Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Apakah Literasi Keuangan Dan Inovasi Digital Mampu Meningkatkan Kinerja UMKM Saat Menghadapi Covid – 19? Pipin Fitriasari; Bobby Himawan; Maria Yanida; Arif Widyatama
Akuntansi & Ekonomika Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Akuntansi dan Ekonomika
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jae.v11i2.2833

Abstract

This study aims to examine the relationship between financial literacy and digital innovation on improving the performance of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The research method used is a survey method. The number of respondents used was 56 respondents. The results of this study indicate that financial literacy and digital innovation have no relationship to the performance of MSMEs during the pandemic. Many factors cause this to happen, including the supporting components of the inadequate use of the technology, and many MSME owners who rely on their experience in running their business.
ERA DISRUPTION SEBUAH TANTANGAN ATAU BENCANA SEBUAH TELAAH LITERATUR Adi Prihanisetyo; Dede Pebrianto; Pipin Fitriasari
Jurnal MEBIS (Manajemen dan Bisnis) Vol 3 No 1 (2018): July 2018
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Gedung B) │UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/mebis.v3i1.19

Abstract

Salah satu ciri perusahaan besar adalah karena kuatnya brand image pada produk atau jasa yang telah dihasilkan, atau karena deregulasi yang mereka peroleh dari pemerintah (hak monopoli) atau karena telah kuatnya brand image, maka secara tidak langsung mereka menjadi satu-satuya perusahaan yang memperoduksi barang atau jasa bagi masyarakat (konsumen). Kondisi demikian apabila dibiarkan begitu saja, maka akan melahirkan pegawai-pegawai yang tidak market oriented, karena mereka sudah terjebak pada kondisi comfort zone. Di satu sisi, pesaing (competitor) setiap saat selalu memantau dan sama-sama memiliki kekuatan yang cukup besar untuk naik keatas, menggantikan peran dari perusahaan besar tersebut, dengan demikian, ada potensi bagi kedua pihak tersebut untuk berbenturan. Benturan akan menyebabkan retakan. Akibat dari retakan tersebut, muncul kelompok “wait and see” dan kelompok crackers yang “see and do”. Disruption adalah sebuah inovasi. Inilah inovasi yang akan menggantikan seluruh sistem lama dengan cara-cara baru.
SISTEM PENGUKURAN KINERJA STRATEGIS, JRI, DAN ROLE STRESS SEBAGAI DETERMINAN KINERJA MANAJER Pipin Fitriasari; Bambang Subroto; Erwin Saraswati
Jurnal Akuntansi Multiparadigma Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akuntansi Multiparadigma
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.925 KB) | DOI: 10.18202/jamal.2015.04.6001

Abstract

Abstrak: Sistem Pengukuran Kinerja Strategis, JRI, dan Role Stress sebagai Determinan Kinerja Manajer Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh sistem pengukuran kinerja strategis, Job Relevant Information (JRI), ketidakjelasan peran, dan konflk peran terhadap kinerja manajer Metode survey dengan analisis data Partial Least Square menunjukkan beberapa temuan Pertama, sistem pengukuran kinerja strategis memengaruhi JRI dan kinerja manajer Kedua, ketidakjelasan peran yang tinggi memengaruhi kinerja manajer, tetapi tidak dipengaruhi konflk peran. Ketiga, JRI yang tinggi mengakibatkan ketidakjelasan peran yang tinggi, tetapi tidak menyebabkan konflk peran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuatnya sistem pengukuran kinerja strategis yang diterapkan perusahaan menyebabkan ketidakjelasan peran yang tinggi, tetapi tidak memengaruhi konflk peran.Abstract: Strategic Performance Measurement Systems, JRI and Role Stress as Determinants of Manajer Performance. This research the effect of strategic performance measurement systems, Job Relevant Information (JRI), role ambiguity, and role conflct on manager performance. This study employed survey approach with data analysis using Partial Least Square. The results indicates that fistly, strategic performance measurement system affects JRI and manager performance. Secondly, high role ambiguity affects the manager performance but is not affected by role conflct. Thirdly, high JRI affects high role ambiguity but does not lead to role conflct. The study concludes that strong strategic performance measurement systems applied by a company would lead to highrole ambiguity, but does not affect role conflct.