Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Asuhan Gizi Pada Pasien Tuberkulosis Paru, Acute Lymphadenitis, Dan Sindrom Nefrotik: Nutritional Care For Patient With Pulmonary Tuberculosis, Acute Lymphadenitis, And Nephrotic Syndrome Vivien Carin; Khoirul Anwar; Sri Irawati; Yeshika Maharani
Binawan Student Journal Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Dan Kerjasama Universitas Binawan (DPPMK Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/57xj1a78

Abstract

Tuberculosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebabkan komplikasi, seperti limfadenitis dan sindrom nefrotik yang terkait dengan pengobatan TB. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan proses asuhan gizi pada pasien anak penderita tuberkulosis, acute lymphadenitis, dan sindrom nefrotik. Studi kasus dilaksanakan pada pasien anak rawat inap di RSUD Kota Tangerang dengan  observasional selama 3 hari dimulai pada tanggal 6 Desember 2023 hingga 8 Desember 2023. Asuhan gizi dilakukan mulai dari pengkajian gizi, diagnosis gizi, intervensi gizi, dan monitoring/evaluasi gizi. Pasien diberikan diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) dan diet garam rendah sebanyak 3 kali makan utama dan 2 kali selingan dengan konsistensi makanan lunak. Penurunan asupan makan terpantau pada pasien dari intervensi hari ke-1 hingga hari ke-3 dikarenakan pasien tidak mengalami nafsu makan dan kondisi disfagia. Perkembangan biokimia tidak terpantau karena tidak ada pemeriksaan yang dilakukan, sedangkan perkembangan fisik/klinis pasien masih mengalami dyspnea, disfagia, dan tidak nafsu makan, serta kondisi takikardia karena denyut nadi mencapai 124x/menit pada hari ke-2 naik menjadi 140x/menit pada intervensi hari ke-3.  Pemantauan secara berkala terkait daya penerimaan makanan dan kondisi penyakit pasien secara bertahap untuk meningkatkan status gizi dan menurunkan tingkat keparahan infeksi penyakit. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi lain selama 3 hari intervensi didapatkan energi 81.9%; protein 138.6%; lemak 105.1%; karbohidrat 61.0%; Na 25.8%; dan Fe 72.5% pada hari ke-1. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi lain pada intervensi hari ke-2, didapatkan energi 52.4%; protein 113.2%; lemak 61.4%; karbohidrat 37.8%; Na 28.9%; dan Fe 92.5%. Tingkat kecukupan energi dan zat gizi lain pada MRS 3, didapatkan energi 24.2 %; protein 38.6%; lemak 25.9%; karbohidrat 20.9%; Na 14.9%; dan Fe 41.0%. 
ANALYSIS OF STUDENT MATHEMATICS REPRESENTATION IN SOLVING MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT PROBLEMS BASED ON MATHEMATICS ABILITY Khofifah Irma Fela Sisyanti; Moh Zayyadi; Ukhti Raudhatul Jannah; Sri Irawati
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 1 No. 1 (2022): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v1i1.23

Abstract

Representation is a form of interpretation of students' thoughts on a problem. One of the evaluation tools organized by the Ministry of Education and Culture is the Minimum Competency Assessment which is used to measure students' cognitive abilities where the aspects measured are reading literacy skills and numeracy literacy. From the results of observations, students are still not ready to face the minimum competency assessment and are still unable to answer mathematical problems mathematically. It is necessary to know how the students' mathematical representation abilities in solving the minimum competency assessment problems. This research is qualitative descriptive research. with data collection techniques in the form of tests and interviews. The subjects in this study were three students with different mathematical abilities taken from class VIII-A of SMPN 1 Pamekasan. The results showed that students with high, medium, and low abilities gave representations of mathematical equations or expressions and representations of words or written texts, but only high and moderate abilities met all indicators. Only students with high math abilities involve precise visual representations, students with moderate math abilities do not correctly involve visual representations and students with low math abilities do not show visual representations
Peningkatan Mutu Produk Frozen Food Etnomath melalui Pendampingan Pengemasan yang Menarik dan Perizinan IRT bagi Kelompok Ibu Nelayan Ema Surahmi; Fetty Nuritasari; Sri Irawati; Lusi Erlina
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4158

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan mutu produk frozen food Etnomath melalui pendampingan pengemasan yang memenuhi standar keamanan pangan serta fasilitasi perizinan Industri Rumah Tangga (IRT). Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu observasi dan identifikasi kebutuhan mitra, edukasi mengenai standar mutu, higiene sanitasi, dan keamanan pangan, pelatihan desain dan teknik pengemasan produk, praktik dan pendampingan proses pengemasan, pendampingan administratif pengurusan izin IRT, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Dalam pelaksanaannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya kebersihan proses produksi, penggunaan kemasan yang aman dan menarik, serta penyusunan label produk yang informatif sesuai ketentuan. Peserta juga didampingi dalam praktik pengemasan dan pemenuhan dokumen legalitas usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan kelompok sasaran dalam menghasilkan kemasan produk yang lebih berkualitas, menarik, dan sesuai regulasi, serta meningkatnya kesiapan dalam memenuhi persyaratan legalitas usaha. Pendampingan ini berkontribusi pada peningkatan daya saing produk frozen food Etnomath dan mendukung keberlanjutan usaha kelompok ibu nelayan.