Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MODEL JARINGAN RANTAI PASOK UNTUK POS PEMADAM KEBAKARAN DI KAWASAN SIER Indra Dwi Febryanto; Prihono Prihono
Tekmapro : Journal of Industrial Engineering and Management Vol 16 No 1 (2021): TEKMAPRO
Publisher : UPN Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/tekmapro.v16i1.169

Abstract

Perancangan jaringan rantai pasok bisa diaplikasikan dalam industri manufaktur maupun jasa, misalnya dalam menentukan lokasi pos pemadam kebakaran. Perancangan jaringan rantai pasok penting dilakukan khususnya mengenai pos pemadam kebakaran karena belum terdapat pelayanan yang optimal di hampir seluruh kawasan perindustrian di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah set covering problem. Set covering problem memuat variabel keputusan tentang pos pemadam kebakaran mana yang nantinya akan digunakan untuk menjangkau seluruh area SIER. Pos pemadam kebakaran yang digunakan ada 4 yaitu Pos UPTD III, Pos Kali Rungkut, Pos Kepuh, dan Pos Sukolilo. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa untuk jarak jangkauan 100-1000 meter ke empat pos pemadam kebakaran semuanya bertugas untuk mengamankan. Sedangkan untuk jarak jangkauan 2000 meter hanya 3 pos pemadam kebakaran yang bertugas. Jarak jangkauan 3000 meter, 2 pos pemadam kebakaran yang bertugas. Jarak jangkauan 4000-5000 meter hanya 1 pos pemadam kebakaran yang bertugas.
Optimalisasi Jaringan Supply Chain Untuk Pos Pemadam Kebakaran Di Kawasan Industri SIER Surabaya Indra Dwi Febryanto; Prihono
SNHRP Vol. 2 (2019): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 2 Tahun 2019
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.347 KB)

Abstract

Pengoptimalan jaringan supply chain tidak hanya diperlukan dalam industri manufaktur saja tetapi juga bisa diterapkan dalam menentukan lokasi pos pemadam kebakaran yang efektif dan efisien. Kegiatan merancang jaringan supply chain pos pemadam kebakaran sangat penting untuk dilakukan karena selama ini hampir di seluruh kawasan perindustrian di Indonesia belum terdapat pelayanan kondisi darurat yang sesuai, baik dalam jumlah sarana maupun pemerataan penyebarannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu Untuk mengoptimalkan coverage dari pos pemadam kebakaran yang dijadikan sebagai alternatif. Untuk mengetahui area mana saja yang dapat dicover oleh pos pemadam kebakaran di kawasan industri SIER. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Adapun metode analisis yang digunakan mempunyai fungsi tujuan yaitu Memaksimalkan coverage dari Pos pemadam kebakaran. Luaran dari Penelitian ini nantinya akan diterbitkan ke dalam Jurnal Tibuana Unipa Surabaya. Ada 5 pos pemadam kebakaran yang potensial di kawasan Industri SIER yaitu UPTD III, pos Kali Rungkut, pos Kepuh, pos Sukolilo, dan 1 pos baru. Masing-masing pos pemadam disimulasikan dengan bantuan program Solver Microsoft Excel untuk memaksimalkan jarak coverage pos pemadam dengan seluruh area SIER. Hasil penelitian Untuk jarak 100-800 meter 5 pos pemadam terpilih dengan total 64 area SIER tercover, Untuk jarak 900-1000 meter 4 pos pemadam terpilih dengan total 33 area SIER tercover, untuk jarak 2000 meter 3 pos pemadam terpilih dengan total 6 area SIER tercover, untuk jarak 4000-5000 meter 1 pos pemadam terpilih dengan total 20 area SIER tercover. Kata kunci: coverage, jaringan, supply chain, solver
OPTIMALISASI POTENSI WISATA ALAM 2 MUSIM SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN DESA TAMBAKREJO KECAMATAN KREMBUNG SIDOARJO Dwi Cahya Putri; Annisa Dwi Rahmawati; Siti Ayu Pramudita; Muhammad Ranhaque; Indra Dwi Febryanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i3.18302

Abstract

(KKN) Kuliah Kerja Nyata adalah pengabdian kepada masyarakat. Untuk Melakukan pengembangan dalam bidang pembimbingan pemberdayaan yang dilakukkan, juga memberdayakan masyarakat akan potensi desa yang dimiliki. Obesrvasi atau penelitian yang dilakukan menggunakan metode: (1) tanya jawab, (2) dokumentasi, dan (3) surevey langsung mahasiswa KKN ke lapagan sehingga hasil obeservasi yang didapatkan dapat ditentukan dengan tepat untuk program kerja yang akan dilaksanakan mahasiswa KKN. Desa Tambakrejo secara adminitratif atau data wilayaha kabupaten sidoarjo masuk ke wilayah Kecamatan Krembung. Desa Tambakrejo menjadi desa yang memiliki potensi wisata alam yang dapat dijadikan objek wisata pengembangan desa. Kurangnya promosi dalam bindang sosial media atau teknologi yang dilakukkan pada wisata 2 musim desa tambakrejo. Program mahasiswa KKN Universitas PGRI Adibuana Surabaya melakukan upaya guna mengembangkan desa wisata 2 alam Desa Tambakrejo. Namun di lain itu terdapat beberapa program kerja tambahan untuk wisata alam 2 msuim yaitu : (1) pembuatan pagar pada tempat wisata, (2) bersama-sama melakukkan kerja bakti pembersihan jalan desa tambakrejo, (3) pembuatan dan pemasangan papan petunjuk arah menuju menuju tempat wisata alam 2 musim, (4) memperindah tempat wisata alam 2 musim. karena itu, denganadanya mahasiswa KKN berbagai program kerja KKN yang dapat membantu mengembangkan potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Tambakrejo.
Evaluasi Mesin High Speed Nail Menggunakan Overall Equipment Effectiveness dan Six Big Losses Muhammad Adlfar Ridlo Maulana; Indra Dwi Febryanto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1902

Abstract

Mesin berkecepatan tinggi membutuhkan pengukuran kinerja yang mampu memisahkan kehilangan waktu, kecepatan, dan kualitas agar tindakan perbaikan tidak hanya didasarkan pada jumlah output. Penelitian ini bertujuan mengukur efektivitas mesin High Speed Nail, mengidentifikasi kerugian dominan, serta merumuskan prioritas peningkatan kinerja pada perusahaan paku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus pada satu mesin selama 20 hari kerja pada Maret 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan kepala produksi, teknisi, dan operator, serta dokumentasi waktu produksi, waktu henti, keluaran, kecepatan ideal, dan produk cacat. Analisis dilakukan menggunakan tiga komponen overall equipment effectiveness dan enam kelompok kerugian produksi. Hasil menunjukkan rata-rata ketersediaan 84,86 persen, efisiensi performa 88,97 persen, tingkat kualitas 96,64 persen, dan efektivitas keseluruhan 72,97 persen. Nilai tersebut berada 12,03 poin persentase di bawah acuan kelas dunia 85 persen. Reduced speed losses sebesar 899 menit dan setup and adjustment losses sebesar 678 menit menyumbang 59,37 persen dari seluruh waktu kerugian yang teridentifikasi. Sebanyak 12.160 produk cacat terdiri atas 25,04 persen cacat awal dan 74,96 persen cacat selama produksi. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan mesin harus mengintegrasikan pengurangan waktu setup, pengendalian kecepatan, pemeliharaan berbasis kondisi, dan pengendalian mutu proses. Implikasinya, perusahaan perlu membangun pencatatan kerugian berbasis kejadian dan mengevaluasi efektivitas secara berkala.