Wiwin Handayani
Universitas Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LEGO SEBAGAI PERMAINAN TRADISIONAL BERBASIS KELOMPOK PADA ANAK DOMINO (DISORDER OF GAMING AND INTERNET ADDICTION) : A SYSTEMATIC REVIEW Fitrio Deviantony; Purwita Lestari; Anggalia N; Wiwin Handayani
Jurnal Kesehatan Mesencephalon Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Mesencephalon - April 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kepanjen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.486 KB) | DOI: 10.36053/mesencephalon.v6i1.187

Abstract

Game addiction is a pattern of behavior experienced by a person and results in indifference to other activities. The impact of game addiction can be prevented with traditional games that can help improve cognitive, social, and psychosocial. The aim of traditional game selection is to stimulate the brain to think critically and critically and to reduce the impact of games and the internet. To completed of this literature, the method used is a literature study specifically from 443,000 articles that fit the topic of 14 articles with vulnerable years from 2014-2019. From the results of the literature study it was found that one example of a traditional game is Lego. Lego can activate 9 benefits of traditional games including linguistic intelligence, mathematical logic intelligence, visual-spatial intelligence, musical intelligence, kinesthetic intelligence, natural intelligence, intrapersonal intelligence, intrapersonal intelligence, and spiritual intelligence. Other preventive measures can be done is to limit the duration of play, recognize the ins and outs of games in the game and the internet to be more vigilant and hold counseling for parents to activate or reintroduce traditional games that can help improve the basic abilities of children in all fields, especially in children 3-12 years, namely the growth and development phase is still ongoing. So that it can help the process of growth and development according to the child's period. Keywords: Game Addiction, Legos, and Traditional Games. Abstrak : Kecanduan game merupakan pola perilaku yang dialami oleh seseorang dan mengakibatkan acuh terhadap aktivitas yang lain. Dampak dari kecanduan game dapat dicegah dengan permainan tradisional yang dapat membantu peningkatan kognitif, sosial, dan psikososial. Tujuan pemilihan permainan tradisional untuk merangsang otak berpikir kratif dan kritis serta mengurangi dampak game dan internet. Dalam menyusun metode yang digunakan adalah studi pustaka secara spesifik dari 443,000 artikel yang sesuai dengan topik sebanyak 14 artikel dengan rentan tahun dari 2014-2019. Dari hasil studi literatur didapatkan bahwa salah satu contoh permainan tradisional adalah lego. Lego dapat mengaktifkan 9 manfaat dari permainan tradisional diantaranya kecerdasan linguistik , kecerdasan logika matematika, kecerdasan visual-spasial , kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetika, kecerdasan natural , kecerdasan intrapersonal , kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan spritual. Tindakan pencegahan yang lain bisa dilakukan adalah membatasi durasi bermain, mengenali seluk beluk permainan dalam game dan internet agar lebih waspada serta diadakannya konseling bagi orang tua untuk  mengaktifkan atau memperkenalkan kembali tentang permainan tradisional yang dapat membantu meningkatkan kemampuan dasar anak di segala bidang terutama pada anak usia 3-12 tahun, yaitu fase tumbuh kembang masih berlangsung. Sehingga dapat membantu proses tumbuh kembang sesuai dengan periode anak. Kata Kunci : Kecanduan game, Lego, dan Permainan Tradisional.
Studi Kasus: Analisis Asuhan Keperawatan dan Terapi Aktivitas Kelompok pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori Wiwin Handayani; Yeni Fitria; Enggal Hadi; Amalia Kusumaningsih
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 10, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jkj.10.3.2022.641-652

Abstract

Pasien dengan halusinasi biasanya mengalami distorsi sensori. Untuk mengatasi  hal itu maka perlu dilakukan aktivitas yang membantu pasien untuk mengontrol distorsi sensori. Salah satu intervensi keperawatan yang diberikan pada pasien dengan halusinasi yaitu terapi individu dan terapi aktivitas kelompok. Tujuan dari studi kasus ini adalah menganalisis asuhan keperawatan jiwa dengan terapi individu dan terapi aktivitas kelompok pada pasien dengan masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus deskriptif kualitatif dengan pendekatan proses keperawatan. Sampel adalah Tn. A dengan diagnosa Skizofrenia yang dirawat di RSJ dr. Radjiman wediodiningrat lawang. Data ditelaah dengan model adaptasi stress stuart dan mengacu pada SDKI, SIKI, SLKI. Intervensi keperawatan yang dilakukan yaitu melakukan SP1-SP4 dan melakukan terapi aktivitas kelompok stimulasi persepsi untuk mengontrol halusinasi sesi 1 hingga sesi 3. Hasil intervensi didapatkan bahwa pasien mampu mengungkapkan halusinasi, pasien mampu menghardik halusinasi, mampu bercakap-cakap meskipun harus diminta terlebih dahulu untuk memulai bercakap-cakap, kontak mata pasien bagus, dan pasien masih berbicara inkoheren. Berdasarkan intervensi yang telah dilakukan, pasien mampu mengontrol halusinasi dengan cara menghardik, melakukan kegiatan, bercakap-cakap dan minum obat. Pada hari terakhir pasien tampak lebih senang, pasien dapat berinteraksi dengan baik meskipun terkadang masih berbicara inkoheren.