Dyah Fitriana Masithoh
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan Fisika

PENERAPAN PEMBELAJARAN FISIKA MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DI SMP Jumarni, Sri; Sarwanto, Sarwanto; Fitriana Masithoh, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1497.915 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya peningkatan aktivitas dan hasil belajar Fisika siswa kelas VIIIB SMP Negeri 3 Tulung Klaten Tahun  Pelajaran 2011/2012 melalui pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada materi Usaha dan Energi. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Tahap untuk masing-masing siklus adalah persiapan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 3 Tulung KlatenTahun Pelajaran 2011/2012 sebanyak 30 siswa.Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara dan diskusi. Data dianalisis secara kualitatif  yang dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari analisis data dan pembahasan dapat ditulis kesimpulan bahwa hasil pengamatan aktivitas pada tiap siklus menunjukan terjadi peningkatan aktivitas belajar positif siswa dari 48,27% di siklus I menjadi 64,30% dan 81,03% di siklus II. Aktivitas belajar negatif mengalami penurunan dari 17,60 % di pra silkus menjadi 21,30 % di siklus I dan 8,67 % di siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang tuntas mencapai 10,00%  dengan batas ketuntasan 70 dan rata-rata kelas  56,50, Hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada siklus I dengan jumlah siswa yang tuntas mencapai 33,33% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 60,37. Sedangkan pada siklus II didapat siswa yang tuntas mencapai 76,66% dengan batas ketuntasan minimal nilai 70 dan rata-rata kelas 77,5. Hasil observasi pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siklus I 75,18% mengalami peningkatan pada siklus II 82,96%, yang dapat disimpulkan bahwa model di siklus I adalah bagian yang menarik tapi belum memenuhi target dari penelitian, baru model di siklus II sudah mencapai target dari penelitian iniKata kunci: Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Aktivitas, Hasil Belajar
PEMBUATAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKASMA KELAS XI Wahyuningsih, Tri; Raharjo, Trustho; Fitriana Masithoh, Dyah
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.47 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menyusun dan menghasilkan instrumen tes diagnostik untuk mengungkap miskonsepsi siswa dalam materi Fluida dan Teori Kinetik Gas di Sekolah Menengah Atas kelas XI semester genap. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian pengembangan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah tes diagnostik untuk mengidentifikasi miskonsepsi Fisika pada siswa. Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan 4 D (four D model) oleh S. Thigarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Model pengembangan 4D terdiri atas 4 tahap utama yaitu: (1) Define (Pendefinisian), (2) Design (Perancangan), (3) Develop (Pengembangan), dan (4) Disseminate (Penyebaran). Obyek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 6 Surakarta dan siswa kelas XII IPA 4 dan 5 SMA Negeri 1 Kartasura. Hasil draft awal sebanyak 56 butir soal tes diagnostik yang sudah di validasi teoritik. Validasi empiris dilakukan dengan dua kali uji coba. Uji coba I digunakan soal sebanyak 56 item dengan bentuk soal pilihan ganda alasan yang telah ditentukan. Selanjutnya dilakukan revisi soal berdasarkan hasil analisis dan wawancara terhadap siswa. Uji coba II digunakan bentuk soal pilihan ganda alasan terbuka dengan dua tipe soal, yaitu A dan B. Jumlah soal untuk masing-masing tipe adalah 33 butir soal. Uji coba I diperoleh nilai reliabilitas cukup, yaitu 0,41. Artinya, instrumen tersebut tingkat keajegan dalam mengungkap miskonsepsi siswa adalah cukup. Uji coba II dihasilkan nilai reliabilitas cukup, yaitu 0,611 untuk soal tipe A dan 0,6 untuk soal tipe B. Artinya, instrumen tersebut tingkat keajegan dalam mengungkap miskonsepsi siswa adalah cukup.Dari Penelitian dihasilkan instrumen tes diagnostik untuk mengungkap miskonsepsi materi Fluida dan Teori Kinetik Gas dengan dua tipe soal yaitu A dan B. Bentuk soal pilihan ganda dengan alasan terbuka dengan jumlah soal masing-masing tipe adalah 33 butir soal. Kata kunci: Tes diagnostik, miskonsepsi, Fluida, Teori Kinetik Gas