Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sulesana

Filsafat Agama Dalam Ruang Lingkupnya Marhaeni Saleh
Sulesana Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v6i1.1396

Abstract

Istilah filsafat dan agama mengandung pengertian yang dipahami secara berlawanan oleh banyak orang. Filsafat dalam cara kerjanya bertolak dari akal, sedangkan agama bertolak dari wahyu. Oleh sebab itu, banyak kaitan dengan berfikir sementara agama banyak terkait dengan pengalaman. Filsafat mebahas sesuatu dalam rangka melihat kebenaran yang diukur, apakah sesuatu itu logis atau bukan. Agama tidak selalu mengukur kebenaran dari segi logisnya karena agama kadang-kadang tidak terlalu memperhatikan aspek logisnya.Perbedaan tersebut menimbulkan konflik berkepanjangan antara orang yang cenderung berfikir filosofis dengan orang yang berfikir agamis, pada hal filsafat dan agama mempunyai fungsi yang sama kuat untuk kemajuan, keduanya tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menelusuri seluk-beluk filsafat dan agama  secara mendalam. Perlu diketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan agama dan filsafat  itu.
TRADISI AKKATTERE DI DESA TANAH TOWA, KECAMATAN KAJANG, KABUPATEN BULUKUMBA Ardiyanto Ardiyanto; Marhaeni Saleh
Sulesana Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sulesana.v13i2.13405

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Tradisi Akkattere di Desa Tanah Towa, Kec. Kajang, Kab. Bulukumba. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Adapun data penelitian ini diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam di lapangan. Sebagai hasilnya, ditemukan bahwa tradisi akkattere adalah pesta adat dalam bentuk ritual pemotongan rambut yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Tanah Towa yang mampu dan masih dari keturunan adat, serta taat terhadap Pasang Ri Kajang. Proses pelaksanaannya dimulai dengan apparungrungi dan diakhiri dengan pembagian dallekang. Dalam pelaksanaannya terdapat ritual meminta doa, mereka meyakini apabila tidak dilakukan maka keluarga yang  melaksanakan hajatan akan mendapatkan musibah dan orang telah melaksanakan dianggap memiliki kepribadian yang baik dan dianggap telah memahami apa yang dilarang oleh Tuhan. Karena akkattere menjadi tidak ada nilainya jika orang yang melaksanakan memiliki kepribadian yang buruk.