Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Menggali Kearifan Lokal: Tradisi Nyadran Dam Bagong Dalam Upaya Konservasi Sumber Daya Alam Lingkungan Nabila Hanin Fitriani; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4385

Abstract

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan keberagaman budaya, adat istiadat, suku, agama, dan ras, memiliki tradisi yang unik di setiap daerah. Salah satu tradisi yang menonjol adalah Nyadran Dam Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang merupakan ritual simbolik yang mengedepankan rasa syukur kepada Tuhan dan penghormatan kepada leluhur, khususnya Adipati Ageng Minak Sopal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah, pelaksanaan, dan nilai- nilai yang terkandung dalam tradisi Nyadran, serta perannya dalam konservasi lingkungan dan keberlanjutan sosial masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis data sekunder dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyadran tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjaga kelestarian lingkungan. Melalui pelaksanaan tradisi ini, masyarakat Trenggalek menunjukkan rasa syukur atas hasil pertanian yang melimpah dan berkomitmen untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan demikian, tradisi Nyadran Dam Bagong berkontribusi pada pengembangan pariwisata lokal dan pelestarian budaya, serta menciptakan hubungan harmonis antara manusia dan alam.
PEWARNA ALAMI BATIK SENDANG LAMONGAN: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DALAM UPAYA KONSERVASI ALAM Naurah Fakhrina; Enny Susiyawati; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4443

Abstract

Batik Sendang Lamongan merupakan batik yang diproduksi oleh masyarakat Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Batik tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan identitas yang khas melalui corak dan tata warna yang digunakan. Penggunaan pewarna alami yang diperoleh dari tumbuhan seperti pohon mengkudu, pohon thom, babakan tinggi, babakan kulit mahoni, dan lainnya nenjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pewarna sintesis yang sering berdampak pada penjemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara untuk menggali persepsi dan tantangan pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pewarna alami tidak hanya menjaga keaslian tradisi batik, tetapi juga mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan secara signifikan. Keberlanjutan sumber daya diperkuat dengan budidaya dan penanaman kembali tanaman pewarna, serta edukasi menyeluruh mengenai batik pewarna alami. Meskipun terdapat tantangan pada proses produksinya seperti warna alami yang dihasilkan tidak akan bisa sama dan biaya produksi yang lebih tinggi, penggunaan pewarna alami ini terbukti dapat meningkatkan kualitas produk dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, sehingga inovasi tersebut juga dapat menjadi sumber acuan bagi daerah lain.
Peran Pemuda dalam Konservasi Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Upacara Larung Sembonyo di Trenggalek Shalkha Hanifi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4481

Abstract

Upacara Larung Sembonyo merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Trenggalek yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan ekologis, namun korelasi empiris antara ritual ini dengan efektivitas konservasi sumber daya pesisir masih sangat minim. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran Larung Sembonyo sebagai mekanisme sosial-ekologis dalam meningkatkan konservasi sumber daya alam. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode campuran dengan menggabungkan metode kualitatif yang didapatkan melalui wawancara dengan pemuda yang aktif mengikuti kegiatan upacara untuk melakukan analisis dalam mengidentifikasi persepsi dan makna konservasi, dan metode kuantitatif yang didapatkan melalui kuisioner kepada 25 pemuda di Kabupaten Trenggalek untuk mengukur pengetahuan dan sikap mereka terhadap upacara ini. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui penelitian ini diketahui bahwa Upacara Larung Sembonyo memiliki hubungan keterkaitan antara budaya dengan kearifan lokal yang ada di Trenggalek. Implikasinya adalah masyarakat di Trenggalek dapat melaksanakan budaya ini dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama generasi muda untuk dapat meningkatkan nilai – nilai budaya dan wisata yang ada di sana.
NYADRAN SEBAGAI SARANA PELESTARIAN LINGKUNGAN : STUDI NILAI LINGKUNGAN DALAM TRADISI BUDAYA MASYARAKAT SIDOARJO Aliya Rachma Firdauzi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4495

Abstract

Nyadran merupakan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir di Sidoarjo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai konservasi lingkungan yang tercermin dalam berbagai praktik budaya yang dilakukan masyarakat. Namun, modernisasi menyebabkan pergeseran makna ekologis dalam pelaksanaannya. Diperlukan strategi pelestarian melalui edukasi, program konservasi, dan kolaborasi diperlukan agar Nyadran tetap berperan dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Nyadran berperan dalam pelestarian lingkungan serta nilai-nilai ekologis yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan menggunakan data basis Google Scholar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berkontribusi dalam konservasi lingkungan melalui kegiatan pembersihan lingkungan, ungkapan syukur atas hasil laut, dan edukasi ekologis tetapi terdapat pengaruh modernisasi pada aspek perayaan dan hiburan yang lebih dominan.
PANTANGAN MAKAN IKAN LELE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKUATIK DI LAMONGAN Annyla Dwi Santika; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4578

Abstract

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang membentuk nilai dan kepercayaan masyarakat. Di Lamongan, terdapat mitos larangan mengonsumsi ikan lele yang berasal dari kisah Boyopatih, santri Sunan Giri yang diselamatkan ikan lele dan bersumpah tidak memakannya. Penelitian ini mengkaji hubungan mitos ini dengan dinamika sosial, budaya, dan konservasi sumber daya alam menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa mitos ini menciptakan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan berhubungan dengan tradisi ziarah ke makam Boyopatih. Dari aspek ekologi, mitos ini berkontribusi terhadap konservasi ikan lele dengan mengurangi eksploitasi. Meskipun modernisasi mengubah cara pandang masyarakat, nilai kearifan lokal tetap penting dalam menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengharmoniskan tradisi dan rasionalitas demi keberlanjutan ekosistem serta identitas budaya Lamongan.
Umbul Square: Perpaduan Eksotis Wisata Alam dan Konservasi yang Memikat Prisca Putri Anjani; Fikky Dian; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4717

Abstract

Umbul Square adalah salah satu tempat wisata di Madiun yang menggabungkan tempat wisata serta konservasi alam. Tempat yang merupakan bekas peninggalan zaman Belanda membuat Umbul Square juga menyimpan banyak mitos di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi pariwisata sebagai sektor unggulan yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan wisata buatan dan sumber daya alam. Mengidentifikasi dampak pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, pengurangan pengangguran, pelestarian budaya dan lingkungan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah yang membahas tentang teori konservasi alam, pengelolaan tempat pariwisata, kearifan lokal, serta peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan alam di wisata Umbul Square. Dengan konsep yang unik yaitu rekreasi dan konservasi alam, Umbul Square ini dapat memberi konsep wisata yang berkelanjutan dan dampak positif di keseimbangan ekonomi. Umbul Square terletak di lingkungan yang asri sehingga cukup memberi dampak yang sangat signifikan terhadap keberlangsungan hidup  makluk hidup. Artikel ini mengulas berbagai aspek yang dipengaruhi oleh tempat wisata dan konservasi Umbul Square sebagai destinasi unggulan di Kota Madiun.  
The Contribution of the Inquiry Learning Model to Student Scientific Argumentation Skills on Fluid Tutut Nurita; An Nuril Maulida Fauziah; Muhamad Arif Mahdiannur; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.4012

Abstract

The inquiry learning model is a model that facilitates the construction of students' scientific knowledge which can also improve students' argumentation skills. According to several research results, inquiry-based learning has proven to be effective in improving scientific argumentation skills because in the learning process students are directed in investigative activities to find scientific evidence as a basis for scientific argumentation. By considering the student learning process, the aim of this research is to describe whether the use of three types of inquiry learning models can teach fluid material and influence the student learning process, one of which is students' argumentation abilities. This research method uses mixed method triangulation. The instruments used were interview questionnaires and argumentation tests. The data obtained was then analyzed using simple statistical tests and N-gain scores. Interview data was analyzed to find out clarification of students' answers. The research results of the inquiry learning model were successful in developing argumentation skills, namely the n-gain score resulted in the use of the structured inquiry learning model gaining 0.88, the guided inquiry learning model 0.84 and the open inquiry learning model 0.74.
KONSERVASI SUMBER AIR PANAS PADUSAN: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM Mayada; Enny Susiyawati; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7829

Abstract

Padusan merupakan wilayah dengan potensi wisata alam dan budaya yang berhulu di lereng Gunung Welirang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang terbentuk melalui interaksi historis panjang antara manusia dan lingkungannya. Kawasan tersebut memiliki daya tarik ekologis dan identitas yang khas berupa sumber air panas alami, yang suhu panasnya dihasilkan dari aktivitas vulkanik berunsur belerang. Pengaliran air murni yang didistribusikan secara langsung menggunakan tarikan pipa menuju kolam wisata dan lahan pertanian merupakan langkah empiris untuk menjaga kemurnian tata air dan kelestarian lingkungan secara alami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara untuk menggali strategi tata kelola konservasi alam dari ekosistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelindungan alam didukung oleh kegiatan reboisasi, berupa penanaman pohon kayu maupun pohon produksi, yang dilaksanakan secara periodik setiap satu bulan sekali. Selain itu, keberlanjutan sumber daya alam diperkuat secara signifikan oleh kearifan lokal melalui tradisi ruwatan dan seserahan hasil bumi yang terus dijaga teguh oleh masyarakat setempat yang rutin dilaksanakan setiap malam 1 Suro dalam kalender Jawa. Sinergi antara pelibatan tradisi budaya dan komitmen pelestarian lingkungan secara rutin tersebut terbukti berdampak positif dalam menjaga keaslian ekosistem, sehingga pola pelestarian terpadu ini dapat menjadi sumber acuan bagi daerah pariwisata alam lainnya.
PENGARUH GAME EDUKATIF TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Akhmad Taufiq; Suryanti Suryanti; Enny Susiyawati; Neni Mariana
Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/refleksi.v3i2.22967

Abstract

Penurunan motivasi belajar siswa sekolah dasar akibat dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang menarik menjadi tantangan nyata dalam dunia pendidikan saat ini. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dampak penggunaan game edukatif terhadap motivasi belajar siswa Sekolah Dasar di era digital. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen, sampel terdiri dari dua kelompok: eksperimen yang menggunakan game edukatif dan kontrol yang menggunakan metode tradisional. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar yang valid dan reliabel, lalu dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil menunjukkan pengaruh signifikan game edukatif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa (p < 0.05), dengan rata-rata skor motivasi kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kontrol. Ini mengindikasikan bahwa game edukatif menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Temuan ini memberi implikasi penting dalam pengembangan pembelajaran inovatif di SD, mendorong siswa lebih termotivasi dan memahami konsep IPA dengan lebih baik. Penelitian ini juga merekomendasikan studi lanjutan mengenai pengaruh game edukatif terhadap hasil akademik dan keterampilan sosial siswa.   The decline in the learning motivation of elementary school students due to the dominance of conventional learning methods that are less attractive is a real challenge in today's world of education. This study aims to explore the impact of the use of educational games on the learning motivation of elementary school students in the digital era. Using quantitative methods with a quasi-experimental design, the sample consisted of two groups: experiments using educational games and controls using traditional methods. Data was collected through a valid and reliable learning motivation questionnaire, then analyzed using the t-test. The results showed a significant effect of educational games on the increase of students' learning motivation (p < 0.05), with the average motivation score of the experimental group being higher than that of the controls. This indicates that educational games create a more interactive and fun learning atmosphere. These findings have important implications for the development of innovative learning in elementary schools, encouraging students to be more motivated and understand science concepts better. The study also recommends further studies on the influence of educational games on students' academic outcomes and social skills.  
CELL HEALTH LEARNING BASED ON DZIKRULLOH SPIRITUAL PRACTICE œHE NING CIPTO METAPHYSICS MEDITATION, TO BUILD A STRONG BODY IMMUNITY SYSTEM Ahmad Qosyim; Erman Erman; Laily Rosdiana; Enny Susiyawati
JPPIPA (Jurnal Penelitian Pendidikan IPA) Vol. 6 No. 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya in collaboration with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia (PPII)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jppipa.v6n1.p17-24

Abstract

This study aimed to describe the implementation of the Spiritual Practice-Based Learning Approach to Metaphysics Meditation "He Ning Cipto" in the Cell-Level Life course to build the student's immune system during the covid-19 pandemic. This study involved three classes of 2018 class students with a total of 90 people. This quasi-experimental research uses a "one shot case study" as a research design where there is only a treatment class without control.   Data collection methods in this study include observation, tests and surveys in order to obtain data on the implementation of learning, mastery of concepts, meditation skills, and mental health. The results showed that the implementation of the learning carried out had fulfilled the syntax and obtained the dominant learning management assessment score mode of 4 from the total existing meetings. The learning outcomes test from 3 classes with 4 study topics (Cell Structure and Function, Cell Health Concepts, Body Immune System, Cipto Silent Meditation) in 7 meetings showed that students' mastery of concepts could be achieved maximally both individually and classically with a percentage of completeness of 95, 56%. Based on rewriting data and diaries, Cipto's Silent Meditation skills can be practiced well according to the recommended instructions and procedures. Students' rewriting scores ranged from 78 to 100, while for student diaries they received a minimum score of 80 and a maximum of 100. The questionnaire responses given showed high Mental Attitude Health (KSM) results of 96%, High Cell/Body Health (KST) of 86% and the Happiness Scale Index is in the high category (above 34, 4) with A level between 46-50 at 29%, Level B between 40-45 at 66% and C between 34-39 at 6%. Overall, it can be concluded that this research has helped students in learning and gaining an understanding of the concept of cell health and the immune system, as well as developing silent meditation skills, to build a strong immune system for students and actors in achieving a level of mental health and mental attitude. good dohir cells/body, and pure soul happiness is born as a result of a sense of faith, and evidence of obedience and gratitude to Allah SWT for all His blessings, then the practice of meditation has an impact as a form of self-protection from various kinds of diseases including the Covid-19 virus.