Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Diglosia

Analisis Fungsi dan Kategori Frasa pada Artikel "Pipa PDAM Tersumbat Sampah" dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 8 Januari 2021 Deden Sutrisna; Lya Elyawati
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 1 (2021): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.512 KB)

Abstract

Permasalahan yang mendorong untuk melakukan penelitian ini. Diantaranya peneliti ingin melihat tingkat pemahaman masyarakat tentang fungsi dan kategori frasa dengan memperhatikan ketetapan dan kesesuaian  dengan kalimat pada wancana tulis di surat kabar harian Radar Majalengka. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi dan kategori frasa yang terdapat pada artikel “Pipa PDAM Tersumbat” Radar Majalengka, edisi 8 Januari 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak catat.Kata kunci : fungsi, kategori, frasaProblems prompted this research to be carried out. Among them, the researcher wants to see the level of public understanding of the function and category of phrases by paying attention to the provisions and suitability of sentences in written discourse in the daily newspaper Radar Majalengka. The purpose of this study aims to determine the function and category of phrases contained in the article "Pipa PDAM Tersumbok" Radar Majalengka, January 8, 2021 edition. The research method used in this study is the watch and note method.Keywords: function, category, phrase
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA PERAGA KAMPANYE PARTAI POLITIK PEMILU GUBERNUR JAWA BARAT DAN BUPATI MAJALENGKA PERIODE 2018 – 2023 deden sutrisna; Yusi Nuraeni
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 2 (2017): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.693 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penggunaan akronim yang terdapat dalam alat peraga kampanye. Untuk mengetahui kesalahan penggunaan akronim yang terdapat pada alat peraga kampanye tersebut, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa kesalahan penggunaan akronim pada alat peraga kampanye. Kesalahan penggunaan akronim tersebut terdapat paga alat peraga kampanye pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat nomor urut-3, Pada Pasangan Calon gubernur dan wakil gubernur no urut-4, Pada Pasangan Calon gubernur dan wakil gubernur No Urut-2 dan pada pasangan calon bupati dan wakil bupati no urut-4. Kesalahan tersebut didominasi oleh kesalahan pemilihan kata yang terlalu memaksakan.Kata Kunci : Akronim, kesalahan, dan alat peraga kampanye.
Pengintegrasian Kecerdasan Lokal (Local Genius) Wilayah 3 Cirebon dalam Materi Ajar Sosiolinguistik Pipik Asteka; Risma Khairun Nisya; Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 5, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.421 KB)

Abstract

Urgensi dalam penelitian ini adalah perlunya materi ajar Sosiolinguistik terintegrasi kecerdasan lokal wilayah 3 Cirebon untuk meningkatkan kompetensi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) mata kuliah Sosiolinguistik, baik itu kompetensi sikap dan tata nilai, kompetensi pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus pada mahasiswa yang diintegrasikan ke dalam materi ajar Sosiolinguistik di Perguruan Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah pengintegrasian kecerdasan lokal (local genius) wilayah 3 Cirebon  dalam materi ajar Sosiolinguistik, menemukan keefektifan materi ajar Sosiolinguistik terintegrasi kecerdasan lokal  wilayah 3 Cirebon , dan mendiseminasikan hasil penelitian di Perguruan Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analisis. Artinya data terurai dalam bentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Seperti yang telah disebutkan Semi (2012) bahwa dalam penelitian yang bersifat deskriptif, penulis berupaya menemukan pandangan, membuat kesimpulan dan memberikan rumusan-rumusan yang diarahkan kepada pemerkayaan hasil kajian lewat kata-  kata. Jadi, penelitian jenis ini lebih mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antarkonsep yang sedang dikaji secara empiris.Kata kunci: pengintegrasian, materi ajar, kecerdasan lokal, sosiolinguistik, wilayah 3 Cirebon. The urgency in this research is the need for Sociolinguistic teaching materials that are integrated with local intelligence in Cirebon 3 area to improve the competency of Graduate Learning Outcomes (CPL) for Sociolinguistics courses, be it attitudes and values competence, knowledge competence, general skills and special skills in students who are integrated into Sociolinguistics teaching materials in Higher Education. The purpose of this research is to integrate local genius (local genius) in Cirebon region 3 in Sociolinguistics teaching materials, find the effectiveness of Sociolinguistics teaching materials integrated with local intelligence in Cirebon 3 area, and disseminate research results in universities. This research uses descriptive-analytical method. This means that the data is decomposed in the form of words, not in the form of numbers. As mentioned by Semi (2012) that in descriptive research, the author seeks to find views, draw conclusions and provide formulations that are directed at enriching the results of the study through words. So, this type of research prioritizes the depth of appreciation of the interactions between concepts that are being studied empirically.Keywords: integration, teaching materials, local genius, sociolinguistics, region 3 Cirebon.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPERIENTIAL LEARNING Deden Sutrisna; Aef Suhaeful
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.947 KB)

Abstract

Teks laporan hasil observasi merupakan teks yang berbentuk hasil laporan atau pengamatan yang sudah dilakukan pengamatan berdasarkan langkah-langkah, ciri, dan struktur yang dimiliki. Teks laporan hasil observasi adalah teks yang pertama muncul dalam pelajaran bahasa Indonesia kelas X Kurikulum 2013, masih banyak peserta didik yang kurang paham mengenai konsep teks laporan hasil observasi. Pengetahuan peserta didik tentang unsur-unsur dan langkah-langkah dalam menulis teks laporan hasil observasi pun masih sangat rendah. Jika pengetahuan peserta didik masih rendah mengenai teks laporan hasil observasi, kemungkinan untuk menghasilkan teks laporan hasil observasi yang baik akan sulit dicapai. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rendahnya kemampuan peserta didik dalam menulis teks laporan hasil observasi adalah pengajaran yang dilakukan dengan kreatif. Guru berperan memberikan pelayanan untuk memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran. Agar dapat menjadi fasilitator yang baik seorang guru harus memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik. Peran guru sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar sangat dibutuhkan untuk keberhasilan belajar peserta didik. Guru harus menggunakan model pembelajaran yang tepat dalam proses belajar mengajar, terutama dalam pelajaran menulis. Hal ini diperlukan agar peserta didik menjadi aktif dalam kegiatan belajar sehingga diperoleh hasil belajar yang baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang aktif adalah dengan melakukan inovasi. Inovasi tersebut berupa pengunaan dan pengembangan model pembelajaran. Adapun model pembelajaran yang akan digunakan peneliti yaitu model pembelajaran Experiential learning.Kata Kunci:  experiential learning, keterampilan menulis, teks laporan hasil observasi   The text of the observation report is text in the form of reports or observations that have been made based on the steps, characteristics, and structures that are owned. The text of the observation report is the first text to appear in Indonesian class X curriculum 2013, there are still many students who do not understand the concept of the observation report text. The students' knowledge about the elements and steps in writing the observation report text was still very low. If students' knowledge is still low about the observation result report text, the possibility of producing a good observation report text will be difficult to achieve. One way that can be done to overcome the low ability of students in writing observation report text is teaching that is done creatively. The teacher has a role in providing services to facilitate students in the learning process. In order to be a good facilitator, a teacher must have good skills in communicating and interacting with students. The role of the teacher as a facilitator in the teaching and learning process is needed for the success of learning of students. Teachers must use appropriate learning models in the teaching and learning process, especially in writing lessons. This is necessary so that students become active in learning activities so that good learning outcomes are obtained. One of the ways that can be done to create an active learning atmosphere is by making innovations. This innovation is in the form of using and developing learning models. The learning model that researchers will use is the Experiential learning model.Keywords: experiential learning, writing skills, the text of the observation report
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGI BAHASA INDONESIA DALAM SURAT KABAR RADAR MAJALENGKA EDISI 16 DAN 25 APRIL 2016 Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 1, No 1 (2017): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.784 KB)

Abstract

Penelitian ini mengambil dua sampel judul Artikel: Organda Tunggu SK dari Pemda Edisi 25 April 2016 dan Masa Tanam Kedua Lebih Awal dalam Surat Kabar Radar Majalengka Edisi 16 April 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui letak kesalahan berbahasa dari segi kata, bentuk kata, dan bagaimana pembetulannya. Ada dua tahapan yang dipakai pengumpulan data pada penelitian ini. Tahap pertama adalah pengambilan data dari sumberdata dengan cara disimak dan  dicatat. Tahap kedua penganalisisan data dan dan upaya pembetulannya. Teknik yang digunakan oleh penulis dalam menganalisis data yaitu dengan teknik simak dan catat, maksudnya adalah setiap data yang didapat disimak baik-baik kemudian dicatat kesalahan berbahasa dalam bidang morfologi dan dicatat pula pembetulannya. Dalam sebuah surat kabar terdiri dari beberapa artikel yang tentunya dalam satu artikel dapat ditemukan kesalahan berbahasa terutama dari segi kata dan bentuk kata, seperti pada artikel Organda Tunggu SK dari Pemda yang ditemukan kesalahan pada paragraf ke-2, ke-3, ke-5 dan ke-7. Demikian pula terdapat kesalahan yang ditemukan pada artikel Masa Tanam Kedua Lebih Awal, yaitu pada paragraf ke-1, ke-2, ke-4, ke -7.Kata kunci: kesalahan morfologi, surat kabar, bentuk kata, teknik simak, teknik catat
MISREPRESENTASI AKTOR PEREMPUAN PADA SURAT KABAR JAWA POS Deden Sutrisna
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1838.612 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Sumber data menggunakan dua wacana sebagai bahan perbandingan dalam merepresentasikan aktor perempuan, yang pertama yaitu surat kabar dari redaksi Jawa Pos berjudul Marahi Suami Mabuk, Perempuan Dituntut 1 Tahun Penjara, Ini Kata Pakar sebagi pihak yang memojokkan aktor perempuan. Kedua yaitu surat kabar dari redaksi Detik berujudul Minta Keadilan, Valencya: Masih Layakkah Saya Dijadikan Narapidana sebagai pihak yang membela aktor perempuan. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif yaitu metode yang biasa digunakan untuk memahami pesan simbolik dari suatu wacana atau teks, dalam hal ini ialah teks-teks berita. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana kritis yang berfokus pada teori Teun van Dijk, yang menggambarkan tiga aspek yaitu struktur makro, super struktur dan struktur mikro. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini, diantaranya (a) mencari dua sumber data berupa wacana media yang pro dan kontra terhadap aktor perempuan, (b) membaca dan memahami dua sumber data yang diperoleh, (c) melakukan analisis teks berdasarkan teori Teun van Dijk pada dua wacana media yang bersumber dari surat kabar rekadsi Jawa Pos dan surat kabar redaksi Detik, dan (d) pemaparan misrepresentasi atau ketidakbenaran penggambaran aktor perempuan yang ada pada wacana media Jawa Pos. Hasil penelitian ini adalah ditemukan bahwa redaksi Jawa Pos dalam memberitakan kasus ini cenderung melakukan supremasi hukum—upaya menegakkan dan memosisikan hukum pada tingkatan tertinggi—pada wacana beritanya dengan cara melakukan misrepresentasi terhadap aktor perempuan.Kata kunci: analisis wacana kritis, wacana media, Jawa Pos.  This study aims to explain the untruth of the depiction of female actors in the Jawa Pos media discourse. The data source uses two discourses as comparison material in representing female actors, the first is a newspaper from the Jawa Pos editorial team entitled Marahi Husband Drunk, Woman Sueded for 1 Year in Prison, This is the Expert's Word as a party that corners female actors. The second is a newspaper from Detik's editor with the title Request for Justice, Valencya: Is it still worthy of me to be made a prisoner as a party defending female actors. This study uses a qualitative content analysis method, which is a method commonly used to understand the symbolic message of a discourse or text, in this case news texts. By using a critical discourse analysis approach that focuses on Teun van Dijk's theory, which describes three aspects, namely macro structure, super structure and micro structure. The stages carried out in this research include (a) looking for two sources of data in the form of media discourses that are pro and contra towards female actors, (b) reading and understanding the two sources of data obtained, (c) conducting text analysis based on the theory of Teun van Dijk on two media discourses sourced from the Jawa Pos newspaper and the Detik editorial newspaper, and (d) the presentation of misrepresentations or untruths in the depiction of women actors in the Jawa Pos media discourse. The results of this study were found that the Jawa Pos editor in reporting this case tended to carry out the rule of law—an effort to enforce and position the law at the highest level—in its news discourse by misrepresenting women actors. Keywords: critical discourse analysis, media discourse, Jawa Pos.
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DAN PENDIDIKAN KARAKTER DALAM CERITA RAKYAT LUTUNG KASARUNG Ima Siti Rahmawati; Deden Sutrisna; Aji Septiaji
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 6, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendeskripsikan cerita rakyat yang merupakan cerita dari zaman dahulu yang hidup dikalangan rakyat dan diwariskan secara lisan yaitu cerita rakyat Lutung Kasarung sebagai objek penelitian. Hal-hal yang akan menjadi pembahasan, diantaranya (1) nilai-nilai kearifan lokal dalam cerita rakyat Lutung Kasarung; (2) nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Lutung Kasarung. Penelitian ini menarik karena menganalisis cerita rakyat Lutung Kasarung berdasarkan kearifan lokal yang merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa masyarakat itu sendiri, selain itu penelitian ini juga menganalisis berdasarkan nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat membantu seseorang memahami, peduli, dan bertindak dengan landasan inti nlai-nilai etis. Secara sederhana, pendidikan karakter sebagai upaya yang dirancang secara sengaja untuk memperbaiki karakter para siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi. Teknik yang digunakan adalah teknik dokumentasi catat dan simak. Tahap pertama yaitu pengambilan data dari sumber data dengan cara disimak dan dicatat. Tahap kedua adalah penganalisisan data yaitu dengan teknik dokumentasi simak dan catat, maksudnya adalah setiap data yang didapat disimak baik-baik kemudian dicatat dan dianalisis nilai-nilai kearifan lokal dan pendidikan karakter dan struktur cerita dalam cerita rakyat Lutung Kasarung.  Analisis cerita rakyat Lutung Kasarung ini mengacu pada teori kearifan lokal Sibarani, dan teori nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas.Kata Kunci: kearifan lokal, pendidikan karakter, cerita rakyat, Lutung Kasarung This study aims to identify and describe folklore which is a story from ancient times that lived among the people and was passed down orally, namely the folklore of Lutung Kasarung as the object of research. Things that will be discussed, including (1) the values of local wisdom in the folklore of Lutung Kasarung; (2) the values of character education in the folklore of Lutung Kasarung. This research is interesting because it analyzes the folklore of Lutung Kasarung based on local wisdom which is part of the culture of a society that cannot be separated from the language of the community itself, besides that this research also analyzes based on the values of character education that can help someone understand, care, and act on the basis of core ethical values. In simple terms, character education is a deliberate effort to improve the character of students. The research method used is content analysis method. The technique used is a note-and-see documentation technique. The first stage is collecting data from data sources by being listened to and recorded. The second stage is data analysis, namely by listening and recording documentation techniques, meaning that every data obtained is carefully listened to and then recorded and analyzed the values of local wisdom and character education and story structure in the folklore of Lutung Kasarung. This analysis of the folklore of Lutung Kasarung refers to the theory of local wisdom of Sibarani, and the theory of values of character education from the Ministry of National Education.Keywords: local wisdom, character education, folklore, Lutung Kasarung
RAGAM BAHASA DAN UNGKAPAN TRADISIONAL MELALUI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL KAMPUNG NAGA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLINGUISTIK SEBAGAI MATERI AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Asteka, Pipik; Sutrisna, Deden; Lasari, Nirma
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i2.5314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal Kampung Naga melalui ragam bahasa dan ungkapan tradisonal sebagai materi ajar Bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap masyarakat Kampung Naga untuk mengidentifikasi ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang mencerminkan nilai-nilai kearifan budaya lokal serta aktualisasi dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Kampung Naga memiliki nilai-nilai kearifan lokal dalam hal sopan santun dan menghormati orang lain, nilai keakraban dan kebersamaan. Nilai-nilai bersyukur, berbagi, solidaritas, menjaga hubungan baik, menerima takdir dengan ikhlas, dan hidup sederhana. Nilai-nilai tersebut juga tercermin dalam realitas kehidupan sehari-hari masyarakat Kampung Naga, seperti gotong royong dalam membantu satu sama lain, membagikan hasil panen dan hidup dengan sederhana. Oleh karena itu, ragam bahasa dan ungkapan tradisional yang ada di Kampung Naga dapat dijadikan materi ajar Bahasa Indonesia di SMA untuk memperkenalkan nilai-nilai kearifan budaya lokal kepada siswa. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa memahami dan menghargai budaya lokal serta meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya melestarikan kearifan budaya lokal di Indonesia.Kata kunci : Nilai-nilai kearifan budaya lokal, ragam bahasa, ungkapan tradisional, sosiolinguistik, bahan ajar SMA.
ANALISIS PRAGMATIK KONSEP MENGHILANGKAN MUKA SERTA PELANGGARAN MAKSIM PADA GELAR WICARA DAN KOMEDI Sutrisna, Deden; Rahmawati, Ima Siti
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v7i1.4008

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai ketidaksantunan berbahasa dan pelanggaran maksim pada gelar wicara dan komedi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis ketidaksantunan berbahasa kategori kesembronoan pada komedi Lapor Pak dan menganalisis pelanggaran maksim pada gelar wicara Mata Najwa dan Kick Andy. Hasil penelitian ini terdapat 5 subkategori kesembronoan, dimana terdapat 2 data subkategori asosiasi dengan gurauan, 1 data subkategori sinisme dengan ejekan, 1 data subkategori kesombongan dengan gurauan, 1 data subkategori pelesetan dengan gurauan dan 2 data subkategori mmenggoda dengan gurauan. Sedangkan, pelanggaran maksim pada gelar wicara adalah 2 dialog masuk pelanggaram maksim kerendahhatian, 2 dialog pelanggaran maksim penerimaan, dan 1 dialog pelanggaran maksim
E-MODUL SINTAKSIS SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN KESADARAN SINTAKSIS MAHASISWA Sutrisna, Deden; Ansori, Yoyo Zakaria
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 8, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/diglosia.v8i2.5445

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan diperguruan tinggi wilayah 3 Cirebon. Tujuan penelitian iniadalah mengembangkan e-modul sintaksis bahasa Indonesiauntuk menumbuhkan kesadaran sintaksis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI)di wilayah 3 Cirebon. Penelitian ini baru sampai pemaparan urgensi dikembangkannya e-modul sintaksis dari berbagai kajian literatur serta konsepkesadaranyang mendasari dikembangkannya e-modulsintaksis ini serta hasilpenelitian berupa tahapeksplorasi.Berdasarkan hasil eksplorasi studi pustaka,pengembangan kemampuan sintaksis dalam bahasa Indonesia merupakan hal yang penting bagi mahasiswa. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan selama satu minggu, yaitu pada bulan November 2023 di perguruan tinggi di wilayah 3 Cirebon, diperoleh fakta bahwa belum ada modul elektronik pada mada kuliah sintaksis bahasa Indonesia yang digunakan sebagai acuan dalam proses belajar mengajardi perguruan tinggisehingga perlu dikembangkan e-modul sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sintaksis mahasiswa.Kata kunci: e-modul, sintaksis, bahasa Indonesia, kesadaran sintaksisThis research was carried out in Cirebon Region 3 universities. The aim of this research is to develop an Indonesian syntax e-module to foster syntactic awareness in students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program (PBSI) in region 3 Cirebon. This research has only just explained the urgency of developing a syntax e-module from various literature studies as well as the concept of awareness that underlies the development of this syntax e-module as well as the results of the research in the form of an exploration stage. Based on the results of the exploration of the study literature, developing syntactic abilities in Indonesian is an important thing for students. Based on the results of a survey that was carried out for one week, namely in November 2023 at universities in region 3 Cirebon, it was found that there were no electronic modules in Indonesian syntax courses that were used as a reference in the teaching and learning process at universities, so it was necessary to develop e- module as an effort to raise students' syntactic awareness.Key words: e-module, syntax, Indonesian, syntactic awareness