and external factors manner partake to depress difficulty of quit of poor peasant household shackle squeezing. As for one of the factor which lately follow added economic burden of poor peasant household more and more weight is increase reality and rare of oil fuel (BBM). Along with the mentioned hence this research aim to identify characteristic of poor peasant household which is being face problems of economic social effect of increase of price reality and rare of BBM in rural. Research location specified intentionally in Village of Gandatapa and Village of Sikapat, Banyumas. Method research the used is descriptive case study with approach qualitative. Research informan determined designedly pursuant to various elementary consideration. Research result indicate that characteristic of poor peasant household which is being face problems of economic social of increase of price effect and rare of BBM in rural vary to be evaluated from: income, farm status of land, especial maintenace pattern type, status ownership of house remain, economic burden, wide of farm of land and also opportunity do conduct peripheral maintenace pattern. Characteristic of informant household to develop strength for coping strategies mechanism for overcoming problems economic social of increase of price reality effect and rare of BBM at rural. Key words : characteristic of poor peasant household, problems of economic social, increase of price and rare of oil fuel
HUBUNGAN ANTARA PEER ATTACHMENT DENGAN STUDENT ENGAGEMENT PADA SISWA KELAS XI SMAN 5 PURWOKERTO Nur Tryas Hastaningrum; Dian Bagus Mitreka Satata; Tri Na’imah; Eka Rizki Meilani
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 5 No. 2 (2025): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v5i2.1591

Abstract

Education is a process that is needed to achieve perfection and balance in a person"s development. During their education at school, students have responsibilities and duties that must be fulfilled, namely to learn and be involved in activities at school. One of the factors that affect student involvement is the attachment of students to their peers. A stable friendship will affect the student"s activeness in the classroom. This study aims to empirically examine the relationship between peer attachment and student engagement in grade XI students of SMAN 5 Purwokerto. The method used in this study is a quantitative approach, with a sample of 194 students taken by simple random sampling. The results of the hypothesis test found that the Pearson correlation value was 0.405 with p 0.000. This means that there is a positive relationship of 40.5% between peer attachment and student engagement. So, it can be concluded that there is a positive relationship between peer attachment and student engagement, where the higher the student"s peer attachment, the more student engagement will also increase. Pendidikan adalah sebuah proses yang dibutuhkan guna mendapatkan kesempurnaan dan keseimbangan dalam perkembangan seseorang. Selama menjalani masa pendidikan di persekolahan, siswa- siswi memiliki tanggung jawab dan tugas yang harus dipenuhi, yaitu untuk belajar dan terlibat dalam aktivitas di sekolah. Salah satu faktor yang mempengaruhi keterlibatan siswa adalah kelekatan siswa dengan teman sebayanya. Hubungan pertemanan yang stabil akan mempengaruhi keaktifan siswa di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara peer attachment dengan student engagement pada siswa kelas XI SMAN 5 Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif, dengan sampel sebanyak 194 siswa diambil dengan cara simple random sampling. Hasil uji hipotesis mendapatkan bahwa nilai pearson correlation sebesar 0,405 dengan p 0,000. Artinya terdapat hubungan positif sebesar 40,5% antara peer attachment dengan student engagement. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara peer attachment dengan student engagement, dimana semakin tinggi peer attachment siswa maka akan semakin meningkat juga student engagement siswa tersebut.
Membangun Digital Well-Being dalam Perspektif Psikologi Pendidikan Islam pada Era Society 5.0 Tri Na’imah
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 32 (2026): Konsepsi 2026: Konferensi Nasional Studi dan Eksplorasi Psikologi
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v32i1.2270

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada era Society 5.0 telah membawa banyak perubahan dalam bidang pendidikan tetapi juga memunculkan berbagai permasalahan psikologis, seperti information overload, digital distraction, dan krisis identitas digital. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguasaan teknologi saja tidak cukup, tetapi perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola aspek psikologis, sosial, dan spiritual siswa. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan peran Psikologi Pendidikan Islam dalam membangun digital well-being pada era Society 5.0. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital well-being merupakan kondisi kesejahteraan subjektif individu dalam menggunakan teknologi secara sehat, seimbang, aman, dan bermakna. Namun, kajian yang ada masih didominasi oleh aspek psikologis dan perilaku, sedangkan dimensi spiritual belum banyak diintegrasikan. Psikologi Pendidikan Islam menawarkan pendekatan yang lebih holistik melalui integrasi dimensi jasmani, akal, qalb, dan ruh, serta penguatan sa’adah dan psychological well-being Islami. Pendidikan Islam berperan dalam menginternalisasikan nilai amanah, tawazun, sidq, ihsan, dan tabayyun, memperkuat regulasi diri, resiliensi mental-spiritual, serta membangun ekosistem pendidikan yang mendukung digital well-being.