Rahmaniah Rahmaniah
Department Of Physics, Science And Technology Of Faculty, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Jl. H.M. Yasin Limpo 36 Gowa 92118

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN FREKUENSI GELOMBANG BUNYI TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH JAGUNG (Zea mays) DAN KACANG HIJAU (Vigna radiate) Rahmaniah Rahmaniah; Nurjannah Nurjannah; Muh. Said L
Teknosains Vol 11 No 1 (2017): JANUARI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v11i1.7403

Abstract

The research was conducted to determine the influence ofusage frequency sound waves to grow seed corn and green beans. Themethod used in this study that the samples are given three types oftreatment with the sound source given to this type of audiosonicfrequency, ultrasonic and natural conditions. The results showed thatthe samples give growth response (height parameter of the plant, leafwidth, leaf number and leaf length) are good as the samples treatedwith ultrasonic frequency of administration.
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA DALAM MENGOLAH LIMBAH JAGUNG Rahmaniah Rahmaniah; Muh. Khalifah; Hafsan Hafsan
Teknosains Vol 12 No 2 (2018): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v12i2.7592

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan limbah tanaman jagung (kulit dan tongkol jagung) sebagia bahan baku pembuatan papan akustik, pakan ternak dan briket. Selanjutnya ketiga jenis produk yang telah dihasilkan tersebut diaplikasikan dalam bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema penerapan teknologi tepat guna dalam mengolah limbah jagung. Kegiatan ini dilakukan pondok pesantrena Nahdhalul Ulum Kabupaten Maros dengan sasaran kegiatan adalah para santri di pondok pesantren tersebut. Tujuan Kegiatan ini untuk: 1) Memberikan pemahaman kepada santri untuk melestarikan lingkungan terutama untuk memanfaatkan limbah jagung, sehingga mampu mengatasi masalah pencemaran lingkungan, 2) Memberikan pelatihan kepada santri untuk membuat papan akustik, pakan ternak dan briket, 3) Menghasilkan produk-produk yang berkualitas dan bernilai ekonomis dari bahan limbah tanaman jagung. Metode pelaksanaan kegiatan adalah metode ceramah atau pendekatan persuasif dan praktek langsung bersama para santri. Kegiatan terdiri dari beberapa tahap yaitu: Perencanaan program, tindakan pelaksanaan, observasi dan evaluasi, dan refleksi Tahap perencanaan meliputi survey lokasi kegiatan pengabdian, kondisi pondok pesantren, masyarakat di sekitar dan ketersediaan bahan (limbah jagung), penyusunan program, dan sosialisasi kegiatan. Tahap pelaksanaan meliputi penyuluhan/ceramah, pemutaran video tutorial, dan praktek pembuatan produk serta penyuluhan tentang kewirausahaan. Tahap observasi dan evaluasi meliputi penilaian terhadap proses dan output, dan tahap refleksi dengan meminta tanggapan dari santri tentang manfaat kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan mendapat tanggapan positif dan antusias yang sangat besar dari Pembina dan para santri di pondok pesantren, hal ini ditandai dengan bertambahnya peserta dari target sasaran sebanyak 70 peserta menjadi 80 – 100 peserta. Para santri telah berhasil membuat produk papan akustik yang terbuat dari limbah kulit jagung, pakan ternak terbuat dari tongkol jagung yang telah difermentasi serta briket yang terbuat dari tongkol jagung yang diarangkan terlebih dahulu. Untuk membuat produk papan akustik dengan ukuran 25 cm × 25 cm × 1 cm dibutuhkan 3 kg kulit jagung kering dan 0,3 kg lem fox yang telah diencerkan menggunakan air dengan perbandingan 1:10. Dibutuhkan 1,5 kg tongkol jagung 3% (dari massa tongkol jagung) urea selanjutnya difermentasi selama 21 hari. Sedangkan untuk membuat briket tongkol jagung dibutuhkan 1 kg tongkol jagung yang telah diarangkan dan 0,1 kg, tepung kanji sebagai perekat.
PENGARUH KONSENTRASI PIGMEN WARNA DARI DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermis L.) TERHADAP EFISIENSI DYE SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC) Yulia Kirana Lahsmin; Iswadi Iswadi; Aisyah Aisyah; Rahmaniah Rahmaniah
Teknosains Vol 12 No 2 (2018): JULI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v12i2.7598

Abstract

There was research on Dye Sensitized Solar Cell to determine the effect of concentration Henna (Lawsonia inermis L.) leaves pigments on the efficiency of DSSC. The solar cell is made with a sandwich structure, the dye used is made in three variations of concentration is concentration of 10%, 20% and 30%. TiO2 deposition on ITO glass made using the method of doctor blade with a cell area of 2.25 cm2 for 24 hours of immersion in the dye. Based on the results of measurements of IV by using a source of light, DSSC efficiency for dye obtained with a concentration of 30% which is 0.003366667%, to dye with a concentration of 20% is 0.0033264% and to dye with a concentration of 10% which is 0.000312%. This research can be concluded that the higher the concentration of dye used, the higher the efficiency of DSSC generated.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI HIDROKSIAPATIT DARI CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) SEBAGAI BAHAN BAKU SEMEN TAMBAL GIGI Rahmaniah Rahmaniah
Teknosains Vol 13 No 1 (2019): JANUARI
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v13i1.7832

Abstract

Hidroksiapatit (HAp) merupakan senyawa mineral apatit. HAp merupakan senyawa yang memiliki kemiripan dengan bagian mineral dalam tulang. Pemanfaatan hidroksiapatit dalam bidang medis khususnya dalam bidang kedokteran gigi terus dikembangkan dalam berbagai penelitian, salah satu contohnya adalah pemanfaatan hidroksiapatit dari cangkang kerang darah sebagai semen tambal gigi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur kristal, ukuran butiran dan sifat mekanik hidroksiapatit dari cangkang kerang darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan alat uji XRD untuk mengetahui struktur dan ukuran butiran krital sedangkan alat Universal Testing Mechine (UTM) digunakan untuk mengetahui kuat tekan sampel. Hasil penelitian menunjukkan struktur kristal yang dihasilkan dari sintesis hidroksiapatit cangkang kerang darah adalah aragonite dengan rata-rata ukuran kristal yang dihasilkan sebesar 5,87 nm. Sedangkan nilai kuat tekan yang terbesar diperoleh pada sampel 2 yaitu 9,521 MPa, sedangkan nilai kuat tekan yang terkecil yaitu pada sampel 1 sebesar 3,51 MPa.
IDENTIFIKASI UNSUR PENYUSUN TANAH DESA BABANGE KABUPATEN BANTAENG MENGGUNAKAN METODE X-RAY FLUORESCENCE (XRF) Nurul Namira; Rahmaniah Rahmaniah; Ayusari Wahyuni
Teknosains Vol 15 No 3 (2021): September-Desember
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v15i3.20300

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui unsur penyusun dan jumlah unsur yang terkandung dalam tanah Desa Babange Kabupaten Bantaeng dengan menggunakan metode XRF (X-ray fluorescense). Desa Babange Kabupaten Bantaeng terletak di daerah kaki gunung api Lompobattang yang artinya bisa didapatkan potensi geothermal pada lokasi penelitian. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada tiga titik berbeda dengan kedalaman masing-masing 0 cm, 60 cm dan 100 cm. Hasil uji XRF menunjukkan unsur yang terkandung dalam tanah Desa Babange adalah besi (Fe), titanium (Ti), silikon (Si), calcium (Ca), mangan (Mn), zirkonium (Zr), kalium (K), stronsium (Sr), seng (Zn), niobium (Nb), bromin (Br), iodin (I), indium (In), tembaga (Cu), timah (Sn), barium (Ba), galium (Ga) dan nikel (Ni). Unsur dengan kadar tertinggi adalah Fe, Ti, Si, Ca dan Mn. Unsur Fe dengan kadar tertinggi didapatkan pada titik C pada kedalaman 100 cm sebesar 71,72%. Unsur Ti dengan kadar terbesar didapatkan pada titik A pada kedalaman 50 cm sebesar 6,77%. Unsur Si dengan kadar terbesar didapatkan pada titik A pada kedalaman 100 cm sebesar 13,01%. Unsur Ca dengan kadar terbesar didapatkan pada titik A pada kedalaman 0 cm sebesar 2,87%, dan unsur Mn dengan kadar terbesar terdapat pada titik C pada kedalaman 0 cm sebesar 3,10%. Berdasarkan besarnya kandungan unsur yang telah diperoleh maka pada lokasi penelitian memiliki potensi geothermal yang rendah meskipun terdapat pada daerah kaki gunung api.
Potensi Sebaran Mineral di Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik di Pantai Kuri Caddi Maros Muh Rusdin; Rahmaniah Rahmaniah; Ayusari Wahyuni
Jurnal Geomine Vol 9, No 2 (2021): Edisi Agustus 2021
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33536/jg.v9i2.959

Abstract

Mineral memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saja untuk mineral non-logam digunakan sebagai bahan baku industri, bahan keramik, bahan kosmetik, bahan bangunan, dan lain-lain, Sedangkan mineral logam dimanfaatkan dalam bidang industri. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran mineral di bawah permukaan Pantai Kuri Caddi Maros dengan metode geolistrik resistivitas. Penelitian ini dilakukan dengan cara akuisisi data geolistrik menggunakan konfigurasi wenner dengan jumlah lintasan sebanyak dua lintasan. Panjang masing-masing lintasan 120 meter dengan spasi antar elektroda sebesar 5 meter. Hasil penelitian pada lintasan pertama diperoleh dua lapisan, lapisan pertama dengan nilai resistivitas 0,302-3,03 Ωm terdapat pada kedalaman 0-12,4 meter diduga sebaran pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 5,40-17,1 Ωm terdapat pada kedalaman 3,75-19,8 meter diduga sebaran endapan pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Pada lintasan kedua juga diperoleh dua lapisan, lapisan pertama dengan nilai resistivitas 0,166-1,60 Ωm terdapat pada kedalaman 0-15,9 meter diduga sebaran pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Lapisan kedua dengan nilai resistivitas 2,82-8,78 Ωm terdapat pada kedalaman 0-19,8 meter diduga sebaran endapan pasir yang mengandung mineral kalsium oksida, silikon dioksida, dan hematit. Dari hasil penelitian terlihat sebaran mineral dengan nilai resistivitas antara 0,166-17,1 Ωm berada pada kedalaman 0-19,8 meter.
Mitigasi Bencana Geologi (Gempabumi Dan Tanah Longsor Di Kabupaten Toraja Utara Dan Tana Toraja Dalam Mengurangi Risiko Bencana Ayusari Wahyuni; Bergita G. M. Saka; Rahmaniah Rahmaniah
Neutrino Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.105 KB)

Abstract

Edukasi mitigasi kebencanaan sangat berperan penting dalam mengurangi risiko bencana yang terjadi di Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mitigasi bencana geologi gempabumi dan tanah longsor di kabupaten toraja utara dan tana toraja dalam mengurangi risiko bencana bertujuan sebagai sarana edukasi yang terlaksana dalam bentuk seminar nasional yang diadakan Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja adalah salah satu langkah edukasi pada masyarakat kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja. Mitigasi Gempabumi dan Tanah longsor sangat penting bagi masyarakat kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja.
STUDI KUALITAS EDIBLE FILM BERBASIS LIMBAH AIR CUCIAN BERAS (ORYZA SATIVA) DAN PEKTIN KULIT PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL Siti Asyiqah Azizah Ilham; Rahmaniah; Fitriyanti
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 9 No 1 (2022): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v9i1.25810

Abstract

The edible film is a thin layer that can be used as a food coating made from natural ingredients, which functions as a barrier to mass transfer such as moisture and oxygen. In minimizing environmental problems due to synthetic plastic waste, research was carried out on the manufacture of edible films from rice washing water waste (Oryza sativa) and papaya peel pectin (Carica papaya L.) with the addition of glycerol. This study aims to determine the quality of the mechanical properties and physical properties of edible films. The mechanical test includes the tensile strength test, elongation test, and absorption test for water resistance, while the physical test includes the FTIR test. In this study, the results of the tensile strength test on the sample met SNI 7818:2014. The results of the sample elongation test have complied with SNI 7818:2014 and JIS, 1975. The lowest water absorption was obtained in the sample with the addition of 5% glycerol. The FTIR results of the samples showed that there were no new functional groups and they still had distinctive groups in their pectin and CMC structures.
Analisis Kandungan Kalsium Karbonat (CaCO3) Batu Gamping Di Kelurahan Bontoa Kecamatan Minasate’ne Kabupaten Pangkajene Dan Kepulauan Ayu Annisa Amir; Muh. Said L.; Ayusari Wahyuni; Rahmaniah
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 9 No 2 (2022): DESEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v9i2.23565

Abstract

The research had been carried out with the aim of finding out and analyzing the quality of the calcium carbonate content (CaCO3) of limestone as a raw material for making marble. To determine the CaCO3 content, the method was using gravimetric method by weighing empty beaker mass parameter, and the mass of sample and beaker plus HCl 2N level as the final mass after the reaction. The used sample consist of two blocks, they were block one on the coordinate point of 4º48’-4º51’ LS and 119º35’-119º37’ BT and block two on the coordinate point of 4º47’-4º51’ LS and 119º37’-119º39’ BT. The sampling technique was using a chisel and hammer. The result of the research shows that the average of CaCO3 content at the two sampling points was obtained each of 85,530 % and 84,6897%. It is obtained that the level of CaCO3 in the limestone meets the Standar Industri Indonesia (SII) requirement, which is above 50% and it means that the sampling point in Bontoa village, Minasate’ne district, Pangkajene Regency and Island able to be used as marble raw material.
CORN HAIR EXTRACT AS CORROSION INHIBITOR FOR ST37 STEEL IN 3% HCL MEDIA Sefrilita Risqi Adikaning Rani; Rahmaniah Rahmaniah; Hernawati Hernawati; Nurhidayah Nurhidayah; Fira Yurdanianti
Jurnal Neutrino:Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 15, No 2 (2023): APRIL
Publisher : Department of Physics, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/neu.v15i2.17279

Abstract

The research aims to analyze the impact of the concentration of the extracted corn hair inhibitor and the immersion time in reducing the formation of pitting corrosion with or without cracks of ST37 steel. The mass loss method and SEM analysis were applied used in this study to provide a reliable and accurate measurement of the inhibitor's effectiveness due to the corrosion formation. The results indicated that both concentrations of the inhibitor and the immersion time significantly impacted the morphological characteristics of the ST37 steel through the reduction of various types of corrosion. It indicated that the immersion time and the corrosion inhibitor concentration were related to the corrosion rate. The longer the sample was immersed, the greater the mass loss that occurred because the more Fe(OH)2 layers were formed. While the higher the concentration of inhibitor used, the lower the corrosion rate by hindering the diffusion of corrosion media to the surface of the sample. The results also indicated that the test of morphological characteristics of ST37 steel shows four types of corrosion formed such as stress, uniform, pitting, and pitting corrosions. Overall, this research demonstrates the potential use of corn hair extracted from waste material as an effective inhibitor for reducing the corrosion rate of ST37 steel. The findings of the research could have important implications in developing new sustainable corrosion inhibitors for the future manufacture of corn hair inhibitors in reducing the corrosion rate of ST37 steel.