Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Neuroticism terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Mahasiswa Pengguna Instagram Tiara Rahayuningsih; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.519 KB) | DOI: 10.29313/bcsps.v2i3.3096

Abstract

Abstract. There is a tendency of social media addiction behavior among college students in Bandung with a prevalence of 55.9%, students with high levels of neuroticism tend to waste plenty of time to be online. Thus, this leads to feelings anxiety and fear of being left behind while others people have more valuable experience than theirs. This phenomenon is called Fear of Missing Out (FoMO). Furthermore, the result has a negative impact on their education, mental health and well-being. Therefore, this study aims to obtain empirical data on how much the level of neuroticism affects FoMO, especially students in Bandung whom active on Instagram. This study uses a quantitative approach with a simple regression analysis method among research respondents with the criteria of students aged 18-25 years and actively using Instagram for at least 12 months, through convenience sampling as many as 300 respondents. The measuring tools is the Big Five Inventory from Oliver John in Ramdhani (2012) and the FoMO Scale from Przybylski, Murayama, DeHaan and Gladwell (2013) which have been adapted. Based on the research, it indicates that there is a significant and positive effect between the level of neuroticism and FoMO on Instagram users in Bandung where the Sig value is obtained. 0.000 and the level of neuroticism contributed 15% to the occurrence of FoMO among students. Abstrak. Ditemukan kecenderungan perilaku adiksi media sosial pada mahasiswa di Kota Bandung dengan prevalensi sebesar 55,9%, dimana mahasiswa dengan tingkat neuroticism tinggi cenderung menghabiskan banyak waktu untuk online. Hal ini mengakibatkan munculnya perasaan cemas dan takut tertinggal apabila individu lain mengalami aktivitas yang lebih berharga dari apa yang dialaminya. Fenomena tersebut dapat dikatakan sebagai FoMO. Lebih lanjut, apa yang dirasakan oleh mahasiswa tersebut dapat berdampak buruk pada pendidikan, kesehatan mental juga kesejahteraannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai seberapa besar pengaruh tingkat neuroticism terhadap FoMO pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi sederhana pada responden penelitian dengan kriteria mahasiswa, berusia 18-25 tahun dan aktif menggunakan Instagram minimal 12 bulan terakhir, serta melalui convenience sampling terjaring sebanyak 300 responden. Selain itu, alat ukur yang digunakan ialah Big Five Inventory dari Oliver John dalam Ramdhani (2012) dan FoMO Scale dari Przybylski, Murayama, DeHaan dan Gladwell (2013) yang sudah diadaptasi. Berdasarkan data penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara tingkat neuroticism dengan FoMO pada mahasiswa pengguna Instagram di Kota Bandung dimana diperoleh nilai Sig. 0,000 dan tingkat neuroticism memberikan kontribusi sebesar 15% dalam terjadinya FoMO pada mahasiswa.
Hubungan antara Keterampilan Sosial dengan Problematic Internet Use pada Mahasiswa Kota Bandung Reza Fairuz Hilmy; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5180

Abstract

Abstract. A person with problematic internet use cannot control their impulsive urge to use the internet. The majority of students show symptoms of problematic internet use, which include prolonged internet use for more than six hours and have low social skills. This study is a correlational study with a quantitative approach with Spearman Rank analysis. The purpose of this study is to see how close the relationship between problematic internet use and social skills. The sample in this study were 103 students in Bandung city. The measuring instrument used is social skills developed by Wu (2008), and the Generalised Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS 2) measuring instrument constructed by Caplan (2010). The results showed that there is a relationship between social skills and problematic internet use which is at a weak level and there is a significant negative relationship between social skills variables and problematic internet use. Keywords: Social Skills, Problematic Internet Use, College Students. Abstrak. Seseorang dengan problematic internet use tidak dapat mengendalikan dorongan impulsif mereka untuk menggunakan internet. Mayoritas mahasiswa menunjukkan gejala problematic internet use, yang meliputi penggunaan internet yang berkepanjangan selama lebih dari enam jam dan memiliki keterampilan sosial yang rendah. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan kuantitatif dengan analisi Rank Spearman. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat seberapa erat hubungan antara problematic internet use dan keterampilan sosial. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa di kota Bandung yang berjumlah 103 orang. Alat ukur yang digunakan adalah keterampilan sosial yang dikembangkan oleh Wu (2008), dan alat ukur Generalized Problematic Internet Use Scale 2 (GPIUS 2) yang dikonstruksikan oleh Caplan (2010). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterampilan sosial dengan problematic internet use yang berada pada tingkat yang lemah dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel keterampilan sosial dengan problematic internet use. Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Problematic Internet Use, Mahasiswa.
Hubungan Loneliness dengan Adiksi Media Sosial pada Emerging Adulthood Pengguna Tiktok Kota Bandung Namira Permata; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5311

Abstract

Abstract. The tiktok platform is a social media application that is widely used, excessive use of social media can have a negative impact on its users, one of the negative impacts is the emergence of social media addiction. Excessive use of social media can increase addictive behavior, a factor of excessive use of social media is loneliness. The purpose of this study was to see how closely the relationship between loneliness and social media addiction of tiktok users was by obtaining 302 tiktok user respondents in the city of Bandung. This research is quantitative research. The measuring instrument used for variable 1 Loneliness is UCLA Loneliness Scale compiled by [1] and variable 2 Social Media Addiction is using Bergen Social Media Addiction compiled by [2]. This study uses the Pearson correlation method. The data was processed using the SPSS application, and obtained a p-value (Sig.) 0.000 < = 0.005. It can be concluded that there is a close relationship between loneliness and social media addiction. The correlation value is 0.571, the relationship between the two variables is positive or positive correlation, which means it is increasing. Abstrak. Platform tiktok adalah sebuah aplikasi media sosial yang banyak di gunakan, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memberikan dampak negatif pada penggunanya, salah satu dampak negatifnya adalah timbulnya Adiksi media sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan perilaku adiksi, faktor dari penggunaan media sosial yang berlebihan yaitu kesepian. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat seberapa erat hubungan antara kesepian dengan adiksi media sosial pengguna tiktok dengan memperoleh 302 responden pengguna tiktok di kota Bandung. Penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Alat ukur yang digunakan untuk variabel 1 Loneliness yaitu UCLA Loneliness Scale disusun oleh [1] dan variabel 2 Adiksi Media Sosial yaitu menggunakan Bergen Social Media Addiction yang disusun oleh [2]. Penelitian ini menggunakan metode korelasi pearson. Data diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS, dan diperolah nilai p-value (Sig.) 0.000 < α = 0. 005 dapat disimpulkan terdapat hubungan erat antara kesepian dengan adiksi media sosial. Nilai korelasinya adalah 0,571, hubungan antara kedua variabel tersebut adalah bersifat positif atau korelasi positif, yang artinya semakin meningkat.
Hubungan Stress Parenting dengan Regulasi Emosi Ayah pada Masa Pandemi Covid-19 SALSA ALTASYA ANDINIE; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5347

Abstract

Abstract. To reduce the impact of the COVID-19 pandemic, the PSBB was implemented, which included a temporary school closure policy. Since the implementation of the home study system, parents have become stressed in parenting, which is called Stress Parenting. This can lead to violence against children. And this child abuse can be caused by a lack of Emotion Regulation ability in dealing with parenting stress during the COVID-19 pandemic. The purpose of this study was to find out how closely the relationship between Stress Parenting and Father's Emotion Regulation was during the COVID-19 pandemic. This study has 112 respondents whose parents are male or fathers in the city of Bandung, West Java. This study uses the Parental Stress Scale (PSS) for Stress Parenting and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) for Emotion Regulation. This research is a quantitative research with the Sperman Rank correlation method, with the value of the correlation coefficient obtained is 0.928 > 0.05. Where it can be concluded that there is no relationship between Stress Parenting and father's emotional regulation during the COVID-19 pandemic. Abstrak. Untuk mengurangi dampak pandemi COVID-19 diberlakukanlah PSBB yang didalamnya terdapat kebijakan penutupan sekolah sementara. Sejak diberlakukannya sistem belajar di rumah, membuat orang tua menjadi stres dalam mengasuh anak yang disebut Stress Parenting. Hal itu dapat menimbulkan kekerasan pada anak. Dan kekerasan pada anak tersebut dapat disebabkan oleh kurangnya kemampuan Regulasi Emosi dalam menangani stres pengasuhan selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara Stress Parenting dengan Regulasi Emosi Ayah pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini memiliki 112 responden orang tua laki-laki atau Ayah di kota Bandung Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan Alat ukur Parental Stress Scale (PSS) untuk Stress Parenting dan alat ukur Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk Regulasi Emosi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasi Rank Sperman, dengan nilai Koefisien Korelasi yang diperoleh sebesar 0,928 > 0,05. Dimana dapat disimpulkan Tidak terdapat hubungan antara Stress Parenting dengan regulasi emosi ayah pada masa pandemi COVID-19 ini.
Pengaruh Anonimitas terhadap Perilaku Cyberbullying pada Remaja Akhir di Bandung Asri Nur Samsiah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5362

Abstract

Abstract. Every year crime through social media has increased and currently what is happening is cyberbullying behavior due to anonymity factors that make perpetrators free to carry out their actions. The purpose of this study is to find out how anonymity affects cyberbullying behavior. This study was conducted on 100 late teenage social media users in Bandung. This research is a quantitative research with the techniques used, namely convenience sampling and simple linear regression analysis methods. The anonymity measuring tool uses a theory from Barlett & Gentille (2015) which has been adapted by Saefudin (2019) while cyberbullying uses a Measuring Tool from Willard (2007) called SAS (Student Assessment Survey) and has been adapted in a questionnaire called KISI by Febrianti (2014). The results showed a significance value of 0.000 with an R-square of 0.504 which means that 50.4% of anonymity affects cyberbullying. Abstrak. Setiap tahun kejahatan melalui media sosial mengalami peningkatan dan saat ini yang sedang marak terjadi adalah perilaku cyberbullying karena faktor anonimitas yang membuat pelaku bebas melakukan aksinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh anonimitas terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini dilakukan pada 100 remaja akhir pengguna media sosial di Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik yang digunakan yaitu convenience sampling dan metode analisis regresi linear sederhana. Alat ukur anonimitas menggunakan teori dari Barlett & Gentille (2015) yang telah diadaptasi oleh Saefudin (2019) sedangkan cyberbullying menggunakan Alat Ukur dari Willard (2007) yang bernama SAS (Student Assesment Survey) dan telah diadaptasi dalam kuesioner yang bernama KISI oleh Febrianti (2014). Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,000 dengan R-square 0,504 yang artinya sebesar 50,4% anonimtas mempengaruhi cyberbullying.
Pengaruh Mindfulness Based Cognitive Therapy (MBCT) dalam Meningkatkan Post-Traumatic Growth (PTG) Hanna Nurhasanah; Dewi Sartika; Indri Utami Sumaryanti
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12358

Abstract

Saat menghadapi kematian seseorang terutama anggota keluarga yang dekat, seringkali keyakinan individu terhadap dunia menjadi berubah. Untuk melewati perubahan tersebut, individu harus mampu membangun kembali keyakinan dan pandangannya terhadap dunia. Kematian anggota keluarga inti atau seseorang yang dicintai dalam kondisi pandemi Covid-19 menjadi suatu beban krisis yang bisa berbeda dari biasanya. Proses berduka merupakan sesuatu yang wajar untuk dilalui, namun bisa menjadi sebuah gangguan patologis jika tidak ditangani dengan baik. Saat mampu diatasi dengan baik, kematian seseorang dapat memicu pertumbuhan pribadi seperti posttraumatic growth (PTG). PTG mengacu pada pengalaman perubahan positif yang terjadi sebagai akibat dari perjuangan dengan krisis kehidupan. Dalam membantu proses individu memodifikasi keyakinan atau kognitifnya, Mindfulness-Based Cognitive Therapy (MBCT) dinilai mampu membantu individu berfokus pada kondisi saat ini tanpa memberikan penilaian berlebih pada apa yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah MBCT mampu meningkatkan PTG pada individu yang mengalami kematian anggota keluarga inti karena Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan rancangan single case experimental design dengan membandingkan pengukuran sebelum dan sesudah treatment dilakukan. Subjek penelitian ini adalah individu dewasa awal (usia antara 18-40 tahun). Penelitian ini melibatkan dua orang subjek dengan hasil terdapat peningkatan pada skor Posttraumatic Growth Inventory (PTGI) setelah diberikan treatment dengan peningkatan rata-rata 10%.
Efektivitas Positive Cognitive Behavioral Therapy terhadap Penurunan Depresi Pada Prajurit TNI-AD Siti Adani Larasati; Dewi Sartika; Indri Utami Sumaryanti
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12370

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Positive Cognitive Behavioral Therapy terhadap penurunan depresi pada tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat yang memiliki disabilitas tingkat II akibat kecelakaan dalam tugas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan disain penelitian the one group pretest-posttest design dengan jumlah subjek sebanyak tiga orang (n=3). Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test untuk menguji perbedaan skor depresi sebelum dan sesudah terapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Positive Cognitive Behavioral Therapy (Positive-CBT) mampu menurunkan depresi pada Prajurit TNI yang mengalami disabilitas tingkat II akibat kecelakaan dalam tugas. Akan tetapi, penurunan ini secara statistik tidak signifikan apabila dilihat dari nilai Asymp.sig (Two-sided p) 0.118 dengan signifikansi 0.05%. Uji statistik tidak dapat terdeteksi secara jelas dan akurat untuk sampel sedikit (n=3).
Pengaruh Skills Group Dialectical Behavior Therapy terhadap Penurunan Disregulasi Emosi Ibu Rahmi Habibah; Indri Utami Sumaryanti
Jurnal Riset Psikologi Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v3i1.1849

Abstract

Abstract. Violence committed against children is still a problem that has not been fully resolved until now. There are still many cases of violence experienced by children and continue to increase every year. There are various research results which state that violence against children is often carried out by the closest people around the child their mothers. One factor that cause mothers to commit violence against their children is emotional dysregulation, namely difficulties in controlling emotional responses. Until now, emotion regulation skills are still underutilized as an intervention in parenting. Skills Group Dialectical Behavior Therapy is a psychological intervention developed by Marsha Linehan to deal with problems related to emotional dysregulation and behavioral disorders. The purpose of this study was to determine and obtain empirical data regarding the effect of giving skills group dialectical behavior therapy to reduce emotional dysregulation experienced by mothers who commit violence against children. This study used a one group pretest and posttest design with a total of 4 research subjects. Measurements on maternal emotional dysregulation using the Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Data analysis in this study used Wilcoxon Signed-Ranks. The results showed a significance value of 0.068 (p<0.1) which indicates that there is an effect of giving Skills Group Dialectical Behavior Therapy to decrease emotional dysregulation in mothers who abuse children. Abstrak. Kekerasan yang dilakukan kepada anak masih menjadi permasalahan yang belum bisa teratasi sepenuhnya hingga saat ini. Masih banyak kasus kekerasan yang dialami anak dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Terdapat berbagai hasil penelitian yang menyatakan bahwa kekerasan terhadap anak seringkali dilakukan oleh orang-orang terdekat salah satunya dilakukan oleh ibu. Salah satu faktor yang menyebabkan ibu melakukan kekerasan terhadap anak adalah disregulasi emosi, yaitu kesulitan dalam mengontrol emosi. Hingga saat ini keterampilan meregulasi emosi masih kurang dimanfaatkan sebagai intervensi dalam pengasuhan. Skills Group Dialectical Behavior Therapy merupakan suatu intervensi psikologi yang dikembangkan oleh Marsha Linehan untuk menangani permasalahan terkait disregulasi emosi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendapatkan data empirik mengenai pengaruh pemberian skills group dialectical behavior therapy untuk menurunkan disregulasi emosi pada ibu yang melakukan kekerasan terhadap anak. Penelitian ini menggunakan one group pretest dan posttest design dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 4 orang. Pengukuran terhadap disregulasi emosi ibu dilakukan dengan menggunakan Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Wilcoxon Signed-Ranks. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,068 (p<0,1) yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari pemberian Skills Group Dialectical Behavior Therapy terhadap penurunan disregulasi emosi pada ibu yang melakukan kekerasan terhadap anak.
Intervensi Aku Anak Hebat Berbasis Body Safety Training untuk Meningkatkan Self Awareness terhadap Situasi Berpotensi Kekerasan Seksual Zebina Afnan Naila; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9985

Abstract

Abstract. The high rate of child sexual abuse in West Java is partly due to children's low self-awareness of their physical, mental and environmental conditions. Self awareness is the ability to understand their own relationship with their environment, with many people, and with events that interact in daily life (Waitley, 1997). One of the prevention efforts can be done through the provision of the intervention program Aku Anak Hebat based on Body Safety Training (Sumaryati and research team, 2022) adapted from Body Safety Training (Wurtele, 1986). This intervention program contains important information that children should know to keep their bodies safe from potential sexual violence situations. The approach used was quantitative, with a Quasi experimental research method and Pre experimental one group pretest-posttest design. This research was conducted at X public elementary school involving 18 research subjects. Data analysis was carried out with the Paired Sample T Test test. The results showed a significance value of 0.03 <0.05, which means that there is an effect of providing the Aku Anak Hebat intervention on increasing Self Awareness in grade 2 children at X public elementary school. Abstrak. Tingginya angka kekerasan seksual pada anak di Jawa Barat salah satunya disebabkan oleh rendahnya self awareness anak terhadap kondisi fisik, mental, dan lingkungan sekitarnya. Self awareness adalah kemampuan untuk memahami hubungan mereka sendiri dengan lingkungan mereka, dengan banyak orang, dan dengan peristiwa yang berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari (Waitley, 1997). Salah satu upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian program intervensi Aku Anak Hebat berbasis Body Safety Training (Sumaryati dan tim riset, 2022) yang diadaptasi Body Safety Training (Wurtele, 1986). Program intervensi ini berisi informasi penting yang harus anak ketahui untuk menjaga keamanan tubuhnya dari situasi berpotensi kekerasan seksual. Pendekatan yang digunakan kuantitatif, dengan metode penelitian Quasi experimental dan desain Pre experimental one group pretest-posttest. Penelitian ini dilakukan pada sekolah dasar negeri X dengan melibatkan 18 subjek penelitian. Olah data dilakukan dengan uji Paired Sample T Test. Hasil menunjukkan nilai signifikansi 0,03 < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh dari pemberian intervensi Aku Anak Hebat terhadap meningkatnya Self Awareness pada anak kelas 2 di sekolah dasar negeri X.
Gambaran Father Involvement pada Remaja di Kota Bandung Sarah Nurul Fathanah; Indri Utami Sumaryanti
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10012

Abstract

Abstract. Late adolescence shows major problems with eating problem, school, aggression, substance use, depression and sexual relationships. Father involvement is particularly important as a mentor and protector for adolescents. The city of Bandung has shown strong interest in father involvement as evidenced by the establishment of a father's school and programs specifically aimed for fathers. This study aims to describe father involvement among late adolescents in Bandung City. The research used descriptive study method with quantitative approach. The measuring instrument used is the Perceived Father Involvement Inventory (PFII) which measures father involvement from the child's perspective. Data analysis used descriptive statistics. The results showed that most fathers in Bandung City showed high involvement (50.1%) with the highest dimension shown in paternal responsibility or the father's ability to be responsible for adolescents and their families (Mean = 72.774) and the lowest dimension was paternal engagement or direct activity/interaction with adolescents (Mean = 69.838). Abstrak. Pada masa remaja akhir menunjukkan adanya permasalahan-permasalahan utama dalam masalah makan, sekolah, agresi, penggunaan/penyalahgunaan obat-obatan, depresi dan hubungan seksual. Keterlibatan ayah (father involvement) menjadi penting khususnya sebagai pembimbing dan pelindung bagi remaja. Kota Bandung menunjukkan perhatian yang kuat dalam masalah keterlibatan ayah dilihat dari dibentuknya sekolah ayah dan program-program yang khusus ditujukan bagi ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan father involvement pada remaja akhir di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode studi deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Alat ukur yang digunakan adalah Perceived Father Involvement Inventory (PFII) yang mengukur keterlibatan ayah dari perspektif anak. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar Ayah di Kota Bandung menunjukkan keterlibatan yang tinggi (50,1%) dengan dimensi tertinggi ditunjukkan pada paternal responsibility atau kemampuan ayah dalam bertanggung jawab pada remaja dan keluarganya (Mean=72,774) serta dimensi terendahnya adalah paternal engagement atau aktivitas/interaksi langsung dengan remaja (Mean=69,838).