Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPROVING THE VOCABULARY MASTERY OF EFL STUDENTS Fuad, Nur
LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : LANTERN (Journal on English Language, Culture and Literature)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning a language means learning its vocabularies. We use the vocabularies in communication either in spoken form or written form. We try to send messages, share information and ideas by using the language. In general, no language acquisition is possible without understanding the vocabulary, either in the first or the second language (Kweldju, 2004:18).
MEMBANGUN KONEKSI INTERNET DI PESANTREN TERPADU DARU ULIL ALBAB MENGGUNAKAN ANTENA SEKTORAL PANEL DENGAN METODE POINT TO POINT Anang Efendi; Nur Fuad
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan internet di Indonesia semakin lama semakin berkembang. Bukan daerah perkotaan saja yang membutuhkan internet akan tetapi daerah pedesaan yang belum dijangkau provider juga membutuhkan fasilitas internet seperti di pesantren terpadu daru ulil albab. Daerah pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi saat ini sangat membutuhkan fasilitas internet. Jumlah penduduk Indonesia yang padat di berbagai daerah yang berbeda, membuat pembangunan jaringan internet semakin sulit khususnya di daerah pedesaan yang tertinggal. Hal ini mengakibatkan jaringan internet yang ada, belum bisa memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia akan fasilitas internet. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah teknologi jaringan data tanpa kabel ( wireless). Dalam Penelitian ini akan dilakukan studi pembangunan koneksi internet di pesantren terpadu daru ulil albab menggunakan antena sektoral panel dengan metode point to point untuk daerah yang belum dijangkau provider. Membangun jaringan wireless ini disesuaikan dengan studi kasus di Pondok Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab yang lokasinya berada di pelosok kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan kabupaten Kediri. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan panduan dalam membangun jaringan wireless di daerah-daerah yang belum dijangkau provider lainnya.
MEMBANGUN KONEKSI INTERNET DI PESANTREN TERPADU DARU ULIL ALBAB MENGGUNAKAN ANTENA SEKTORAL PANEL DENGAN METODE POINT TO POINT Anang Efendi; Nur Fuad
CYBER-TECHN Vol. 11 No. 01 (2017): CYBER-Techn
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan internet di Indonesia semakin lama semakin berkembang. Bukan daerah perkotaan saja yang membutuhkan internet akan tetapi daerah pedesaan yang belum dijangkau provider juga membutuhkan fasilitas internet seperti di pesantren terpadu daru ulil albab. Daerah pedesaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi saat ini sangat membutuhkan fasilitas internet. Jumlah penduduk Indonesia yang padat di berbagai daerah yang berbeda, membuat pembangunan jaringan internet semakin sulit khususnya di daerah pedesaan yang tertinggal. Hal ini mengakibatkan jaringan internet yang ada, belum bisa memenuhi kebutuhan penduduk Indonesia akan fasilitas internet. Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini adalah teknologi jaringan data tanpa kabel ( wireless). Dalam Penelitian ini akan dilakukan studi pembangunan koneksi internet di pesantren terpadu daru ulil albab menggunakan antena sektoral panel dengan metode point to point untuk daerah yang belum dijangkau provider. Membangun jaringan wireless ini disesuaikan dengan studi kasus di Pondok Pesantren Terpadu Daru Ulil Albab yang lokasinya berada di pelosok kabupaten Nganjuk yang berbatasan dengan kabupaten Kediri. Hasil Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan panduan dalam membangun jaringan wireless di daerah-daerah yang belum dijangkau provider lainnya.
The Role of Islamic Religious Education Teachers as Exemplary Models (Usawatun Hasanah) in the Era of Disruption: A Literature Study from the Perspective of Psychology and Islamic Education Indramawan, Anik; Tohawi, Agus; Anwar, Muhamad Ali Anwar; Mastur, Mastur; Fuad, Nur; Utomo, Achmad Fauza Setyo; Rahma, Leily Vidya
West Science Islamic Studies Vol. 2 No. 04 (2024): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v2i04.2363

Abstract

The era of disruption, which is marked by rapid technological developments, changes in social values, and global information flows, creates complex challenges for the formation of students' character. In this context, Islamic Religious Education (PAI) teachers are required not only as teachers, but also as living exemplary models (uswatun hasanah). Integration of the perspectives of Psychology and Islamic Education is needed to analyze this strategic role comprehensively. This research aims to analyze the role, challenges and strategies of Islamic Education Teachers as exemplary models in an era of disruption through a literature synthesis from the perspective of Psychology and Islamic Education. Research findings show that: (1) The concept of uswatun hasanah in Islamic Education is in line with social learning theory in Psychology, where individuals learn through observation and imitation; (2) The PAI teacher's role includes being a role model in morals, wise use of technology (digital ethics), and mental resilience; (3) The main challenges include moral degradation, competition with the influence of digital media, and teacher workload; (4) Effective strategies include strengthening digital-pedagogical competence, building positive personal branding on social media, and collaborating with parents. The role of PAI teachers as uswatun hasanah in the era of disruption is becoming increasingly critical and complex. An integrative approach between Islamic values ​​​​and psychological principles can strengthen teacher effectiveness in shaping the character of students. Increasing teacher competency and systemic support from educational institutions is very necessary.
Environmental Education (Eco-Islam) in the Islamic Religious Education Curriculum: A Literature Review of Integration and Its Implications Tohawi, Agus; Indramawan, Anik; Anwar, Muhamad Ali; Mastur, Mastur; Fuad, Nur; Utomo, Achmad Fauza Setyo; Rahma, Leily Vidya
West Science Islamic Studies Vol. 2 No. 02 (2024): West Science Islamic Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsiss.v2i02.2364

Abstract

The global environmental crisis demands a solution approach from various perspectives, including religion. Islam, with its comprehensive teachings (Eco-Islam), offers environmental conservation values ​​and ethics. The integration of these values ​​into the Islamic Religious Education (PAI) Curriculum has strategic potential to form environmentally friendly awareness and behavior from an early age. This research aims to review and synthesize literature findings regarding the Eco-Islam based environmental education integration model in the PAI curriculum, as well as analyze the implications of this integration. The literature review identified several effective integration models, such as: (1) Thematic integration into material on Aqidah, Akhlak, Fiqh, and Islamic Cultural History; (2) Environmentally based project approach; and (3) Development of special modules. The results of the study also show that this integration has positive implications for increasing ecological awareness, changing student behavior, and strengthening characters who are responsible for nature. The integration of Environmental Education (Eco-Islam) into the PAI curriculum is not only relevant but also urgent. This approach has the potential to create a generation of Muslims who are not only spiritually religious but also responsive to environmental issues. Commitment is needed from curriculum developers, educators and policy makers to realize systematic and sustainable integration.