Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BOTTO’-BOTTO’ (Chromolaena odorata L.) dengan METODE DPPH Gemy Nastity Handayany; Irna Umar; Isriany Ismail
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v11i2.5944

Abstract

A research have been done formulations and test the effectiveness of ethanol leaf extract antioxidant cream botto'-botto (Chromolaena odorata L.) by DPPH method. This study aims to determine the antioxidant activity of cream preparation containing ethanol extract of leaves botto'-botto '(Chromolaena odorata L.) against DPPH and to find out how the concentration of the ethanol extract of leaves botto'-botto' (Chromolaena odorata L.) is effective as an antioxidant the cream preparation. Botto'-botto (Chromolaena odorata L.) was extracted by maceration using 96% ethanol and cream preparations made using various concentration of extract in the formula I, II and III respectively 0.0008%, 0.0016% and 0 , 0024%. Then tested antioxidant activity against DPPH and calculated the average percent reduction of each formula. The results showed an average percent reduction in formula I, II, and III respectively 15.07%, 36.09% and 41.62%. Of the three most effective formulas that antioxidant activity at a concentration of 0.0024% extract.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian formulasi dan uji efektivitas antioksidan krim ekstrak etanol daun botto’-botto (Chromolaena odorata L.) dengan metode DPPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim yang mengandung ekstrak etanol daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) terhadap DPPH dan untuk mengetahui berapa konsentrasi ekstrak etanol daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) yang efektif sebagai antioksidan pada sediaan krim. Daun botto’-botto’ (Chromolaena odorata L.) diekstraksi dengan metode maserasi  menggunakan pelarut etanol 96% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak pada formula I, II dan III berturut-turut 0,0008%, 0,0016% dan 0,0024%. Kemudian diuji aktivitas antioksidannya terhadap DPPH dan dihitung rata-rata persen peredaman masing-masing formula. Hasil yang diperoleh menunjukkan rata-rata persen peredaman pada formula I, II, dan III berturut-turut 15,07%, 36,09% dan 41,62%. Dari ketiga formula yang paling efektif aktivitas antioksidannya yaitu pada konsentrasi ekstrak 0,0024%.
Efek Ekstrak Metanol dan Partisi dari Kulit Batang Kayu Jawa (Lannea coromandelica Houtt. Merr.) terhadap Pertumbuhan Sel HeLa dan MCF-7 Nadyah Haruna; Zakiah Anugerah Hamzah; Syamsuri Syakri; Isriany Ismail; Nursalam Hamzah
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.896 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11338

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan efek ekstrak metanol dan partisi kulit batang kayu jawa dalam menghambat pertumbuhan sel kanker HeLa dan sel kanker MCF-7. Simplisia kulit kayu dimaserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak kemudian dipartisi secara partisi cair padat menggunakan pelarut heksan. Pemisahan menghasilkan partisi larut heksan dan partisi tidak larut heksan. Pengukuran aktivitas inhibisi pertumbuhan sel dilakukan menggunakan metode MTT Assay terhadap sel HeLa, sel MCF-7 dan sel Vero. Senyawa yang dikandung diidentifikasi dengan beberapa pereaksi golongan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol, partisi tidak larut heksan dan partisi larut heksan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker Hela dengan nilai indeks selektivitas, berturut-turut, 2,04; 1,85 dam 4,19. Sedangkan untuk sel MCF-7, indeks selektivitas, berturut-turut, 1,91; 1,44 dan 2,13. Partisi larut heksan dapat memiliki potensi sebagai antikanker dengan selektivitas yang baik.
Pengaruh Perbandingan Konsentrasi Tween 80 dan Fosfatidilkolin terhadap Karakteristik Transferosom Asam Askorbat Isriany Ismail; Dwi Wahyuni Leboe; Nurwinda Eka Syaputri
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.775 KB) | DOI: 10.24252/djps.v1i2.11339

Abstract

Transferosom adalah sistem pengantaran obat yang dapat membawa secara transdermal obat hidrofilik, lipofilik, dan amfifilik dengan molekul berat rendah atau tinggi. Transferosom adalah sistem ultra-fleksibel yang dapat merusak dan melewati konstriksi sempit (dari 5 hingga 10 kali lebih kecil dari diameternya sendiri) tanpa kehilangan yang signifikan. Transferosom dapat melintasi barrier stratum korneum. Tujuan dari penelitian ini adalah penentuan perbandingan konsentrasi yang dibutuhkan untuk membuat asam askorbat transferosom. Transferosom disiapkan dengan metode hidrasi lapis tipis. Transferosom mengandung Tween 80 sebagai pelarut surfaktan, fosfatidilkolinsoya, kloroform : metanol (1 : 1), dan dihidrasi dengan PBS pH 7,4. Berdasarkan penelitian, desain formula yang membandingkan konsentrasi antara fosfatidilkolin: Tween 80 adalah 95: 5,85: 15, dan 75:25 menunjukkan karakteristik Transferosome. Hasil efisiensi penjeratan adalah sekitar 99,75% -99,95%, ukuran partikel sekitar 151,4-456,1nm, dan morfologi partikel dengan memindai mikroskop elektron dan mikroskop trinoculer. Formula terbaik adalah formula III dengan efisiensi penjeratan 99,95%, ukuran partikel 151,4nm dan morfologi menunjukkan mereka memiliki vesikel unilamellar besar (LUV).