Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Polarisasi Cahaya dan Penentuan Nilai Indeks Bias dengan Metode Brewster Angle istiqomah nugraheny; Wahyu Nurfauzi; Devara Ega Fausta; S Supurwoko; Rengga Ngesthi Pambuka
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.606 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i3.3204

Abstract

An experiment for determine brewster angle and study polarization from reflected light has been done. Equipment which requested for this experiment are a spectrophotometry table as the place the sample and read the reflected angle, photodetector as recording instrument to determine value of intensity from reflected light, resin as tested sample, He-Ne Laser as main light resource, and a polarizer used as light polarizator. The result from this experiment shown there are 2 mode from polarized light, TE mode and TM mode. Mode which used to determine the brewster angle is TM Mode. The value of  brewster angle from resin sample on this experiment is 52,5o. The value from refractive index is (1,303 ± 0,055) compared by the literature which has been used is (1,46±0,01).
ANALYSIS OF STUDENTS’ ATTITUDES TOWARD STEM BASED-ON GENDER AND GRADE LEVEL: A COMPARATIVE STUDY BETWEEN INDONESIA AND THAILAND Indit Vaiqoh; Supurwoko Supurwoko; Nurma Yunita Indriyanti
EDUSAINS Vol 13, No 2 (2021): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v13i2.19822

Abstract

ANALISIS SIKAP SISWA TERHADAP STEM BERDASARKAN GENDER DAN TINGKATAN KELAS: STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN THAILANDAbstractAttitude is a tendency to behave and react to a given stimulus. The smoothness of STEM learning involves students, one of which is students' attitude towards STEM. Students at the junior high school level are a transitional period from children to adolescents who are not yet considered adulthood. Besides that, there is behavior stereotypical in male and female students during learning. This research was conducted to analyze students' attitudes towards Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) in Indonesia and Thailand in terms of grade level and gender. The research method used is descriptive quantitative using a survey. This study used the STEM questionnaire distributed to 139 students in Thailand and 90 students in Indonesia. Data were collected using a questionnaire about students' attitudes towards STEM and interview protocols for science teachers. Analysis of student attitudes, which focused on self-confidence, enjoyment, interest, and anxiety, showed that these attitudes were more dominant among students at the highest grade level in both countries. However, there is no significant difference between the attitudes of male and female students in Indonesia and Thailand; both are the same in responding to STEM learning.AbstrakSikap merupakan kecenderungan berperilaku dan reaksi terhadap stimulus yang diberikan. Kelancaran pembelajaran STEM yang melibatkan siswa, salah satunya adalah sikap siswa terhadap STEM. Siswa pada jenjang sekolah menengah pertama merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju remaja yang belum dikatakan masa dewasa, selain itu adanya perilaku stereotype pada siswa laki-laki dan perempuan pada saat pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis sikap siswa terhadap Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM) di Indonesia dan Thailand ditinjau dari tingkat kelas dan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan survei berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan kuesioner STEM yang dibagikan kepada 139 siswa di Thailand dan 90 siswa di Indonesia. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang sikap siswa terhadap STEM dan protokol wawancara untuk guru IPA. Analisis sikap siswa yang berfokus pada kepercayaan diri, kesenangan, minat, dan kecemasan, menunjukkan bahwa sikap tersebut lebih dominan di antara siswa pada tingkat kelas tertinggi di kedua negara. Namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara sikap siswa laki-laki dan perempuan di Indonesia dan Thailand, keduanya sama dalam merespon pembelajaran STEM.
Virtual Lab Experiment: Physics Educational Technology (PhET)Photo Electric Effect for Senior High School Supurwoko Supurwoko; C Cari; Sarwanto Sarwanto; Sukarmin Sukarmin; Rini Budiharti; Tiarasita Summa Dewi
International Journal of Science and Applied Science: Conference Series Vol 2, No 1 (2018): International Journal of Science and Applied Science: Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.213 KB) | DOI: 10.20961/ijsascs.v2i1.16750

Abstract

This paper introduced these Physics Educational Technology (PhET) Simulation and demonstrated their utility for Senior High School Students. The PhET simulations are very involved, interactive animated environments that create a unique opportunity for students. In each case, we demonstrate that discussion simulations are more productive, for developing student conceptual understanding  for photo electric effect than traditional discussion without simulations. During the discussion with PhET simulation, students can construct their  understanding about concepts photo electric effect within this framework. Students learn by building on their prior understanding through a series of constrained and supportives exploration. The simulations support an interactive approach and constrain students productively.
IMPLEMENTASI KOMPONEN-KOMPONEN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fairusy Fitria Haryani; Sukarmin Sukarmin; Daru Wahyuningsih; Supurwoko Supurwoko
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v4i32021p204

Abstract

Abstract: School-based management (MBS) has developed in Indonesia since 2000. It focuses on developing and improving quality of education by giving greater authority to school in making decisions together with all school members and local society. This research aims to determine the implementation of MBS in Surakarta junior high schools in 2020. The implementation studied is based on 7 (seven) components, they are of School-Based Curriculum and Learning Management, School-Based Students Management, School-Based Teachers and Education Staff Management, School-Based Facilities and Infrastructure Management, School-Based Financing Management, School-Based School and Community Relations Management, and School-Based Culture and Environment Management. Qualitative method is used in this study. Through a qualitative approach, the results for each MBS components described more deeply, to get the effectivity of implementation of MBS in Surakarta junior high schools.                                                   Keywords: School-based management, implementation, junior high schools Abstrak: Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) telah berkembang di Indonesia sejak tahun 2000. MBS berfokus pada pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan melalui pemberian kewenangan yang lebih besar kepada sekolah untuk mengambil keputusan bersama dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan MBS pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta tahun 2020. Ukuran keterlaksanaan MBS dikaji berdasarkan 7 (tujuh) komponen manajemen, yaitu Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah, Manajemen Sarana dan Prasarana Berbasis Sekolah, Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah, Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah, serta Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, hasil penelitian untuk tiap komponen MBS diuraikan secara lebih mendalam, untuk mendapatkan hasil efektivitas penerapan MBS di tingkat SMP kota Surakarta. Kata kunci: Manajemen berbasis sekolah, implementasi, Surakarta, Sekolah Menengah Pertama
IMPLEMENTASI KOMPONEN-KOMPONEN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Fairusy Fitria Haryani; Sukarmin Sukarmin; Daru Wahyuningsih; Supurwoko Supurwoko
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v4i32021p204

Abstract

Abstract: School-based management (MBS) has developed in Indonesia since 2000. It focuses on developing and improving quality of education by giving greater authority to school in making decisions together with all school members and local society. This research aims to determine the implementation of MBS in Surakarta junior high schools in 2020. The implementation studied is based on 7 (seven) components, they are of School-Based Curriculum and Learning Management, School-Based Students Management, School-Based Teachers and Education Staff Management, School-Based Facilities and Infrastructure Management, School-Based Financing Management, School-Based School and Community Relations Management, and School-Based Culture and Environment Management. Qualitative method is used in this study. Through a qualitative approach, the results for each MBS components described more deeply, to get the effectivity of implementation of MBS in Surakarta junior high schools.                                                   Keywords: School-based management, implementation, junior high schools Abstrak: Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) telah berkembang di Indonesia sejak tahun 2000. MBS berfokus pada pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan melalui pemberian kewenangan yang lebih besar kepada sekolah untuk mengambil keputusan bersama dengan melibatkan seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan MBS pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta tahun 2020. Ukuran keterlaksanaan MBS dikaji berdasarkan 7 (tujuh) komponen manajemen, yaitu Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran Berbasis Sekolah, Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah, Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berbasis Sekolah, Manajemen Sarana dan Prasarana Berbasis Sekolah, Manajemen Pembiayaan Berbasis Sekolah, Manajemen Hubungan Sekolah dan Masyarakat Berbasis Sekolah, serta Manajemen Budaya dan Lingkungan Berbasis Sekolah. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Melalui pendekatan kualitatif, hasil penelitian untuk tiap komponen MBS diuraikan secara lebih mendalam, untuk mendapatkan hasil efektivitas penerapan MBS di tingkat SMP kota Surakarta. Kata kunci: Manajemen berbasis sekolah, implementasi, Surakarta, Sekolah Menengah Pertama
Computational-Thinking Based Learning Activities for Physics in Indonesian New Curriculum Through a Student Worksheet Development Rahmawati, Siti Nur; Fauzi, Ahmad; Supurwoko, Supurwoko
JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika) Vol 9, No 3 (2024): September 2024
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jipf.v9i3.4807

Abstract

This research aims to investigate the practicality of the CT-based learning integrated in the physics high school subject through a development of student worksheet. The CT-based learning adapted from Palts and Pedaste’s problem-solving cycle for CT and involved Weintrop’s taxonomy of CT activities in math and science as the reference activities. The study used Plomp’s model, started from the preliminary research, followed by the development phase and evaluation that contained the validity content and practicality evaluation. The content showed high validity scores thus it was continued with the practicality evaluation by carrying out a micro-evaluation to the target users that involved observation, interview, and questionnaire addressing. The evaluation showed that the learning activities through the student worksheet had high practicality scores thus it is possible to be used and adapted to other subject matters.
Empowering Teachers in Implementing the Project to Strengthen Students' Pancasila Profile Using STEAM-based Learning for Optimizing Sustainable Development Goals (SDGs) in Junior High School Utami, Budi; Indriyanti, Nurma Yunita; Probosari, Riezky Maya; Supurwoko, Supurwoko; Fakhrudin, Isma Aziz; Khasanah, Annisa Nur; Hudha, Muhammad Nur
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.190

Abstract

Teachers play a crucial role in preparing quality human resources. One Junior High School in Sragen has implemented the Kurikulum Merdeka (Merdeka Curriculum). Based on interviews, teachers are still experiencing challenges in developing learning instruments and implementing the Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) model and the Project to Strengthen Students' Pancasila Profile. This community service team, Research Group Innovation in Science Classroom (ISC) provided training for teachers on the implementation of STEAM in the Merdeka Curriculum. The training included planning, implementation, mentoring, evaluation, and reporting. This Community Service Program has improved teachers' skills in implementing the Merdeka Curriculum and supporting the Sustainable Development Goals.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas VIII Materi Pesawat Sederhana: The Influence of the Guided Inquiry Learning Model on the Science Process Skills of Class VIII Students with Simple Plane Material Ristiani, Nia Pratama; Mulyani, Bakti; Supurwoko
Edu-Sains: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 14 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jmpmipa.v14i1.34625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains peserta didik kelas VIII SMPN 4 Karanganyar pada materi pesawat sederhana. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian non-equivalent control group. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII B sebagai kelas eksperimen menerapkan model inkuiri terbimbing dan kelas VIII H sebagai kelas kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda keterampilan proses sains dengan indikator yang meliputi aspek mengamati, mengelompokkan, menafsirkan, meramalkan,  mengajukan pertanyaan dan aspek merumuskan hipotesis untuk keterampilan proses sains dasar, merencanakan percobaan, menggunakan alat/bahan, menerapkan konsep dan berkomunikasi untuk keterampilan proses sains terpadu. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji t. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa kelas VIII SMP. Didapatkan nilai Sig. 0,000 kurang dari 0,05 sehingga H0 ditolak yang artinya terdapat pengaruh model inkuiri terbimbing dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik. Selain itu dilihat dari perbedaan nilai n-gain, dimana kelas eksperimen memperoleh nilai n-gain sebesar 0,56 dengan kategori sedang. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa kelas VIII SMP. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat dijadikan alternatif yang baik dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran sains di sekolah, terutama dalam mengembangkan keterampilan proses sains yang penting bagi siswa. Diharapkan temuan ini dapat mendorong guru untuk lebih mengoptimalkan penggunaan model ini dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
Innovation of Arduino Uno-Based Physics Practicum Tool with MAX4466 Sound Sensor Muhammad Khairul Annam Najahy Najahy; Supurwoko; Lita Rahmasari
Airlangga Journal of Innovation Management Vol. 4 No. 1 (2023): Airlangga Journal of Innovation Management
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ajim.v4i1.45314

Abstract

The purpose of this study was to make an Arduino Uno-based doppler effect practicum tool with a Max4466 sensor, to find out the results of testing an Arduino Uno-based doppler effect practicum tool with a Max446 sound sensor. The research methodology used is linear regression of the instrument calibration experiment. The data of this research is data from the experimental results of practicum tools made with the calibration tool. This study states that the Max4466 Sound Sensor reads the frequency of sound then the data is processed and sent by Arduino Uno via commands on the Arduino IDE and the Data Streamer menu to Microsoft Excel. After that, the tool calibration process is carried out by comparing the frequency value between what is read on the sensor and the calibrator (digital multi-meter). This practicum tool innovation could directs teachers and students. The benefit of this research is to provide learning media that supports the teaching and learning process and improves students' skills. This research suggestion is for future researchers to look for other calibrators that can record data automatically to facilitate instrument calibration and conduct further research on the effect of air (environment) on a sound.
Peningkatan Kemampuan Pengelolaan Pembelajaran Berbasis Moodle Bagi Guru SMP Kota Surakarta Fairusy Haryani; Sukarmin Sukarmin; Supurwoko Supurwoko; Daru Wahyuningsih
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i2.736

Abstract

Pandemi Covid-19 mendasari pemerintah mengeluarkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) yang mendesak institusi penyelenggara pendidikan untuk mengubah pengelolaan pembelajarannya secara online. Pasca Covid-19, model pembelajaran yang mengintegrasikan dengan pembelajaran online, seperti pembelajaran hybrid (campuran), masih banyak diminati karena keuntungan yang tidak dibatasi tempat dan waktu. Namun beberapa permasalahan muncul selama pelaksanaannya, diantaranya pembelajaran yang kurang interaktif dan belum terstruktur. Hal ini dikarenakan belum tersedianya platform yang tepat dan kurangnya kemampuan guru dalam mengelola kelas pembelajaran online. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran online berupa pendampingan peningkatan kemampuan guru dalam mengembangkan kualitas pembelajaran dan media pembelajaran online yang tepat. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 2 sekolah mitra di Kota Surakarta, diantaranya SMP IT Nur Hidayah dan SMP Batik Program Khusus Surakarta. Tujuan dari kegiatan ini diantaranya 1) memberikan pemahaman kepada guru terhadap pembelajaran dan media pembelajaran yang dapat diintegrasikan secara online, 2) melatih guru dalam mengembangkan kemampuan pengelolaan kelas berbasis Moodle, dan 3) meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun media pembelajara online. Metode pelaksanaan yang digunakan berupa ceramah, diskusi, dan praktik yang dilakukan selama 3 hari dan dihadiri peserta 10 peserta dari SMP Batik Program Khusus dan SMP IT Nur Hidayah. Hasil evaluasi pasca pendampingan didapatkan bahwa 1) 100% guru telah memiliki akun sebagai Teacher di web belajarsains-uns.com, 2) 80% guru telah melengkapi 10 aktivitas yang diinstruksikan, dan 3) umpan balik yang baik. Melalui website yang dibuat, selain mendapatkan pemahaman baru, guru dapat memanfaatkannya selama pelaksanaan pembelajaran daring, luring, dan hybrid.
Co-Authors Ahmad Fauzi Ahyana Rosyada Anisa Satya Sandy Annisa Nur Khasanah Annisa Nur Khasanah Azhar Umam Bakti Mulyani Budi Utami C Cari Chirana Suprihatin Daru Wahyuningsih Daru Wahyuningsih Daru Wahyuningsih Devara Ega Fausta Dewanto Harjunowibowo Dinda Putri Putri Asih, Dinda Putri Dyah Fitriana Dyah Fitriana Masithoh Edy Wiyono Erma Novitasari Eva Permatasari Fairusy Haryani Farizal Arbi Fauzan Fatima Istiqomah Djarod, Fatima Istiqomah Fauzi Ahmad Muda Fitri Aprilianingrum, Fitri Gifran Rihla Gifarka Latief Halima Rosida Haryani, Fairusy Fitria I Gusti Bagus Wiksuana Indit Vaiqoh Isma Aziz Fakhrudin Ismaryati Ismaryati istiqomah nugraheny Jamzuri Jamzuri Khasanah, Annisa Nur Lita Rahmasari Meta Kuswandari Muhammad Khairul Annam Najahy Najahy Muhammad Nur Hudha Muhammad Nur Hudha Nada Dhenia Febriyanti Nada Dhenia Febriyanti Ninda Ekawati Nonoh Siti Aminah Novanita Puja Arsihna, Novanita Nurma Yunita Indriyanti Pujayanto Pujayanto Rahmaningsih, Adiar Rahmawati, Siti Nur Rengga Ngesthi Pambuka Riezky Maya Probosari Riezky Maya Probosari Riezky Maya Probosari Rifqi Fatihatul Karimah Rini Budiharti Ristiani, Nia Pratama Salsabila Kholifahtun Nisa’ Sarwanto Sarwanto Sarwanto Sarwanto Sarwanto Sarwanto Sarwanto Sarwanto Septiana Vicky Laksita Shofi Hikmatuz Zahroh Sri Budiawanti Suharno Suharno Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukarmin Sukarmin Sukarmin Surantoro Surantoro Surantoro Toro Tazkia Dick Laluna Tiarasita Summa Dewi Wahyu Nurfauzi Wardani, Putri Kusuma Wati, Icha Kurnia Widha Sunarno Wiwit Sumarni Zulfikar Ali