Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penangkaran Buaya Muara (Crocodylus porosus) di PT Makmur Abadi Permai Samarinda dan Legowo Kamarubayana, Ahmad Ripai
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2072

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mempelajari pola penangkaran buaya muara, dan Mengidentifikasi tentang keberhasilan penangkaran buaya muara di penangkaran.Penelitian ini dilaksanakan di PT. Makmur Abadi Permai Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian ini didapatkan dari Penangkaran Buaya PT.Makmur Abadi Permai. dan Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Waktu penelitian efektif yang digunakan selama 1 (satu) bulan yaitu bulan April 2014, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data yang dikumpulkan pada penelitian mencakup dua kategori yaitu data primer dan data sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penangkaran  merupakan  salah  satu  upaya  pengembangbiakan jenis di luar habitat aslinya dan sedemikian rupa menyerupai lingkungan aslinya. Agar penangkaran buaya muara berhasil dibutuhkan suasana habitat penangkaran yang mirip dengan habitat alaminya. Aspek perkolaman  yang  harus  diperhatikan  yakni  jenis,  fungsi,  kontruksi, perlengkapan dan perawatan Kolam.Berdasarkan hasil pengamatan selama penelitian di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdapat bermacam-macam jenis kolam yaitu kolam anakan berjumlah 8 kolam dengan ukuran 3 m x 4 m dengan jumlah buaya yang ada di kolam 280 ekor tingkat persentase yang hidup 86,51% dan tingkat kematian 13,84%, umur rata-rata di kolam tersebut berumur antara 2 minggu sampai dengan 6 bulan, kolam buaya remaja/muda jumlah kolam 1 buah dengan ukuran 11 m x 16,5 dengan jumlah buaya yang ada di kolam 335 ekor tingkat persentase yang hidup 87,01% dan persentase mati 12,98% dengan tingkatan umur antara 6 bulan sampai dengan 2 tahun, kolam pembesaran berjumlah 18  kolam dengan ukuran tiap kolam 36 m x 9 m, dengan jumlah buaya 395 ekor tingkat persentase yang hidup 79,57 % dan persentase mati 20,42% dengan tingkatan umur antara 2 tahun sampai dengan 4 tahun dan kolam perkembangbiakan atau induk, jumlah kolam 2 buah dengan ukuran 20 m x 30 m, jumlah buaya yang ada di kolam 1268  ekor yang dengan tingkatan umur 8 tahun sampai dengan 16 tahun. Kolam yang terdapat di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai merupakan Kolam bersifat permanen perlengkapan dalam kolam yang dibuat oleh pengelola penangkaran PT. Makmur Abadi Permai terdiri dari dua bagian yaitu daerah daratan dan daerah berair (kolam) kemudian kolam dibersihkan secara rutin 1 minggu sekali dan limbah pembuangan setelah dibersihkan akan di alirkan ke dalam kolam penampungan limbah.Berdasarkan hasil pengukuran suhu Kolam di penangkaran  buaya muara PT. Makmur Abadi Permai menunjukkan kondisi suhu yang relatif stabil. Suhu Kolam pada pagi hari berkisar 25-29°C, siang hari berkisar 30-33°C, dan sore hari berkisar antara 29-31°C, Pemberian pakan di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai biasanya dilakukan 1 kali dalam seminggu. Jumlah makanan disesuaikan dengan jumlah individu dan ukuran, Jenis penyakit, gejala dan pengobatan penyakit yang menyerang buaya muara di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai adalah jamur kulit,cacat tubuh,stres dan luka-luka. Pengelolaan reproduksi di penangkaran PT. Makmur Abadi Permai meliputi pemilihan bibit, penentuan jenis kelamin, pengaturan kawin, musim bertelur dan penetasan telur.
STUDI PENGENDALIAN KEBAKARAN HUTAN DI WILAYAH KELURAHAN MERDEKA KECAMATAN SAMBOJA KALIMANTAN TIMUR Ismail, dan Legowo Kamarubayana, Zulkifli,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2600

Abstract

Studi Pengendalian Kebakaran Hutan Di Wilayah Kelurahan Merdeka Kecamatan Samboja Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari, mendeskripsikan, dan memahami: Upaya pengendalian  kebakaran hutan  yang diterapkan di  wilayah Kelurahan Sungai Merdeka dan Partisipasi masyarakat sekitar hutan  dalam  strategi pengendalian kebakaran hutan.Penelitian  ini menggunakan  pendekatan  kualitatif  yang berusaha mempelajari dan mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pengendalian kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka Kecamatan Samboja.  Pendekatan kualitatif juga digunakan untuk mendeskripsikan   partisipasi masyarakat sekitar hutan dalam pengendalian kebakaran hutan serta diiringi dengan berbagai upaya dari masyarakat untuk  terus meningkatkan  partisipasi mereka dalam  penerapan strategi pengendalian kebakaran hutan.Dalam  penelitian  ini,  subyek  dibedakan  menjadi  informan dan responden;  informan merupakan pihak yang akan memberikan keterangan tentang pihak  lain  dan  lingkungannya.  Sedangkan  responden  merupakan  pihak  yang memberi keterangan tentang diri dan kegiatan yang dilaksanakan.Kebakaran Hutan merupakan salah satu faktor penyebab kerusakan hutan yang berakibat terdegradasinya hutan di Indonesia, untuk melindungi kerusakan hutan yang disebabkan oleh kebakaran dilakukan kegiatan pengendalian kebakaran hutan meliputi: pencegahan, pemadaman, penanganan pasca kebakaran. Dari hasil wawancara diperoleh informasi bahwa faktor penyebab kasus  kebakaran hutan di wilayah Kelurahan Sungai Merdeka ialah kegiatan manusia
Pembuatan Pestisida Nabati Ramah Lingkungan Berbasis Tumbuhan Pekarangan Legowo Kamarubayana; Marisi Napitupulu; Maya Preva Biantary; , Puji Astuti
TAAWUN Vol. 2 No. 01 (2022): TA'AWUN FEBRUARY 2022
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v2i01.239

Abstract

Produk-produk pestisida pertanian saat ini banyak ditawarkan ke masyarakat yang tanpa disadari memiliki kadar bahan berbahaya yang terlalu tinggi terikutkan dalam produk tersebut, yang tentunya hal ini dalam jangka panjang sangat berbahaya. Konsep ramah lingkungan merupakan konsep pertanian yang memprioritaskan keamanan seluruh komponen yang ada pada lingkungan ekosistem. Pertanian ramah lingkungan mengutamakan pupuk dan pestisida yang berasal dari tumbuhan terutama di sekitar pekarangan ataupun yang ada di sekitar lingkungan dengan biaya yang relatif murah dan peralatan yang sederhana tanpa meningalkan dampak negatif bagi lingkungan. Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanaman atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman dan tentunya pestisida nabati ini tidak meninggalkan residu yang berbahaya pada tanaman ataulingkungan. Tujuannya adalah pemanfaatan tumbuhan pekarangan yang ramah lingkungan dan menambah wawasan bagi masyarakat terutama petani. Pelaksanaan kegiatan difokuskan di Desa Handil Kopi Samarinda Kecamatan Samarinda Utara. Metode yang digunakan adalah dengan ceramah tentang materi, diskusi dan praktik langsung atau demostrasi. Pengaplikasian dapat langsung ke tanaman setelah selesai pembuatan pestisida nabatinya pada pagi dan sore hari. Hasil produksi dari pestisida nabati ini tergantung dari jenis OPT nya, seperti untuk pestisida nabatai bahan daun sirsak untuk hama kutu-kutuan, yang serai wangi untuk kutu-kutuan dan dan tikus, daun jeruk untuk khusus kutu-kutuan , dan campuran dari gadung racun, daun sirsak dan jaringau untuk ulat dan insektisida. Hasil yang di dapat langsung Pengeaplikasikan ke tanaman dengan konsentrasi 200 ml/15 liter air dan disemprotkan kebagian tanaman yang terserang hama.