Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Kompetensi Profesional Guru, Fasilitas Pembelajaran Dan Motivasi Belajar: Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Ips Nila Restu Wardani; Heru Santosa
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 15 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v15i1.5493

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh secara bersama ataupun terpisah antara variabel independen (kompetensi profesional guru, fasilitas pembelajaran, dan motivasi belajar) terhadap variabel dependen (hasil belajar IPS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, semua informasi atau data yang diperoleh diwujudkan dengan angka dan analisis yang digunakan adalah analisis statistik. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara empat variabel. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 407 orang yang berasal dari siswa kelas IX di SMPN 2 Pandaan, sedangkan penulis mengambil sampel hanya sejumlah 140 siswa saja. Dari hasil pengujian, didapatkan variable bebas yakni kompetensi profesional guru, fasilitas pembelajaran, dan motivasi belajar berpengaruh signifikan secara simultan terhadap hasil belajar IPS di SMPN 2 Pandaan. Variabel kompetensi profesional guru memiliki kontribusi terbesar terhadap hasil belajar IPS yakin sebesar 0,101. Variabel kompetensi profesional guru, fasilitas pembelajaran, dan motivasi belajar mampu menjelaskan variabel hasil belajar IPS sebesar 34,6%,
Prestasi Belar : Ditinjau Dari Pendidikan Karakter Dan Motivasi Belajar Siswa Nila Restu Wardani; Akhmad Poniali
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 15 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v15i1.5494

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh pendidikan karakter dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS siswa SMP Negeri 1 Bangil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII yang ada di SMP Negeri 1 Bangil Kabupaten Pasuruan. Teknik pengambilan sampel, dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling sehingga diperoleh 88 siswa sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan karakter (X1), dan motivasi belajar (X2) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap variabel prestasi belajar IPS (Y). Variabel motivasi belajar memiliki kontribusi terbesar terhadap prestasi belajar IPS yakni sebesar 0,194. Variabel pendidikan karakter dan motivasi belajar mampu menjelaskan variabel prestasi belajar IPS sebesar 57,8%.
Pengaruh Keterampilan Profesional, Interaksi Sosial Dan Motivasi Kerja: Pengaruh Terhadap Kinerja Guru Nila Restu Wardani; Muafiah
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 15 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v15i1.5497

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh secara bersama antara keterampilan profesional, interaksi sosial dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Sub Rayon 07 Kabupaten Pasuruan. populasi dalam penelitian ini sebanyak 142 guru yang berasal dari SMP Negeri di Sub Rayon 7 Kabupaten Pasuruan. Metode pengambilan sampel dengan teknik probability sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Cluster Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keterampilan profesional guru (X1), interaksi sosial X2), dan motivasi kerja (X3) berpengaruh signifikan baik secara parsial maupun secara simultan terhadap variabel kinerja guru (Y). Variabel interaksi sosial memiliki kontribusi terbesar terhadap kinerja guru yakni sebesar 0,028. Variabel keterampilan profesional, interaksi sosial, dan motivasi kerja mampu menjelaskan variabel kinerja guru sebesar 69,2%.
Model Kerjasama (CO-management) Pengelolaan Hutan Desa Giripurno Kota Batu sebagai Sumber Belajar Kontekstual Geografi Sumberdaya Alam Dwi Fauzia Putra; Agung Suprianto; Nila Restu Wardani
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 15 No. 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v15i2.6146

Abstract

Sumber belajar kontekstual perlu digali dari wilayah sekitar mahasiswa guna mewujudkan pembelajaran bermakna mata kuliah Geografi Sumberdaya Alam. Salahsatu studi kasus pengelolaan sumberdaya alam adalah pengelolaan hutan oleh Perum Perhutani dan LMDH Desa Giripurno. Tujuan penelitian untuk mengkaji dinamika pengelolaan hutan menuju co-management, model kerjasama dalam co-management, selanjutnya diakhiri dengan mengintegrasikan temuan tersebut sebagai sumber belajar kontekstual pada mata kuliah Geografi Sumberdaya Alam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam pengumpulan dan analisis data. Informan dipilih menggunakan teknik purposive-snowball sampling meliputi pihak Perum Perhutani, Pihak LMDH, dan petani hutan. Data sekunder digunakan untuk mendukung temuan lapangan. Analisis data dengan mengelompokan data kedalam kategori dan selanjutnya disusun berdasarkan tema sesuai tujuan penelitian. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Dinamika pengelolaan hutan Desa Giripurno Kota Batu melalui tiga periode besar orde lama, orde baru, dan reformasi dimana titik balik diterapkannya PHBM adalah kurangnya keterlibatan masyarakat. Model co-management PHBM dilakukan melalui kemitraan sejajar antara Perum Perhutani, LMDH dan pihak lain yang berkepentingan untuk mencapai kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Integrasi temuan ke dalam mata kuliah bahwa temuan penelitian dapat dijadikan sumber belajar kontekstual dengan melihat kesesuaiannya dengan CPMK, Sub-CPMK, dan indikator capaian pembelajaran mata kuliah Geografi Sumberdaya Alam
Evaluasi Keberlanjutan Sistem Pengelolaan Sumberdaya Air ”HIPPAM” pada Masyarakat Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Batu Jawa Timur Dwi Fauzia Putra; Nila Restu Wardani
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 22, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.257 KB) | DOI: 10.17977/jpg.v22i1.378

Abstract

Krisis air di Indonesia merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Pengelolaan yang berkelanjutan dibutuhkan untuk menghindari kekurangan air.  Model pengelolaan apapun oleh masyarakat harus memasukkan dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi secara terpadu dan menyeluruh. Salah satu bentuk pengelolaan sumber daya air berbasis masyarakat adalah HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) di Dusun Krajan Desa Pandanrejo Kec. Bumiaji, Batu-Jawa Timur. Tujuan penulisan artikel untuk mengetahui status keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM. Metode survai digunakan mengevaluasi status keberlanjutan sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM. Analisis data keberlanjutan dengan mengukur atribut lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pengkategorian status keberlanjutan dengan menghitung rata-rata perolehan skor keberlanjutan secara keseluruhan dan secara dimensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa  sistem pengelolaan sumber daya air HIPPAM termasuk pada kategori cukup berkelanjutan. Masing masing dimensi juga termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Hal ini menandakan bahwa pengelolaan sumberdaya air tidak hanya berorientasi pada salah satu dimensi saja namun telah terjadi sinergi atau keterpaduan antara dimensi lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya air.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um017v22i12017p022
Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunungapi Kelud Tahun 2014 di Kota Batu Wardani Nila Restu; Putra Dwi Fauzia; Suwito Suwito
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.813 KB)

Abstract

Kota Batu terletak di sebelah timur laut Gunungapi Kelud. Pada saat terjadi erupsi Gunungapi Kelud Februari 2014, arah angin menuju timur laut dari Gunungapi Kelud sehingga Kota Batu menjadi terdampak abu vulkanik. Kota Batu juga dijadikan shelter (komplek hunia sementara) bagi pengungsi yang berasal dari Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, dan Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang. Berdasarkan kondisi ini, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mendekripsikan upaya-upaya penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud yang dilakukan Pemerintah Kota Batu pada masa tanggap darurat. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data primer dengan 2 cara yaitu: 1) survei ke lokasi terdampak erupsi di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Ngantang, Kecamatan Pujon, Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang, serta 35 titik posko pengungsi di Kota Batu; 2) wawancara mendalam terhadap Kepala Satkorlak (Satuan Komando Pelaksana) penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud dari BPBD Kota Batu. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan data pengungsi dari BPBD Kota Batu dan Pos PGA Kelud di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar-Kabupaten Kediri. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskripstif kualitatif. Hasil analisis mendeskripsikan bahwa upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pada masa tanggap darurat meliputi 3 fase: 1) pra erupsi (kajian cepat); 2) saat erupsi (status keadaan darurat, penyelamatan, evakuasi); 3) transisi darurat (pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, dan pemulihan). Jumlah pengungsi di Kota Batu yakni 10.050 jiwa yang tersebar di 35 titik posko pengungsian. Penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat di Kota Batu melibatkan peran dinas-dinas pemerintahan, Tagana, LSM, TNI, Polisi, warga masyarakat Kota Batu, serta relawan dari luar Kota Batu di bawah kendali BPBD Kota Batu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Nila Restu Wardani; Yuli Ifana Sari
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 2 (2017): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.481 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v2i2.3503

Abstract

Model pembelajaran Group Investigation mengarahkan mahasiswa untuk menemukan informasi berdasarkan kenyataan di lapangan. Hasil penemuan mahasiswa dapat dituliskan melalui karya illmiah dalam bentuk artikel ilmiah. Mahasiswa menuliskan laporan hasil investigasi di lapangan berdasarkan kaidah-kaidah penulisan yang logis dan sistematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasy Experiment (eksperimen semu). Subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas A (kelas eksperimen) dan B (kelas kontrol) Program Studi Pendidikan Geografi FIP Universitas Kanjuruhan Malang semester ganjil 2016/2017. Instrumen yang digunakan yaitu rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan menulis artikel ilmiah. Data hasil penilaian artikel ilmiah mahasiswa kemudian dianalisis menggunakan t-test dengan taraf signifikan 5%. Selanjutnya dilihat rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah yang lebih tinggi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Group Investigation. Perolehan data menunjukkan rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah pada kelas eksperimen 83,33 dan kelas kontrol 72,27. Rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dan hasil analisis H0 menunjukkan nilai sig.2-tailed=0,000 atau < 0,05. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima atau model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa menulis artikel ilmiah.
Pemetaan Objek Wisata Desa Pandanrejo Kota Batu Berbasis Geographic Information System (GIS) Nila Restu Wardani; Achmad Maulana Malik Jamil
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 5 No. 2 (2020): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.431 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v5i2.4794

Abstract

Abstrak: Desa Pandanrejo merupakan desa wisata di Kecamatan Bumiaji Kota Wisata Batu. Tujuan penelitian yaitu memetakan sembilan objek wisata menggunakan aplikasi Arc. GIS 3.3. Pemetaan ini berguna untuk memberikan informasi kepada wisatawan tentang data spasial objek dan daya tarik wisata. Metode yang digunakan adalah survei dengan menetukan titik koordinat setiap objek wisata. Selanjutnya titik koordinat dijadikan input data pada aplikasi Arc.GIS 3.3. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara observasi langsung ke objek wisata. Pengumpulan data sekunder meliputi Citra Quickbird Desa Pandanrejo, serta Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil pemetaan objek wisata di Desa Pandanrejo, maka ada sembilan objek wisata diantaranya: enam objek wisata alam dan tiga objek wisata budaya. Kesembilan objek wisata ini tersebar di empat dusun. Masing-masing objek wisata memiliki daya tarik wisata tersendiri berupa keindahan alam dan keunikan budaya. Abstract: Pandanrejo Village is a tourism village in Bumiaji District, Batu Tourism City. The purpose of this study is to map nine tourism destination using the Arc. GIS 3.3 application. This mapping is useful to provide information to tourists about the spatial data of tourism destination. The study used survey method by determining the coordinates of each tourism destination. Furthermore, the coordinates are used as input data in the Arc.GIS 3.3 application. Primary data collection by direct observation to tourism destination. Secondary data collection are the Quickbird Image of Pandanrejo Village, as well as the Rupa Bumi Indonesia(RBI) map. Data analysis was performed descriptively. Based on the results of the mapping of attractions in the village of Pandanrejo, there are nine tourism destination: six natural tourism destination and three cultural tourism destination. These nine attractions are scattered in four hamlets. The tourism destination has its own tourist of natural beauty and cultural uniqueness.
Tanggap Darurat Bencana Erupsi Gunungapi Kelud Tahun 2014 di Kota Batu Wardani Nila Restu; Putra Dwi Fauzia; Suwito Suwito
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 1 No. 1 (2016): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.813 KB)

Abstract

Kota Batu terletak di sebelah timur laut Gunungapi Kelud. Pada saat terjadi erupsi Gunungapi Kelud Februari 2014, arah angin menuju timur laut dari Gunungapi Kelud sehingga Kota Batu menjadi terdampak abu vulkanik. Kota Batu juga dijadikan shelter (komplek hunia sementara) bagi pengungsi yang berasal dari Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, dan Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang. Berdasarkan kondisi ini, maka dilakukan penelitian dengan tujuan mendekripsikan upaya-upaya penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud yang dilakukan Pemerintah Kota Batu pada masa tanggap darurat. Metode penelitian menggunakan metode survei. Teknik pengumpulan data primer dengan 2 cara yaitu: 1) survei ke lokasi terdampak erupsi di Kecamatan Pujon dan Kecamatan Ngantang, Kecamatan Pujon, Kecamatan Kasembon-Kabupaten Malang, serta 35 titik posko pengungsi di Kota Batu; 2) wawancara mendalam terhadap Kepala Satkorlak (Satuan Komando Pelaksana) penanggulangan bencana erupsi Gunungapi Kelud dari BPBD Kota Batu. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan pengumpulan data pengungsi dari BPBD Kota Batu dan Pos PGA Kelud di Desa Margomulyo, Kecamatan Ngancar-Kabupaten Kediri. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskripstif kualitatif. Hasil analisis mendeskripsikan bahwa upaya penanggulangan bencana yang dilakukan pada masa tanggap darurat meliputi 3 fase: 1) pra erupsi (kajian cepat); 2) saat erupsi (status keadaan darurat, penyelamatan, evakuasi); 3) transisi darurat (pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, dan pemulihan). Jumlah pengungsi di Kota Batu yakni 10.050 jiwa yang tersebar di 35 titik posko pengungsian. Penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat di Kota Batu melibatkan peran dinas-dinas pemerintahan, Tagana, LSM, TNI, Polisi, warga masyarakat Kota Batu, serta relawan dari luar Kota Batu di bawah kendali BPBD Kota Batu.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARTIKEL ILMIAH PADA MAHASISWA PENDIDIKAN GEOGRAFI Nila Restu Wardani; Yuli Ifana Sari
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 2 No. 2 (2017): September
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.481 KB) | DOI: 10.21067/jpig.v2i2.3503

Abstract

Model pembelajaran Group Investigation mengarahkan mahasiswa untuk menemukan informasi berdasarkan kenyataan di lapangan. Hasil penemuan mahasiswa dapat dituliskan melalui karya illmiah dalam bentuk artikel ilmiah. Mahasiswa menuliskan laporan hasil investigasi di lapangan berdasarkan kaidah-kaidah penulisan yang logis dan sistematis. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasy Experiment (eksperimen semu). Subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas A (kelas eksperimen) dan B (kelas kontrol) Program Studi Pendidikan Geografi FIP Universitas Kanjuruhan Malang semester ganjil 2016/2017. Instrumen yang digunakan yaitu rubrik penilaian untuk mengukur kemampuan menulis artikel ilmiah. Data hasil penilaian artikel ilmiah mahasiswa kemudian dianalisis menggunakan t-test dengan taraf signifikan 5%. Selanjutnya dilihat rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah yang lebih tinggi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Group Investigation. Perolehan data menunjukkan rata-rata nilai kemampuan menulis artikel ilmiah pada kelas eksperimen 83,33 dan kelas kontrol 72,27. Rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol dan hasil analisis H0 menunjukkan nilai sig.2-tailed=0,000 atau < 0,05. Jadi, H0 ditolak dan H1 diterima atau model pembelajaran Group Investigation berpengaruh terhadap kemampuan mahasiswa menulis artikel ilmiah.