Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGARUH FASILITAS WISATA DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGUNJUNG DI TAMAN MARGASATWA RAGUNAN JAKARTA Rosita, Rosita; Marhanah, Sri; Wahadi, Woro Hanoum
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Indonesia Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Resort dan Leisure
Publisher : Manajemen Resort dan Leisure

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jurel.v13i1.2134

Abstract

ANALISIS KOMPARASI PERSEPSI ATRIBUT KUALITAS RESTORAN ANTARA PELANGGAN YANG PUAS DENGAN PELANGGAN YANG KURANG PUAS DI RESTORAN JEPANG ALL YOU CAN EAT Palupi, Retno; Kusumah, Ahmad Hudaiby Galih; Rosita, Rosita
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 2
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i2.13764

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini: 1) mengidentifikasi pengaruh atribut kualitas restoran terhadap tingkat kepuasan pelanggan secara keseluruhan di restoran Jepang all you can eat, 2) menganalisis perbedaan terhadap persepsi atribut kualitas restoran antara pelanggan yang puas dengan pelanggan yang tidak terlalu puas di restoran Jepang all you can eat. Data didapat melalui kuesioner yang dibuat melalui google form, lalu memberikan link dari google form dan didistribusikan melalui media sosial seperti Line dan Instagram kepada 250 responden. Metode analisis yang digunakan adalah regresi logistik dan U-Test. Berdasarkan analisis tersebut, diperoleh hasil regresi logistik yaitu respon yang empatik adalah sub atribut yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap tingkat kepuasan pelanggan. Dan hasil U-Test diperoleh hasil yaitu tidak adanya perbedaan terhadap persepsi atribut kualitas restoran antara pelanggan yang puas dengan pelanggan yang tidak terlalu puas. Sub atribut harga dapat dimungkinkan menjadi atribut yang dapat menentukan perbedaan terhadap persepsi atribut kualitas restoran.Kata Kunci: Persepsi Pelanggan, Kepuasan, dan Kualitas Restoran.  COMPARATIVE ANALYSIS OF PERCEPTION OF RESTAURANT QUALITY BETWEEN SATISFIED CUSTOMER WITH MEDIUM-LOW SATISFIED CUSTOMERS IN JAPANESE RESTAURANT ALL YOU CAN EAT ABSTRACTThe purpose of this study: 1) to identify the effect of restaurant quality attribute on overall customer satisfaction level in Japanese restaurant all you can eat, 2) to analyze the difference to perception of restaurant quality attribute between satisfied customer and less satisfied customer in Japanese restaurant all you can eat. Data obtained through questionnaires made through google form, then provide links from google form and distributed through social media such as Line and Instagram to 250 respondents. The method of analysis used is logistic regression and U-Test. Based on the analysis, obtained the result of logistic regression that is empatic response is sub attribute that have influence significantly to level of customer satisfaction. And result of U-Test obtained result that is no difference to perception attribute of restaurant quality between customer satisfied with customer which not too satisfied. Sub attribute price can be an attribute that can determine the difference to the perception of restaurant quality attributes.Keywords: Customer Perception, Satisfaction, and Restaurant Quality.
PENGARUH PEMAHAMAN LINGKUNGAN TERHADAP PERILAKU VANDALISME PENGUNJUNG TAMAN TERAS CIKAPUNDUNG DAN TAMAN LANSIA BANDUNG Witami, Rizki Widya; Rosita, Rosita; Marhanah, Sri
Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and Recreation Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jithor.v1i1.13289

Abstract

Taman Teras Cikapundung dan Taman Lansia merupakan dua dari beberapa taman di Kota Bandung yang terdapat perilaku vandalisme, di lokasi tersebut dapat ditemukan sampah yang berserakan, fasilitas atau properti taman yang rusak, atau coretan-coretan tangan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman lingkungan terhadap perilaku vandalisme pengunjung Taman Teras Cikapundung dan Taman Lansia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, melalui teknik random sample sebanyak 100 responden disetiap taman. Teknik analisa yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa korelasi antar variabel didapatkan angka 0,381 untuk Taman Teras Cikapundung dan 0,333 untuk Taman Lansia, nilai tersebut termasuk dalam korelasi yang lemah. Dalam penelitian ini didapatkan pemahaman lingkungan di Taman Teras Cikapundung berpengaruh terhadap penurunan tingkat vandalisme sebesar 14,5% dan 11,10% untuk Taman Lansia, sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Melihat hal tersebut, maka disarankan perlunya ditanamkan pemahaman mengenai lingkungan sejak dini pada masyarakat guna mengurangi tingkat vandalisme.Kata Kunci : Pemahaman Lingkungan, Perilaku Vandalisme, dan Taman Kota
PENGARUH PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DESA WISATA CIBURIAL KABUPATEN BANDUNG Anggi Ratna Juwita; Fitri Rahmafitria; Rosita -
Tourism Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/tsj.v3i1.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat yang berdomisili di sekitar Desa Wisata Ciburial mengenai keberadaan desa sebagai desa wisata dan keberadaan daya tarik disekitar desa. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi partisipasi masyarakat Desa Ciburial terhadap kegiatan wisata yang terjadi di kawasan Desa Wisata Ciburial serta menganalisis bagaimana pengaruh persepsi tersebut terhadap partisipasi masyarakat di Desa Wisata Ciburial. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode analisis regresi sederhana dengan menjadikan masyarakat Desa Ciburial sebanyak seratus orang sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian, menemukan bahwa program pengembangan tidak akan berjalan baik jika masyarakat belum memahami apa itu desa wisata. Masyarakat diharapkan dapat lebih kreatif dalam melakukan inovasi dan memanfaatkan hasil bumi serta kreatifitas masyarakat khas Desa Ciburial agar Desa Wisata Ciburial dapat dipilih karena memiliki ciri khas dan dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat. Kata Kunci: Persepsi, Partisipasi, Masyarakat, Desa Wisata.Kata Kunci: Persepsi, Partisipasi, Masyarakat, Desa Wisat
PEMAHAMAN TENTANG EKOLITERASI DAN PERSEPSI KELOMPOK SADAR WISATA (POKDARWIS) TERHADAP IMPLEMENTASI CHSE (CLEAN, HEALTH, SAFETY & ENVIROMENTAL SUSTAINABILITY) DI KAWASAN GEOPARK GLOBAL CILETUH PALABUHANRATU Ahmad Yani; Asep Mulyadi; Rosita Rosita
Jurnal Samudra Geografi Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jsg.v5i1.4784

Abstract

Ciletuh Palabuhanratu is a tourist destination area that has received a UNESCO Geopark certificate. However, the people in it still lack awareness and concern for cleanliness, health, safety, and the environment. Therefore, it is necessary to raise awareness and concern for the environment. The application of environmental awareness in the CHSE (Clean, Health, Safety & Environmental Sustainability) program needs to be carried out in every tourism service unit through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis). The question posed in this research is how is the perception of Pokdarwis members and the community towards the implementation of CHSE in the Ciletuh Palabuhanratu Geopark Area? The method used is a survey with 90 respondents. The results showed that the perception of Pokdarwis members and the community towards the implementation of CHSE was relatively good. Researchers recommend making strict rules to maintain environmental sustainability and security in the Ciletuh Palabuhanratu Global Geopark Area.
KOMPARASI PERSEPSI KEPUASAN TAMU SECARA LISAN DAN TERTULIS KETIKA MENGINAP DI HOTEL BINTANG EMPAT Dian Tiur Ulina Pakpahan; A.H.G Kusumah; Rosita Rosita
Jurnal Manajemen Perhotelan Vol. 5 No. 2 (2019): SEPTEMBER 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.875 KB) | DOI: 10.9744/jmp.5.2.94-101

Abstract

Kepuasan akan terjadi ketika harapan yang terbentuk sesuai dan/atau melebihi kenyataan yang diterima. Begitu pun sebaliknya, ketika harapan yang terbentuk tidak sesuai dengan kenyataan yang diterima akan menimbulkan ketidakpuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kepuasan dan ketidakpuasan tamu secara tertulis dan lisan pada hotel bintang empat di Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik purposive sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa ulasan online dan data primer berupa hasil wawancara dengan narasumber. Dalam penelitian ini, ulasan online yang terkumpul berasal dari situs TripAdvisor dan Google Review dengan jumlah 104 ulasan dari lima hotel bintang empat yang ada di Bandar Lampung. Sedangkan narasumber terdiri dari 14 orang dengan kriteria sudah pernah menginap minimal di salah satu hotel bintang empat di Bandar Lampung. Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan kepuasan dan ketidakpuasan tamu jika disampaikan secara tertulis dan lisan. Elemen yang bisa memberikan kepuasan dan ketidakpuasan untuk tamu lebih banyak ditemukan saat disampaikan secara lisan. Ketika menyampaikan melalui tulisan, tamu cenderung menyampaikannya secara singkat, tetapi ketika menyam­paikan kepuasan dan ketidakpuasannya secara lisan, tamu dirasa lebih detail menyampaikan keseluruhan pengalamannya. Namun, ketika menyampaikan secara lisan, tamu cenderung lebih sering menyampaikan kepuasan dibandingkan ketidakpuasan. Untuk itu, diharapkan untuk pihak manajemen hotel bintang empat di Bandar Lampung agar secara berkala melakukan survei secara langsung kepada tamu yang sedang menginap untuk mengetahui kepuasan dan ketidakpuasan yang dirasakan sehingga bisa mempertahankan elemen yang sudah baik dan memperbaiki elemen yang dianggap masih kurang
Integrating PjBL and service-learning to improve 21st-century skills in tourism education R. Rosita; Armandha Redo Pratama; Erry Sukriah; Rudi Susilana; R. Rusman
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 3 (2024): Inovasi Kurikulum, August 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i3.69249

Abstract

Students must master 21st-century skills in preparation for success in a digital society. The development of these skills is closely related to deep learning, such as analytical reasoning, problem-solving, and teamwork. Learning models such as PjBL and service-learning are two constructivist learning models that have the potential to improve student learning outcomes in all cognitive, affective, and psychomotor aspects. This research aimed to assess tourism students’ learning outcomes in these three aspects in one of the courses that integrate PjBL and service-learning. The assessment results showed optimal learning outcomes in all three aspects of competency. These findings support the results of previous studies regarding the effectiveness of using PjBL and service-learning. Achieving optimal learning outcomes using these two learning models requires teachers who are ready to be open to changes in teaching practices, and flexible in planning students' learning experiences. However, there are still several significant obstacles in the implementation process that need further research.  AbstrakKeterampilan abad 21 harus dikuasai siswa sebagai persiapan untuk sukses dalam masyarakat digital yang berubah cepat. Pengembangan keterampilan ini terkait erat dengan pembelajaran mendalam, seperti penalaran analitik, pemecahan masalah, dan kerja tim. Model pembelajaran seperti PjBL dan service-learning merupakan dua model pembelajaran konstruktivis yang memiliki potensi meningkatkan capaian pembelajaran siswa di semua aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik yang mendukung keterampilan abad 21. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian pembelajaran mahasiswa di ketiga aspek tersebut pada mata kuliah yang menerapkan penggabungan PjBL dan service-learning di Program Studi Manajemen Resort Leisure, Universitas Pendidikan Indonesia. Hasil evaluasi menunjukkan capaian pembelajaran yang optimal di ketiga aspek kompetensi. Mahasiswa mampu mencapai tingkat teratas capaian pembelajaran baik pada aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini berarti pencapaian yang diperlukan pada tingkat yang lebih rendah pun telah berhasil dicapai. Meskipun demikian, pencapaian learning outcome yang optimal menggunakan kedua model pembelajaran ini membutuhkan pengajar yang siap bersikap terbuka terhadap perubahan dalam praktik pengajaran, dan fleksibel dalam merencanakan pengalaman belajar siswa.Kata Kunci: capaian pembelajaran; pendidikan pariwisata; project-based learning; PjBL; service-learning
Curriculum evaluation in tourism education: Assessing the fulfillment of OBE principles Rosita, Rosita; Susilana, Rudi; Rusman, Rusman; Rosliana, Lina
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 29 No. 2 (2025)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v29i2.91567

Abstract

The shift toward Outcome-Based Education (OBE) in higher education requires tourism programs to conduct systematic curriculum evaluations to ensure relevance to evolving societal needs. This study evaluates the fulfillment of OBE principles in the Resort and Leisure Management (MRL) Program using the Stufflebeam’s CIPP (Context, Input, Process, Product) model. The evaluation analyzed the program’s curriculum document, 30 lesson plans, observed 18 courses, and conducted interviews and FGDs with lecturers, students, and program leaders. Context evaluation findings indicate that 9 of 10 PLOs lack measurable performance demonstrations with less than half of CLOs consistently aligned with PLOs. Input evaluation supports the feasibility of a redesigned backward curriculum structure, while process evaluation highlights implementation gaps, particularly the predominance of lecture-based teaching, underutilization of digital learning systems, and administrative challenges in applying criteria-based assessments. Product evaluation confirms that although the curriculum is structurally OBE-compliant, its practical enactment does not yet guarantee authentic demonstration of graduate competencies. The study contributes empirical evidence showing the gap between curriculum documentation and instructional reality in tourism education. It also demonstrates the utility of the CIPP model as a system-oriented approach for improving OBE implementation.