Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

(The Contribution of Agroforestry to the Income of Farmers in Forest Village Community Institution (LMDH) Tulungrejo Village Subdistrict Bumi Aji Batu City) Ratih Hesti Ningsih; Joko Triwanto; Mochamad Chanan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 3 No. 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v3i1.9347

Abstract

ABSTRACTThe transformation of forest land into agricultural land that occurs and develops over time, in line with the increasing area of forest converted into other business land causes many problems. Agroforestry is expected to be a solution to overcome the problems arising from land conversion as well be the solution to the problem of food and economic society community. The purpose of this study is to determine and assess the management of agroforestry and calculate the contribution of agroforestry to to revenues pesanggem in the Forest Village Community Institution (LMDH) Tulungrejo Village Subdistrict Bumi Aji Batu City. The method used to approach the qualitative (descriptive) and quantitative while to analyze the data in this study are multivariate methods Structural Equation Model (SEM) using IBM SPSS AMOS program 23. The subject of this research is population in this study are members LMDH Tulungrejo Village Subdistrict Bumi Aji. The results showed that the Management Agroforestry positive and significant impact on revenue pesanggem, the better management of agroforestry pesanggem the higher income, and vice versa.  In addition, the results of analyzing the correlation (r) 0.741 and 0.000 sig> 0.05 indicate that there is a correlation between land and total income. While the relationship between the two variables are highly correlated and strong is 74.1%. Direction of the relationship is positive for positive r, meaning the area of a farmland it will increase the amount of revenue obtained. The direction of the relationship is positive because r is positive, meaning that the wider the area of  land will increase the amount of income earned. While the results of the calculation of the influence of agroforestry management and the contribution of agroforesty to pesanggem income amounted to 71.8%, while the remaining 28.2% of the variant of pesanggem income was influenced by other factors outside of agroforestry management and the contribution of agroforestry.                                                                         Keywords: Agroforestry, Income, LMDH and Bumi Aji
Estimasi Populasi dan Karakteristik Habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Hutan Raya R. Soerjo Jawa Timur Andrie Ahlul Azmi; Moch Chanan; Nirmala Ayu Aryanti
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 2 No. 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v2i2.9410

Abstract

ABSTRACT Tahura R. Soerjo was declared a major forest area in 1992 which included protected forests of Mount Anjasmoro, Mount Gede, Mount Biru, Mount Limas, and the Arjuno-Lalijiwo nature reserve. In 1997, the area of R. Soerjo's great forest area increased to 27,868.30 hectares, which consisted of 22,908.3 hectares of protected forest, and the Arjuno-Lalijiwo Nature Reserve area of 4,960 hectares. Wild animals are animals that live in natural ecosystems. Wildlife is all animals that live in the wild that are not directly controlled or domesticated by humans. Wildlife management is the art of controlling wildlife habitat and population characteristics and human activities to achieve the desired goals. Wildlife management is part of wildlife conservation efforts.Slim and long-tailed bodied Lutung. Hair color (hair) body varies depending on the species, from black and gray, to golden yellow. When compared to his legs, the Lutung's hands are fairly short, with their hairless soles. Lutung size ranges from 40-80 cm, weighing 5-15 kg; larger-bodied males than females. The protrusion above his eyes distinguishes Lutung from his close relative. The location of the observation is made systematically in the direction of the planned transect line. The point of observation is systematically intended to obtain varied data. By paying attention to the points that have been made in previous years. Based on the results obtained, it can be concluded that there are 3 highest types of INP plants from the tree level, namely Engelhardia spicata, Dampul Ficus lepicarpa, Quercus sundaicus Red Pairs. At the pole level there are Dampul Ficus lepicarpa, Berasan, Engukhardia spicat cucumber while at the sapling level there are Dampul Ficus lepicarpa, Put Buddleja asiantica, Put Red Quercus sundaicus. Each with an average value of 300.
Persepsi Mayarakat Sekitar Hutan Kota Jalan Kediri Dan Polowijen Ruang Terbuka Hijau Kota Malang Triputri Nurlaila; Erni Mukti Rahayu; Mochamad Chanan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 4 No. 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dikelolah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang dan memiliki sistem pengelolaan yang sama dalam perawatan, pengadaan daerah resapan air, pengadaan fasilitas dan perbaikan fasilitas yang ada di hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen. Persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen menunjukan bahwa kedua hutan kota memberikan manfaat bagi masyarakat sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang digunakan sebagai tempat refresing, memberikan nilai estetik dan sebagai tempat penyerapan air bagi vegetasi yang ada di sekitar hutan kota. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen dan mengetahui persepsi masyarakat disekitar hutan kota. Metode yang digunakan dengan teknik wawancara dan pembagian kuisioner dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskripstif kualitatif. Hasil persepsi masyarakat di sekitar hutan kota jalan kediri dan hutan kota polowijen terhadap fungsi hutan kota dalam menstabilkan kondisi suhu, mengurangi polusi udara, membuka lapangan pekerjaan, dan pengadaan vegetasi dikedua hutan kota belum optimal. Persepsi masyarakat terhadap manfaatan fungsi hutan kota oleh masyarakat sekitarnya dapat dipengaruhi oleh tingkat umur, pendidikan, pekerjaan dan pendapatan. Hal ini disebabkan adanya perbadaan pemanfaat dari fungsi hutan kota berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap hutan kota.  
Penyuluhan Pengolahan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos di Desa Bendosari Kecamatan Pujon, Malang Joko Triwanto; Moch. Chanan; Erni Mukti Rahayu
Berdikari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pelaksaan kegiatan pengabdian ini melatih masyarakat di Desa Bendosari dalam mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos (pupuk organik). Mitra dalam pengabdian Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cahaya Alam Lestari Desa Bendosari. Metode pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, Praktek pembuatan kompos, pengujian kandungan kimia pada kompos, dan evaluasi. Hasil pengabdian menunjukan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar, dengan penambahan EM4 dapat mempercepat proses pengomposan. Proses pengomposan membutuhkan waktu selama 30 hari, dan ditandai dengan perubahan kompos menjadi warna kecoklatan dan tidak berbau. Berdasarkan analisis kandungan kimia, kompos yang dihasilkan melalui kegiatan pengabdian memiliki nilai N; 25%, P; 7%, K; 9%, sesuai dengan SNI 19-7030-2004 maka kompos dapat digunakan untuk kegiatan menanam sayuran. Monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan angket, hasil di lapang menunjukkan adanya peningkatan 70% pemahaman masyarakat terhadap pengolahan limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Keberhasilan program pengabdian ditandai dengan adanya pengembangan pembuatan pupuk cair dari limbah rumah tangga (sayuran dan buah) yang dikembangkan oleh masyarakat di Desa Bendosari. Kegiatan pengabdian berjalan dengan lancar, masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi kompos adalah salah satu upaya pencegahan pencemaran lingkungan.
Keseimbangan Hara Makro Tegakan Jati (Tectona grandis L.f) dengan Metode DRIS (Macro Nutrient Balance of Teak Stands (Tectona grandis L.f) Using DRIS) Mochamad Chanan; Febri Arif Cahyo Wibowo; Alisa Lila Nidha
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2022.19.1.1-9

Abstract

ABSTRACTThe practice of land clearing by burning, which is often carried out by farmers or area managers, has a negative impact on soil health. Soil health assessment is needed to produce good plant growth. Indicators of soil health include soil properties and cropping systems in the area. Soil health can be maintained by environmental management, crop rotation and soil nutrient management. This study aims to determine the balance of macronutrients in teak plantations. Data collection was conducted using five plots with a size of 12 x 12 m each. In each plot, the plant height and diameter, the physical and chemical properties of the soil, and the plant tissue (N, P, K, Ca, and Mg), were observed. The test results for macronutrients of teak plant tissue were analyzed using DRIS method. The results showed that the balance of nutrients was indicated by the nutrients N (0.244%), P (2.199 ppm), Ca (0 ppm), and Mg (3.241 ppm), while the unbalanced results were indicated by the element K (-5.180 ppm). Therefore, improvement efforts that need to be undertaken to increase the teak plant growth are the addition of potassium fertilizer.Key Words: Teak, macro-nutrients, DRIS method  ABSTRAKPraktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang seringkali dilakukan oleh petani atau pengelola kawasan berdampak negatif terhadap kesehatan tanah. Untuk menghasilkan pertumbuhan tanaman yang baik diperlukan pengkajian kesehatan tanah. Indikator kesehatan tanah diantaranya, yaitu sifat-sifat tanah dan sistem tanam pada kawasan. Kesehatan tanah dapat dijaga di antaranya dengan pengelolaan lingkungan, rotasi tanaman dan pengelolaan hara tanah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keseimbangan unsur hara makro di hutan tanaman jati. Pengumpulan data dilakukan dengan plot yang terbagi menjadi lima dengan ukuran masing-masing 12 x 12 m. Pada setiap plot, diamati tinggi dan diameter tanaman, kondisi sifat fisik dan kimia tanah serta jaringan tanaman (N, P, K, Mg, dan Ca). Data hasil sampel uji unsur hara makro jaringan tanaman jati dianalisis dengan metode DRIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan unsur hara terjadi untuk hara N (0,244%), P (2,199 ppm), Ca (0 ppm), dan Mg (3,241 ppm), sedangkan tidak seimbang adalah unsur K (-5,180 ppm). Oleh karena itu, upaya perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman jati tersebut yaitu penambahan pupuk kalium.Kata Kunci: Jati, hara makro, metode DRIS
ANALISIS FAKTOR JUMLAH PENGUNJUNG OBYEK WISATA SRAMBANG PARK NGAWI JAWA TIMUR Erni Mukti Rahayu; Joko Triwanto; Mochamad Chanan; Oktavia -
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hutan Tropis Volume 9 No 1 Edisi Maret 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i1.10468

Abstract

The aim of this researchs to know the factors that influence number of visitors in Srambang Park tourist attraction. The factors include gender, age of visitors, level of education, family dependents, occupation, income, service, security, cleanliness, facilities, distance. Purposive sampling data collection technique, respondents in this study visitors to the Srambang Park tour with a total of 35 respondents. The data obtained in the field were analyzed using SPSS correlation analysis. The results of the analysis show that the factors that affect the number of visitors are categorized into a) very low (0.00-0.199); gender, occupation, income, service, b) quite strong (0.40-0.599); visitor age, education level, security, c) strong (0.60-0.799); facilities, distance. The management of the Srambang Park area pays attention to environmental sustainability, through planting, conservation of springs and waste management. The existence of Srambang Park tourism object is able to improve the socio-economy of the surrounding community through direct involvement as Srambang Park employees, becoming a motorcycle taxi driver to tourist sites and selling in the Srambang Park area.
PENGARUH SERANGAN KARAT TUMOR TERHADAP TINGGI DAN DIAMETER SENGON (Falcataria moluccana (L) Nielson) DI DESA PAIT KABUPATEN MALANG Amir Syarifuddin; Mochammad Chanan; Tawakal Ridho; Erni Mukti Rahayu
Gorontalo Journal of Forestry Research VOLUME 4 NOMOR 1 TAHUN 2021 GORONTALO JOURNAL OF FORESTRY RESEARCH
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gjfr.v4i1.1351

Abstract

Tanaman sengon merupakan salah satu  jenis tanaman yang banyak dikembangkan di hutan rakyat,  karena daur totasi relatif pendek dan produktivitas kayu yang baik. Pola penanaman monokultur telah menyebabkan tanaman sengon mudah terserang hama dan penyakit. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman sengon adalah karat tumor yang disebabkan adanya infeksi dari jamur Uromycladium tepperianum Sacc. Oleh karena itu perlu dilakukan pengamatan  seragan karat tumor terhadap pertumbuhan tanaman sengon. Pengamatan serangan karat tumor dilakukan di hutan rakyat Desa Pait, Kabupaten Malang dengan membuat sebanyak sepuluh plot pengamatan secara tersebar. Hasil studi menunjukkan bahwa intensitas serangan karat tumor pada  plot pengamatan mencapai  100%. Serangan karat tumor pada tanaman sengon ditandai dengan adanya tumor pada ujung ranting dan cabang tanaman. Rata-rata pertumbuhan diameter tanaman berkisar antara  10,8 cm sampai  21,6 cm. Sedangkan rata-rata pertumbuhan tinggi mencapai  7 m pada umur 2 tahun dan 16 meter pada umur  4 tahun. Secara umum  pertumbuhan tanaman sengon tidak terpengaruh oleh adanya serangan karat tumor. Namun demikian serangan bisa berkembang lebih lanjut ke batang tanaman yang dapat menyebabkan terganggunya metabolisme pertumbuhan tanaman.. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi serangan karat tumor ini antara lain dengan melakukan sanitasi,pemberantasan secara  mekanik dan penggunaan fungsisida.
Pengembangan Tanaman Penghasil Minyak Atsiri Sebagai Sumber Pendapatan Petani dan Pelestarian Kawasan Hutan Mochamad Chanan; Galit Gatut Prakosa
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2022): Mei
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v1i3.149

Abstract

Pujon Hill merupakan lokasi hutan pendidikan yang dikelola oleh UMM, dimana kawasannya termasuk tanah miring dengan tingkat kemiringan lebih dari 25%. Lokasi ini dikenal sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). KHDTK Pujon Hill terletak pada bagian hulu DAS Brantas di Kecamatan Pujon. UMM harus memperhatikan masyarakat sekitar yang terakomodasi di Kelompok Tani Hutan (KTH) Pujon Hill dalam mengelola kawasan hutan. Lahan di sana tidak memenuhi persyaratan untuk konservasi tanah dan air karena petani di sana tidak memahami model atau tanaman konservasi. Minimnya pemahaman dan pemanfaatan pengembangan kawasan konservasi menjadi perhatian utama pengusul dan mitra. Pemilihan jenis tanaman yang memiliki kemampuan penahan erosi, seperti tanaman serai wangi, merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan secara tuntas. Pembuatan alat yang berfungsi sebagai penyulingan melalui penyulingan minyak atsiri memberikan solusi untuk pengolahan tanaman menjadi minyak atsiri. Minyak sereh disuling untuk menghasilkan dua jenis minyak esensial yang berbeda. Minyak atsiri kelas A digunakan untuk penjualan langsung, sedangkan minyak atsiri kelas B digunakan untuk membuat asam karbol.
PRODUKSI KERAJINAN DADAK MERAK TERHADAP POPULASI JENIS BURUNG MERAK HIJAU (Pavo Muticus) di KABUPATEN PONOROGO ramli ramadhan; Hendi Asy'ari; Mochammad Chanan
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.41614

Abstract

Pelestarian budaya Reog di Kabupaten Ponorogo sangat bergantung pada kesediaan bahan baku burung Merak Hijau. Namun saat ini pertumbuhan populasi Merak Hijau semakin menurun, disisi lain Kabupaten Ponorogo perlu melestarikan keberadaan kesenian Reog. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pertumbuhan produksi dadak merak terhadap tingkat populasi jenis merak hijau (Pavo muticus) secara ex situ di Kabupaten Ponorogo. Analisis hubungan antara pertumbuhan populasi dan pertumbuhan produksi dadak merak menggunakan metode korelasi spearman rank untuk mengetahui tingkat signifikansi. Selanjutnya dilakukan analisis peluang usaha menggunakan B/C ratio untuk mengetahui prospek usaha kerajinan dadak merak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi dadak merak yang tinggi tidak berkolerasi terhadap pertambahan populasi merak hijau. Hal ini disebabkan karena minimnya ifnormasi dan kurangnya pendampingan terhadap para penangkar terhadap metode penangkaran secara ex-situ sehingga pengrajin memilih melakukan subtitusi menggunakan merak biru dari bahan impor. Nilai B/C ratio pada dadak merak hijau menunjukkan nilai 1,11 dan dadak merak biru 1,32 sehingga kegiatan usaha kerajinan dadak merak memiliki prospek yang layak.Kata Kunci: Produksi Dadak Merak, Merak Hijau
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Jati Plus Perhutani Umur 3 Tahun di KPH Ngawi Sinta Nuriyah; Erni Mukti Rahayu; Mochammad Chanan
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v7i1.36067

Abstract

Pertumbuhan pohon dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya jarak tanam. Jarak tanam mampu memberikan ruang tumbuh untuk proses perkembangannya yang berpengaruh pada kemampuan menyerap unsur hara dan memperoleh cahaya matahari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan klon Jati Plus Perhutani. Penelitian dilakukan di Resort Pengelolaan Hutan Kricak, Kesatuan Pengelolaan Hutan Ngawi, pada tanaman Jati Plus Perhutani berumur 3 tahun. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan jarak tanam yang diuji yaitu 3x3m, 6x6m, 8x4m, dan 8x6m dengan pengulangan sebanyak lima kali. Indikator penelitian diantaranya diameter pohon, tinggi total, diameter tajuk serta dilakukan perhitungan riap diameter pohon. Hasil menunjukkan bahwa jarak tanam berpengaruh signifikan terhadap diameter pohon, tinggi total, diameter tajuk dan riap pertumbuhan diameter. Diameter pohon terbaik pada jarak tanam 8x6m sebesar17,96 cm. Diameter tajuk terbaik pada jarak 8x6 m yakni sebesar 4,94 m. Sementara itu jarak tanam 8x4 menghasilkan perlakuan tertinggi berdasarkan tinggi total pohon sebesar 12,29 m. Terjadi fluktuasi pada pertumbuhan Mean Annual Increment (MAI) namun terjadi peningkatan pertumbuhan pada Current Annual Increment (CAI). Pertumbuhan riap diameter pohon paling optimal terjadi pada perlakuan jarak 8x6m baik itu berdasarkan MAI sebesar 4,96 cm/tahun maupun CAI sebesar 5,38 cm/tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa jarak tanam berperan penting dalam meningkatkan pertmbuhan jati plus perhutani secara optimal.