Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perbedaan Strategi Talking Stick dan Numbered Heads Together (NHT) pada Mata Pelajaran IPS Siti Halimatus Sakdiyah; Achmad Maulana Malik Jamil; Harun Harun
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 8 No 1 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.398 KB) | DOI: 10.21067/jip.v8i1.2247

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari hasil belajar siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan model Numbered Head Together (NHT) siswa kelas IV. Hal ini dilakukan karena proses pembelajaran IPS dikelas IV SDN Gadang 4 Malang masih menggunakan metode ceramah, hafalan dan pemberian tugas, dimana guru menerangkan sedangkan siswa mendengarkan, mencatat, dan mengerjakan tugas. Keterlibatan siswa disini adalah keterlibatan pasif, komunikasi terjalin satu arah, hal ini yang menyebabkan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini dirancang menggunakan Quasi Experiment. Dengan desain penelitian Nonequivalen Control Group Design. Variabel bebasnya model pembelajaran Talking Stick dan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Variabel terikatnya hasil belajar IPS. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Gadang 4 Malang, dengan jumlah 44 siswa. Pengambilan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Kelas IVA sebagai kelas eksperimen 1 yang berjumlah 22 siswa dan kelas IVB sebagai kelas eksperimen 2 yang berjumlah 22 siswa. Untuk mengumpulkan data tersebut diperlukan tes dan uji hipotesisnya menggunakan Uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : ada perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan Numbered Heads Together (NHT) pada pelajaran IPS kelas IV SDN Gadang 4 Malang, dengan nilai signifikansi 0,035 < 0,05 dan Fhitung sebesar 0,264. Jika sig > 0,05 maka Ho = diterima , dan jika sig < 0,05 maka Ho = ditolak. Artinya bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Jika Ho ditolak maka ada perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang diajar menggunakan model Talking Stick dengan siswa yang diajar menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran Talking Stick dan Numbered Heads Together (NHT) pada pelajaran IPS kelas IV SD Negeri 1 Brongkal Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang.
Hubungan multiple intelligences pada unsur intrapersonal dengan IPK mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang Mustika Arif Jayanti; Achmad Maulana Malik Jamil
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.78 KB) | DOI: 10.17977/um017v24i22019p119

Abstract

This study aimed to know the correlation between intrapersonal intelligence and Geography Education students’ GPA from Kanjuruhan University from class 2015 of Kanjuruhan Malang University. This study used quantitative approach with the type of, correlational research. The independent variable was intrapersonal intelligence and the dependent one was students’ GPA. The subject for this study were Kanjuruhan University students of class 2015, Malang. The samples for this study ware 200 students. The result showseds that there were a positive correlation between intrapersonal intelligence and Geography Education students’ GPA from Kanjuruhan University of class 2015, Malang, shown by r hitung equals 0,990 and r tabel with N = 200 by the significance of 5% equals 0,138. So r hitung > r  tabel (0,990 > 0,138). This result categorized as a high correlation. There is a correlation between intrapersonal intelligence and Geography Education students’ GPA from Kanjuruhan University of class 2015, Malang.Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan intrapersonal dengan IPK mahasiswa Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang Angkatan 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini variabel bebas yaitu kecerdasan intrapersonal dan variabel terikat yaitu IPK mahasiswa. Subjek penelitian ini mahasiswa angkatan 2015 Pendidikan Grografi Universitas Kanjuruhan Malang. Sampel penelitian yaitu 200 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kecerdasan intrapersonal dengan IPK mahasiswa angkatan 2015 Pendidikan Geografi Universitas Kanjuruhan Malang yang dapat ditunjukkan dengan harga r hitung sebesar 0,990 sedangkan r tabel dengan N = 200 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,138 sehingga r hitung > r  tabel (0,990 > 0,138). Hasil penelitian ini termasuk dalam kategori korelasi tinggi. Ada hubungan positif antara kecerdasan intrapersonal dengan IPK mahasiswa Pendidikan Geografi. DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v24i22019p119
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN RUKO DI KOTA MALANG Achmad Maulana Malik Jamil; Mustika Arif Jayanti
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.801 KB)

Abstract

Pembangunan perkotaan semakin berkembang terutama di pusat kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan wadah aktivitas akibat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perencanaan kota harus berpacu dengan pembangunan fisik bangunan serta sarana dan prasarana kota lainnya. Perencanaan pusat perdagangan harus disesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang ada. Hal ini berlaku juga di Kota Malang. Perilaku dan karakteristik perdagangan di Kota Malang di antaranya berupa berkembangnya tataguna lahan perdagangan dalam bentuk rumah toko. Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah mulai ditinggalkannya peruntukan lahan yang bersifat tunggal. Pemanfaatan lahan saat ini cenderung bersifat majemuk, secara terpadu, dan berskala besar. Pemanfaatan lahan majemuk ini juga merupakan suatu bentuk aglomerasi dari fasilitas perdagangan. Bentuk ini dapat dilihat pada penyediaan fasilitas perdagangan yang berbentuk toko-toko yang berjejer di kawasan perdagangan. Terjadinya perubahan fungsi dari pemanfaatan ruko di Kota Malang, yang pada awalnya dipergunakan untuk rumah-toko dalam pemanfaatannya terbagi menjadi: toko-kantor-gudang dan ruko. Berkembangnya pembangunan dan bervariasinya pemanfaatan ruko di Kota Malang, maka rumusan permasalahan yang menjadi dasar kajian penelitian yaitu: 1) Bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemanfaatan ruko di Kota Malang?; 2) Bagaimana pola persebaran ruko di Kota Malang?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif, serta mengambil 10% sebagai sejumlah 117 ruko, dengan menggunakan metode analisis crosstabs dan chi square. Faktor yang memiliki pengaruh yang kuat dalam pemanfaatan ruko yaitu kedekatan dengan pusat kota, kedekatan dengan permukiman, kedekatan dengan pasar, disamping itu pemanfaatan ruko yang berupa kantor dan toko sangat dipengaruhi oleh kedekatan dengan kantor dan kedekatan dengan pasar, sedangkan untuk pemanfaatan yang lain cenderung acak. Rekomendasi dari penelitian ini ialah perlu dikaji lagi baik dari perspektif pengembang dan pengguna dalam hal pemanfaatan ruko agar tidak terjadi perubahan fungsi ruko, jadi dalam penjualannya lebih diarahkan ruko–toko atau kantor, agar terjadi keseragaman dalam pemanfaatannya yang bertujuan agar terciptanya aglomerasi pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan di sekitarnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 DI SMA AL-RIFA’IE GONDANGLEGI MALANG Dewi Rafika; Siti Halimatus Sakdiyah; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 1 (2017): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar siswa melalui penerapan pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dengan pokok bahasan Kearifan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam, sedangkan pada siklus II dengan pokok bahasan AMDAL dan Ekolabel. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi yang berjumlah 28 siswa perempuan. Metode pengumpulan data berupa metode tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 52 dengan kategori cukup kritis, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 75 dengan kategori kritis. Hasil belajar siswa siklus I adalah 52 dengan kategori cukup baik sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi 75 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS 2 di SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Kolaboratif Pada Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Wilayah Peri Urban Kota Malang Mustika Arif Jayanti; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.821 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i1.3852

Abstract

Abstrak: Perkembangan kota yang terjadi dewasa ini sangat cepat dan merata diseluruh indonesia. Kota Malang salah satunya yang merupakan kota terbesar nomor dua di Provinsi Jawa Timur. Setiap perkembangan kota pasti akan berdampak pada munculnya permasalahan wilayah, tidak hanya di wilayah pusat kota namun juga di wilayah pinggiran kota atau disebut juga dengan istilah peri urban. Bertambahnya permukiman terutama di Kawasan Peri Urban sejalan dengan semakin padatnya penduduk berdampak pada munculnya titik-titik banjir. Banjir merupakan fenomena alam berupa naiknya air di suatu kawasan sehingga menutupi permukaan kawasan tersebut yang disebabkan oleh berbagai faktor, meliputi faktor fisik dan non fisik. Munculnya banjir dikota Malang yang terjadi dewasa ini seperti ditemui di Jalan Simpang Borobudur, Jalan Sukarno Hatta, Jalan S Parman. Mayoritas terjadi di daerah peri urban yang berkembang dan cenderung kurang terkontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian survey yang berbasis pada pemodelan berbasis Sistem Informasi Geografis Kolaboratif. Penelitian dilaksanakan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan data yang diambil secara langsung dilapangan dengan bantuan partisipasi masyarakat terkait updating data mengenai bencana banjir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penerapan teknik pemetaan partisipatif untuk pemetaan rawan banjir dengan melibatkan narasumber yang berkompeten dibidang kebencanaan baik dari BPBD Kota Malang dan dari Kecamatan Blimbing dapat melengkapi teknik pemetaan konvensional guna menghasilkan produk peta rawan banjir yang komprehensif. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis Kolaboratif,Bencana Banjir, dan Peri urban. Abstract: The urban development is happening today is very fast and evenly across indonesia. Malang one which is the second largest city in East Java province. Every regional development will certainly have an impact on the emergence of regional problems, not only in downtown areas but also in rural area or also called peri urban. Increase settlements especially in Peri Urban Areas of dense population in line with the impact on the appearance of dots flood, Flooding is a natural phenomenon of the rising waters in an area that covers the surface of the region caused by various factors, including the physical and non-physical factors. The advent of the flood that occurred in Malang today as met at Jalan Simpang Borobudur, Jalan Sukarno Hatta, Jalan S Parman. The majority occur in growing suburban areas and tend to be less controlled. The study used a qualitative approach to survey research methods based on Geographic Information System-based modeling Collaborative.Research conducted Blimbing district, Malang.This study uses data collected directly in the field with the help of public participation related to updating the data of a catastrophic flood. Based on the results, that the application of participatory mapping techniques for mapping of flood-prone areas with the involvement of competent resource persons in the field of disaster either of BPBDs Malang and from Blimbing district can complement conventional mapping techniques in order to produce a comprehensive flood hazard maps. Keywords: Geographic Information System Collaborative, Flood and Peri urban
Pemetaan Objek Wisata Desa Pandanrejo Kota Batu Berbasis Geographic Information System (GIS) Nila Restu Wardani; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.431 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4794

Abstract

Abstrak: Desa Pandanrejo merupakan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Tujuan penelitian yaitu memetakan sembilan objek wisata menggunakan aplikasi Arc. GIS 3.3. Pemetaan ini berguna untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang data spasial objek dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan menetukan titik koordinat setiap objek wisata. Selanjutnya titik koordinat dijadikan input data pada aplikasi Arc.GIS 3.3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung ke objek wisata. Pengumpulan data sekunder meliputi Citra Quickbird Desa Pandanrejo, serta Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemetaan objek wisata di Desa Pandanrejo, maka ada sembilan objek wisata diantaranya: enam objek wisata alam dan tiga objek wisata budaya. Kesembilan objek wisata ini tersebar di empat dusun. Masing-masing objek wisata memiliki daya tarik wisata tersendiri berupa keindahan alam dan keunikan budaya. Abstract: Pandanrejo Village is a tourism village in Bumiaji District, Batu Tourism City. The purpose of this study is to map nine tourism destination using the Arc. GIS 3.3 application. This mapping is useful to provide information to tourists about the spatial data of tourism destination. The study used survey method by determining the coordinates of each tourism destination. Furthermore, the coordinates are used as input data in the Arc.GIS 3.3 application. Primary data collection by direct observation to tourism destination. Secondary data collection are the Quickbird Image of Pandanrejo Village, as well as the Rupa Bumi Indonesia(RBI) map. Data analysis was performed descriptively. Based on the results of the mapping of attractions in the village of Pandanrejo, there are nine tourism destination: six natural tourism destination and three cultural tourism destination. These nine attractions are scattered in four hamlets. The tourism destination has its own tourist of natural beauty and cultural uniqueness.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEBARAN RUKO DI KOTA MALANG Achmad Maulana Malik Jamil; Mustika Arif Jayanti
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.801 KB)

Abstract

Pembangunan perkotaan semakin berkembang terutama di pusat kota untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan wadah aktivitas akibat pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Perencanaan kota harus berpacu dengan pembangunan fisik bangunan serta sarana dan prasarana kota lainnya. Perencanaan pusat perdagangan harus disesuaikan dengan berbagai pertimbangan yang ada. Hal ini berlaku juga di Kota Malang. Perilaku dan karakteristik perdagangan di Kota Malang di antaranya berupa berkembangnya tataguna lahan perdagangan dalam bentuk rumah toko. Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini adalah mulai ditinggalkannya peruntukan lahan yang bersifat tunggal. Pemanfaatan lahan saat ini cenderung bersifat majemuk, secara terpadu, dan berskala besar. Pemanfaatan lahan majemuk ini juga merupakan suatu bentuk aglomerasi dari fasilitas perdagangan. Bentuk ini dapat dilihat pada penyediaan fasilitas perdagangan yang berbentuk toko-toko yang berjejer di kawasan perdagangan. Terjadinya perubahan fungsi dari pemanfaatan ruko di Kota Malang, yang pada awalnya dipergunakan untuk rumah-toko dalam pemanfaatannya terbagi menjadi: toko-kantor-gudang dan ruko. Berkembangnya pembangunan dan bervariasinya pemanfaatan ruko di Kota Malang, maka rumusan permasalahan yang menjadi dasar kajian penelitian yaitu: 1) Bagaimana faktor-faktor yang berpengaruh dalam pemanfaatan ruko di Kota Malang?; 2) Bagaimana pola persebaran ruko di Kota Malang?. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan deduktif, serta mengambil 10% sebagai sejumlah 117 ruko, dengan menggunakan metode analisis crosstabs dan chi square. Faktor yang memiliki pengaruh yang kuat dalam pemanfaatan ruko yaitu kedekatan dengan pusat kota, kedekatan dengan permukiman, kedekatan dengan pasar, disamping itu pemanfaatan ruko yang berupa kantor dan toko sangat dipengaruhi oleh kedekatan dengan kantor dan kedekatan dengan pasar, sedangkan untuk pemanfaatan yang lain cenderung acak. Rekomendasi dari penelitian ini ialah perlu dikaji lagi baik dari perspektif pengembang dan pengguna dalam hal pemanfaatan ruko agar tidak terjadi perubahan fungsi ruko, jadi dalam penjualannya lebih diarahkan ruko–toko atau kantor, agar terjadi keseragaman dalam pemanfaatannya yang bertujuan agar terciptanya aglomerasi pertumbuhan yang merangsang pertumbuhan di sekitarnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS 2 DI SMA AL-RIFA’IE GONDANGLEGI MALANG Dewi Rafika; Siti Halimatus Sakdiyah; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 1 (2017): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.505 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar siswa melalui penerapan pembelajaran model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Siklus I dengan pokok bahasan Kearifan dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam, sedangkan pada siklus II dengan pokok bahasan AMDAL dan Ekolabel. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi yang berjumlah 28 siswa perempuan. Metode pengumpulan data berupa metode tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis pada siklus I adalah 52 dengan kategori cukup kritis, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat menjadi 75 dengan kategori kritis. Hasil belajar siswa siklus I adalah 52 dengan kategori cukup baik sedangkan hasil belajar siswa pada siklus II meningkat menjadi 75 dengan kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS 2 di SMA Al-Rifa’ie Gondanglegi Malang.
Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Kolaboratif Pada Kawasan Rawan Bencana Banjir Di Wilayah Peri Urban Kota Malang Mustika Arif Jayanti; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.821 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i1.3852

Abstract

Abstrak: Perkembangan kota yang terjadi dewasa ini sangat cepat dan merata diseluruh indonesia. Kota Malang salah satunya yang merupakan kota terbesar nomor dua di Provinsi Jawa Timur. Setiap perkembangan kota pasti akan berdampak pada munculnya permasalahan wilayah, tidak hanya di wilayah pusat kota namun juga di wilayah pinggiran kota atau disebut juga dengan istilah peri urban. Bertambahnya permukiman terutama di Kawasan Peri Urban sejalan dengan semakin padatnya penduduk berdampak pada munculnya titik-titik banjir. Banjir merupakan fenomena alam berupa naiknya air di suatu kawasan sehingga menutupi permukaan kawasan tersebut yang disebabkan oleh berbagai faktor, meliputi faktor fisik dan non fisik. Munculnya banjir dikota Malang yang terjadi dewasa ini seperti ditemui di Jalan Simpang Borobudur, Jalan Sukarno Hatta, Jalan S Parman. Mayoritas terjadi di daerah peri urban yang berkembang dan cenderung kurang terkontrol. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian survey yang berbasis pada pemodelan berbasis Sistem Informasi Geografis Kolaboratif. Penelitian dilaksanakan Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Penelitian ini menggunakan data yang diambil secara langsung dilapangan dengan bantuan partisipasi masyarakat terkait updating data mengenai bencana banjir. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa penerapan teknik pemetaan partisipatif untuk pemetaan rawan banjir dengan melibatkan narasumber yang berkompeten dibidang kebencanaan baik dari BPBD Kota Malang dan dari Kecamatan Blimbing dapat melengkapi teknik pemetaan konvensional guna menghasilkan produk peta rawan banjir yang komprehensif. Kata kunci: Sistem Informasi Geografis Kolaboratif,Bencana Banjir, dan Peri urban. Abstract: The urban development is happening today is very fast and evenly across indonesia. Malang one which is the second largest city in East Java province. Every regional development will certainly have an impact on the emergence of regional problems, not only in downtown areas but also in rural area or also called peri urban. Increase settlements especially in Peri Urban Areas of dense population in line with the impact on the appearance of dots flood, Flooding is a natural phenomenon of the rising waters in an area that covers the surface of the region caused by various factors, including the physical and non-physical factors. The advent of the flood that occurred in Malang today as met at Jalan Simpang Borobudur, Jalan Sukarno Hatta, Jalan S Parman. The majority occur in growing suburban areas and tend to be less controlled. The study used a qualitative approach to survey research methods based on Geographic Information System-based modeling Collaborative.Research conducted Blimbing district, Malang.This study uses data collected directly in the field with the help of public participation related to updating the data of a catastrophic flood. Based on the results, that the application of participatory mapping techniques for mapping of flood-prone areas with the involvement of competent resource persons in the field of disaster either of BPBDs Malang and from Blimbing district can complement conventional mapping techniques in order to produce a comprehensive flood hazard maps. Keywords: Geographic Information System Collaborative, Flood and Peri urban
Pemetaan Objek Wisata Desa Pandanrejo Kota Batu Berbasis Geographic Information System (GIS) Nila Restu Wardani; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4794

Abstract

Abstrak: Desa Pandanrejo merupakan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Tujuan penelitian yaitu memetakan sembilan objek wisata menggunakan aplikasi Arc. GIS 3.3. Pemetaan ini berguna untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang data spasial objek dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan menetukan titik koordinat setiap objek wisata. Selanjutnya titik koordinat dijadikan input data pada aplikasi Arc.GIS 3.3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung ke objek wisata. Pengumpulan data sekunder meliputi Citra Quickbird Desa Pandanrejo, serta Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemetaan objek wisata di Desa Pandanrejo, maka ada sembilan objek wisata diantaranya: enam objek wisata alam dan tiga objek wisata budaya. Kesembilan objek wisata ini tersebar di empat dusun. Masing-masing objek wisata memiliki daya tarik wisata tersendiri berupa keindahan alam dan keunikan budaya. Abstract: Pandanrejo Village is a tourism village in Bumiaji District, Batu Tourism City. The purpose of this study is to map nine tourism destination using the Arc. GIS 3.3 application. This mapping is useful to provide information to tourists about the spatial data of tourism destination. The study used survey method by determining the coordinates of each tourism destination. Furthermore, the coordinates are used as input data in the Arc.GIS 3.3 application. Primary data collection by direct observation to tourism destination. Secondary data collection are the Quickbird Image of Pandanrejo Village, as well as the Rupa Bumi Indonesia(RBI) map. Data analysis was performed descriptively. Based on the results of the mapping of attractions in the village of Pandanrejo, there are nine tourism destination: six natural tourism destination and three cultural tourism destination. These nine attractions are scattered in four hamlets. The tourism destination has its own tourist of natural beauty and cultural uniqueness.