Melok Roro Kinanthi
Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Koherensi terhadap Kelentingan Keluarga yang Memiliki Anak dengan Spektrum Autistik (ASA) Fachrun Naja Maulidia; Melok Roro Kinanthi; Nurindah Fitria; Atari Suci Permata
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 11 No. 1 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.773 KB) | DOI: 10.24156/jikk.2018.11.1.13

Abstract

Families of children with autism spectrum disorder experience a number of challenges in life, both physically, psychologically and socially. Families who can adapt effectively will be functioning well and prosper. They are not only survived, but also able to gain some positive benefits from the difficult situations. The purpose of this study was to analyze the role of family sense of coherence on family resilience among Families of children with autism spectrum disorder, based on mother's perspective as the primary caregiver. This study also wants to identify the difference of family sense of coherence and family resilience level based on several demographic factors such as the number of children, the age of Autistic children, the age of participant (mother), the amount of family expenditure, level of education, and length of diagnosis. Using quantitative approach with associative design, subjects in this research are 148 mothers who have a child with autism, living in Jabodetabek area. Data were obtained through questionnaire-based research instruments, which is Walsh Family Resilience Questionnaire and The Family Sense of Coherence Scale. The questionnaires were distributed to research participants through foundation or school concerned in autistic children. The data have been obtained and then analyzed by simple regression analysis. The result indicated that family sense of coherence has a positive and significant correlation between family resilience. It is indicated that family sense of coherence can help us to understand how a family becomes resilient when facing a difficult situation.
Peran Komitmen Pernikahan tipe Personal Dedication terhadap Kepuasan Pernikahan pada Individu yang Menjalani Commuter Marriage Fira Maharani; Melok Roro Kinanthi
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 14, No 1 (2018): Insight : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ins.v14i1.728

Abstract

Fenomena commuter marriage di Indonesia semakin banyak dijumpai dan di masa mendatang semakin meningkat. Pelaku commuter marriage menghadapi berbagai tantangan yang terkait dengan  kepuasaan pernikahan. Berdasarkan penelusuran literatur yang dilakukan oleh peneliti, terdapat sejumlah variabel yang berkorelasi maupun berkontribusi terhadap kepuasaan pernikahan. Di antara berbagai variabel tersebut, peneliti akan berfokus lebih dalam pada variabel komitmen pernikahan tipe personal dedication sebagai variabel yang diduga berkontribusi atau berperan terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Partisipan penelitian ini adalah individu yang menjalani commuter marriage dimana partisipan dipilih dengan menggunakan incidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah ENRICH Marital Satisfaction Scale dan Commitment Inventory – Dedication Commitment Item. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan komitmen pernikahan tipe  personal dedication memiliki peran terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Sumbangan personal dedication terhadap kepuasaan pernikahan adalah sebesar 11,9%, sementara sisanya, yakni 82,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peran personal dedication terhadap kepuasan pernikahan pada individu yang menjalani commuter marriage. Dengan demikian, psikolog atau konselor pernikahan dapat membantu meningkatkan  personal dedication pasutri commuter marriage agar mereka dapat meningkatkan kepuasan pernikahan.   
Disadvantaged Family's Quality of Life and Psychosocial Environment on Growth and Development of Infants Zulfa Febriani; Melok Roro Kinanthi
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 9, No 2 (2022): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v9i2.15612

Abstract

Stunting, a condition characterized by poor growth and development, has become a significant public health concern in Indonesia. Therefore, the current study adopts a correlational design and aims to explore the relationship between family quality of life, psychosocial environment, and the growth and development of under-two-year-old infants from low socioeconomic status. To conduct the study, 720 mothers were selected through cluster sampling in Pandeglang Regency. Family quality of life and psychosocial environment were measured using the BC-FQoL and HOME-SF tools, respectively. Nutritional status was determined based on height-for-age (H/A) and weight-for-age (W/A) to evaluate growth and development. The results showed that there was no significant relationship between family quality of life, psychosocial environment, and nutritional status. Weight-for-age had a weak but significant relationship with emotional well-being, family interaction, and emotional psychosocial stimulation. Height-for-age was only related to emotional well-being, indicating the need to consider the psychosocial situation and family involvement in caring for infants.
RESILIENSI KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK TUNANETRA Aisyah Uswatunnisa; Alabanyo Brebahama; Melok Roro Kinanthi
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 4 No. 2 November 2018
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.418 KB) | DOI: 10.29313/schema.v4i1.3389

Abstract

Tunanetra menempati urutan pertama penyandang disabilitas di Indonesia. Anak yang mengalami ketunanetraan seringkali mengalami hambatan-hambatan dalam perkembangan maupun pendidikannya. Keluarga juga dapat mengalami dampak dari ketunanetraan yang dialami anak. Kondisi ini dapat menjadi masa krisis bagi keluarga. Namun, ada keluarga yang tetap resilien dan bangkit setelah mengalami masa krisis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat resiliensi keluarga pada keluarga yang memiliki anak tunanetra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 37 ibu yang berdomisili di DKI Jakarta dan daerah penyangga ibu kota (Tangerang, Bekasi, dan Depok) yang memiliki anak tunanetra dengan usia anak 0-20 tahun. Penelitian ini menggunakan alat ukur Walsh Family Resilience Questionnaire yang telah ditranslasi ke dalam bahasa Indonesia. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis statistik deskriptif terhadap skor dari resiliensi keluarga. Hasil dari analisis didapatkan bahwa tingkat resiliensi keluarga berada dalam kategori tinggi.