Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Islamic Nursing

Pengaruh Senam Otak Terhadap Kecemasan pada Anak Usia Sekolah Yang Mengalami Hospitalisasi Sarifah Sarifah; Arbianingsih Arbianingsih; Huriati Huriati
Journal of Islamic Nursing Vol 1 No 1 (2016): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.78 KB) | DOI: 10.24252/join.v1i1.1993

Abstract

Anxiety in hospitalization will lead to the uncomfortable feeling good in children and families, so that the necessary process of adjustment to reduce, minimizing the anxiety to not develop into a crisis. One of media treatment in lowering anxiety is brain gym . Brain gym is a series of simple gestures that simulates brain work and brain function optimally. Study aims to determine the influence of brain gym of anxiety in children of school age who have hospitalization. True Eksperimental pre test post test control group design. Research place at Islam Faisal hospital Makassar and Labuang Baji hospital Makassar. The data analysis used Independen T-test. The gathering samples using methods Random Allocation. Provided 14 samples with 7 respondents of intervention group and 7 of respondents as a control group. The result of test statistic obtained by velue = 0,000, then there was a meaningful level of anxiety pre-Test with post Test after use brain gym.  If a person to experience anxiety then the cortex cerebri to send a distress signal to hypothalamus thus resulting in tension in motoric, hyperactivity of aoutonomic nervous system and raise awareness. The method used to help in lowering anxiety by doing brain gym. With movements brain gym can activate the neocotex and nervous parasympathetic reduce increase in the hormone adrenaline in body that can ease the tension of phychological and physical strain. So, conclusion is brain gym effect on reducation of anxiety and therapy is able to be one alternative for children who have hospitalization.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TATAP MUKA DENGAN MEDIA SOSIAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SKIZOFRENIA Andi kamariah Hayat; Huriati Huriati; Nur Hidayah
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.678 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3976

Abstract

Pengetahuan adalah salah satu yang mempunyai pengaruh besar dalam terbentuknya perilaku seseorang dan perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan bersifat langgeng. Salah satu upaya meningkatkan pengetahuan seseorang adalah melalui pendidikan kesehatan yang hasilnya diharapkan dapat merubah sikap dan perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tatap muka dengan media sosial terhadap tingkat pengetahuan keluarga dengan skizofrenia. Desain Penelitian ini yaitu Quasi Eksperimen dengan pendekatan Two Group Pre-Post Test Design dengan jumlah sampel yaitu 20 orang, untuk metode tatap muka sebanyak 10 responden dan untuk metode media sosial sebanyak 10 responden dengan menggunakan Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kusioner. Analisa data menggunakan uji statistik Uji Wilcoxon Test. Hasil Pengolahan data dengan menggunakan Uji Wilcoxon Test pada kelompok tatap muka didapatkan nilai p value = 0.007 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan keluarga pre-test dan post-test setelah diberikan metode tatap muka. Pada kelompok yang diberikan metode media sosial didapatkan nilai p = 0.004 atau p < 0.05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan keluarga pre-test dan post-test setelah diberikan metode media sosial). Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tatap muka dan media sosial terhadap tingkat pengetahuan keluarga dengan skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Mangasa Makassar. Metode ini dapat di gunakan sebagai teknik pembelajaran untuk menyampaikan pendidikan kesehatan khususnya mengenai skizofrenia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG CUCI TANGAN MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL Nur Ridha Sasmitha; Ani Auli Ilmi; Huriati Huriati
Journal of Islamic Nursing Vol 2 No 2 (2017): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.497 KB) | DOI: 10.24252/join.v2i2.3980

Abstract

Perilaku cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, padahal cuci tangan dapat memberikan kontribusi pada peningkatan status kesehatan masyarakat. Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika dilingkungan sekolah. Sehingga anak usia sekolah sangat perlu diberikan pendidikan kesehatan. penggunaan media dalam proses pendidikan kesehatan dan pemberian informasi meningkatkan keefektifan dan keaktifan siswa, tergantung dari jenisnya, ketersediaannya dan kemampuan dalam mempergunakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan cuci tangan pada anak usia sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimen dengan rancangan Pre test-Post test with Control Group. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V dan VI dengan jumlah populasi 102 orang.. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 21 responden. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Wilcoxon test dan Mann-Whitney Test Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden pada kelompok intervensi memiliki pengetahuan saat pre-test dalam kategori baik yaitu sebanyak 12 responden (57,1) dan nilai pengetahuan saat post-test meningkat menjadi 17 responden (81%) dalam kategori baik. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terjadi peningkatan pengetahuan yaitu sebagian besar responden pada kelompok kontrol memiliki pengetahuan saat pre-test dan post-test dalam kategori baik sebanyak 12 responden (57,1%). Hasil uji statistik dengan Mann-Whitney test didapatkan ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pengetahuan tentang cuci tangan pada anak usia sekolah (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, media video ini dapat menjadi salah satu media yang efektif digunakan dalam penyuluhan kesehatan. Selain itu, sebaiknya petugas kesehatan terutama bekerja sama dengan instansi pendidikan mengadakan pendidikan kesehatan dengan memanfaatkan media audiovisual agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi anak usia sekolah tentang cuci tangan
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA FACEBOOK DAN MEDIA LEAFLET TERHADAP MOTIVASI BERHENTI MEROKOK PADA REMAJA MIftahu Rahmah; Huriati Huriati; Arbianingsih Arbianingsih
Journal of Islamic Nursing Vol 3 No 1 (2018): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.354 KB) | DOI: 10.24252/join.v3i1.5477

Abstract

Saat ini perilaku merokok merupakan suatu gejala yang dapat kita lihat setiap hari disegala tempat seperti dijalanan, tempat keramaian, bus kota, rumah sakit dan lain sebagainya. Semua orang mengetahui akan bahaya yang dapat ditimbulkan dari merokok, tetapi perilaku merokok tidak pernah surut.Desain penelitian ini yaitu Quasi Eksperiment dengan 20 responden yang dipilih secara Total Sampling. Instrument yang digunakan untuk mengukur motivasi adalah kuesioner dan analisa data menggunakan uji statistik Paired T-test dan Independent T-test.Hasil penelitian menunjukkan pendidikan kesehatan melalui media facebook (nilai p 0,001 < α 0,05), pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet (nilai p 0,002 < α 0,05) berarti terdapat perbedaan bermakna motivasi berhenti merokok remaja pre-test dan post-test pendidikan kesehatan dengan menggunakan media facebook dan media leaflet. Untuk perbandingan efektivitas di kedua media dengan nilai p= 0,063 atau p>0,05 yang artinya tidak terdapat perbedaan pendidikan kesehatan antara media facebook dan media leaflet. Dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan motivasi berhenti merokok pada remaja dapat menggunakan pendidikan kesehatan media facebook dan media leaflet. Peneliti berharap pada peneliti selanjutnya agar lebih mengontrol sumber informasi lain agar tidak menjadi perancu dan memberikan bahan pendidikan kesehatan dengan konten yang sama.