Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Rancang Bangun Prototype Alat Pengering Tepung Pati Aren Tipe Efek Rumah Kaca (ERK) Wahyu K Sugandi; M. Hafizh Ulwan; Ahmad Thoriq; Asep Yusuf; Muhammad Achirul Nanda
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol17n2.2

Abstract

Tepung pati aren merupakan hasil ekstraksi empulur pada batang aren. Proses pengeringan tepung pati aren bertujuan untuk memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai harga jual tepung. Pengeringan tepung pati aren yang dilakukan saat ini masih menggunakan cara tradisional atau konvensional dengan menggunakan terpal sebagai lantai pengeringan. Proses pengeringan tersebut menyebabkan tepung pati aren tidak kering sempurna, membutuhkan waktu pengeringan yang lama serta berpotensi masuknya kontaminan seperti debu dan benda asing yang dapat merusak mutu tepung pati aren. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rancang bangun dan uji kinerja alat pengering efek rumah kaca (ERK). Alat pengering hasil rancangan diharapkan dapat mempercepat proses pengeringan serta meningkatkan mutu tepung pati aren. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancang bangun alat. Tahapan penelitian, diantaranya adalah identifikasi masalah, penetapan kriteria perancangan, perancangan alat pengering tipe ERK, perhitungan analisis teknik, pembuatan gambar teknik, pembuatan alat, uji kinerja alat serta pengolahan data. Alat pengering tepung pati aren tipe ERK yang telah dibuat memiliki panjang 4 m, lebar 2 m dan tinggi 1,5 m. Rangka alat pengering menggunakan konstruksi kayu dengan atap pengering berbentuk setengah oval menggunakan plastik UV 6%. Hasil dari pengujian alat didapatkan profil suhu rata-rata alat sebesar 37,2⁰C, RH rata-rata alat sebesar 41,85%, intensitas cahaya matahari rata-rata alat sebesar 301,16 W/m2, suhu bahan rata-rata alat sebesar 31.94⁰C, kadar air hasil pengeringan bahan rata-rata sebesar 15,46% (bb), laju pengeringan rata-rata sebesar 4,10% (bb)/jam, efisiensi alat sebesar 35,94%, serta efisiensi proses pengeringan sebesar 76,69%.
Ruang Lingkup Difusi Inovasi Pendidikan Chandra Gumilar; Ahmad Thoriq; Muhammad Mardiyansah
Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): April: Edukasi Elita : Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/edukasi.v2i2.1267

Abstract

This study discusses the scope of innovation diffusion in education in Indonesia. In essence, education plays a fairly essential role in shaping the quality of human resources that are able to face the challenges of the times. Along with global changes marked by technological developments and economic transformation, demands on the education system continue to increase. The researcher uses a Qualitative Literature Review which is carried out by the researcher reading and observing various written reference sources related to the scope of innovation in education in Indonesia. The results of this study indicate that overall, the process of innovation diffusion in education involves various complex stages and requires support from all parties involved in the education system. Diffusion of educational innovation in general can be concluded as a very complex process and is influenced by various specific factors, both internally and externally in the educational environment.
Peran Filsafat Pendidikan dalam Membentuk Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pengembangan Teori dan Praktik Pendidikan di Indonesia Chandra Gumilar; Ahmad Thoriq; Muhammad Mardiyansah
Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Harmoni Pendidikan : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/hardik.v2i2.1260

Abstract

The purpose of this study is to discuss the role of educational philosophy in the development of educational theory and practice in Indonesia. Education is an essential component of human life. Education is critical in shaping human character and traits. The author employs qualitative research techniques. The author employs a literature review as a research method, while perusing and observing multiple written sources of information associated to the topic of educational philosophy's role in the formation of the Independent Learning Curriculum in the development of educational theory and practice in Indonesia. According to the research findings, the Independent Learning Curriculum is a curriculum designed by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology to give educational institutions flexibility in establishing a curriculum based on their unique requirements and features. The autonomous Learning Curriculum embodies the ethos of autonomous learning, specifically the spirit of student-centered learning. This paper concludes that theme learning is one of the learning approaches used in the Merdeka Belajar curriculum. This is consistent with the progressive educational concept, which holds that education must be focused on students' needs and interests.
Kelayakan Finansial Budidaya Cacing Tanah Lumbricus Rubellus dengan Pakan Ampas Tahu Lukito Hasta Pratopo; Ahmad Thoriq; Drupadi Ciptaningtyas; Dimas Habibie Achsyan
Agriekstensia : Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian Vol. 22 No. 2 (2023): AGRIEKSTENSIA: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/agriekstensia.v22i2.2966

Abstract

Cacing tanah Lumbricus rubellus memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan dengan jenis cacing lainnya menyebabkan permintaan pasar tinggi dan banyak peternak yang melakukan budidaya cacing Lumbricus rubellus. Pada proses budidaya cacing Lumbricus rubellus banyak pakan dari limbah organik yang dapat diberikan namun cacing lebih menyukai pakan yang berukuran halus salah satunya adalah ampas tahu. Pemberian ampas tahu untuk pakan cacing Lumbricus rubellus memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan pakan lainnya antara lain berukuran halus, tidak berbau, protein terjaga dan mudah dalam pemberian pakan. Namun demikian analisis finansial diperlukan untuk mengetahui kelayakan usaha berdasarkan kapasitas produksi dan faktor lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Data dikumpulkan melelui pengamatan dan wawancara langsung. Analisis finansial dihitung untuk mendapatkan nilai Biaya Produksi (BP), Harga Pokok Produksi (HPP), Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) dan Pay Back Period (PBP). Hasil penelitian menunjukkan, pada kapasitas produksi 1.080 kg cacing per musim diperoleh nilai BP sebesar sebesar Rp66.727.705,00 dan HPP sebesar Rp61.785,00 per kg pada musim pertama sedangkan pada musim kedua hingga musi ke-20 diperoleh nilai BP sebesar Rp54.727.705,00 dan HPP sebesar Rp50.674,00 per kg. Apabila cacing hasil produksi dijual dengan harga Rp100.000,00 per kg maka akan diperoleh NPV sebesar Rp432.265.321,00, BCR sebesar 1,60, nilai IRR sebesar 41,31% dan modal kembali pada musim ke tiga.