Ahmad afif
Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Model Antrian Pelayanan Farmasi Menggunakan Petrinet dan Aljabar Max-Plus Dian Mustofani; Ahmad afif
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 1: Maret - Agustus 2018
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v3i1.1055

Abstract

AbstrakPemenuhan kebutuhan pasien akan obat dan informasi serta memberikan pelayanan yang memuaskan pada pasien adalah orientasi utama dalam pelayanan kefarmasian. Menurut Keputusan Mentri Kesehatan no.129 tahun 2008, standar minimal pelayanan rumah sakit memiliki indikator waktu tunggu pelayanan farmasi untuk obat jadi  lebih kecil atau sama dengan 30 menit dan pelayanan farmasi untuk obat racik yaitu lebih kecil atau sama dengan 60 menit (Kemenkes. 2008). Dalam tulisan ini petri net dibangun untuk menentukan lamanya kedatangan pasien saat yang ke-k, lamanya pasien melakukan antrian saat yang ke-k, dan lamanya kedatangan pasien meninggalkan pelayanan saat yang ke-k.
PENYEBARAN PENYAKIT TIDAK MENULAR BERDASARKAN WILAYAH PUSKESMAS DI KOTA KEDIRI MENGGUNAKAN ANALISIS KORESPONDENSI Ahmad Afif; Mohamad Anis Fahmi
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 1 (2021): Maret - Agustus 2021
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v6i1.2076

Abstract

Masalah utama penelitian ini adalah pola penyebaran penyakit tidak menular berdasarkan wilayah Puskesmas di Kota Kediri. Mengetahui pola penyebaran penyakit tidak menular sangat penting untuk keperluan pencegahan dan pengendalian penyakit, sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Kediri. Metode yang digunakan adalah analisis korespondensi dengan dua variabel, yaitu variabel penyakit tidak menular dan variabel wilayah Puskesmas di Kota Kediri. Data penelitian ini adalah data sekunder dari hasil pencatatan jumlah angka kesakitan penyakit tidak menular yang terdapat di 8 Puskesmas Induk dengan 1 Puskesmas Perawatan dan 26 Puskesmas Pembantu di Kota Kediri tahun 2019. Grafik korespondensi digambarkan dengan dua dimensi yang menjelaskan keragaman data sebesar 83% dan menghasilkan  lima pola penyebaran penyakit tidak menular berdasarkan wilayah puskesmas di Kota Kediri.Kata kunci: penyakit tidak menular; penyebaran, korespondensi
Model Rantai Pasok Pada Sistem Produksi Menggunakan Petri Net dan Aljabar Max Plus ahmad afif; Dian Mustofani
Unisda Journal of Mathematics and Computer Science (UJMC) Vol 5 No 01 (2019): Unisda Journal of Mathematics and Computer Science (UJMC)
Publisher : Mathematics Department of Mathematics and Natural Sciences Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.349 KB) | DOI: 10.52166/ujmc.v5i01.1465

Abstract

Abstract. Supply chain production system is a process of coordination and integration of activities ranging from the procurement of goods and services, transforming raw materials into semi-finished goods and finished goods, to distribute to the consumers in an efficient manner. Supply chain analysis is used to regulate the supply of the production system so as not to overload so that it can reduce the costs of the entire production system which includes the costs of processing, transportation and distribution of raw materials, semi-finished goods and finished goods. Petrinet can describe the supply chain model as a dynamic production systems with discrete events with max plus algebra approach to help calculate the length of time in the distribution and production in the supply chain. Keywords: supply chain, production system, petri net, max plus algebra Abstrak. Rantai pasok pada sistem produksi merupakan proses koordinasi dan integrasi kegiatan mulai dari pengadaan barang dan jasa, mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, hingga mendistribusikan kepada konsumen dengan cara efisien. Analisis rantai pasok dipakai untuk mengatur pasokan dari sistem produksi supaya tidak terjadi overload sehingga dapat mengurangi biaya dari keseluruhan sistem produksi yang meliputi biaya pengolahan, transportasi dan distribusi bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi. Petrinet dapat menggambarkan model rantai pasok sebagai sistem produksi yang dinamis dengan kejadian diskrit dengan pendekatan aljabar max plus untuk membantu menghitung lamanya waktu dalam pendistribusian dan produksi dalam rantai pasok. Kata kunci : rantai pasok, sistem produksi, petri net, aljabar max plus
Analisis Perilaku Swamedikasi Batuk Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Menggunakan Regresi Logistik Multinomial pada Mahasiswa Non Kesehatan Dian Mustofani; Hariyani Hariyani; Ahmad Afif; Krisnita Dwi Jayanti
UJMC (Unisda Journal of Mathematics and Computer Science) Vol 11 No 2 (2025): Unisda Journal of Mathematics and Computer Science
Publisher : Mathematics Department, Faculty of Sciences and Technology Unisda Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/ujmc.v11i2.11850

Abstract

Self-medication for cough is a common practice among non-health students. Inappropriate self-medication behavior may increase the risk of medication errors, highlighting the need for a statistical approach capable of modeling behavioral categories simultaneously. This study aimed to analyze cough self-medication behavior based on knowledge level using multinomial logistic regression among non-health students. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 233 non-health students. The dependent variable was cough self-medication behavior categorized into several levels, while the independent variable was the level of knowledge. Statistical analysis was performed using multinomial logistic regression with maximum likelihood estimation, with the lowest behavior category set as the reference. Model significance was assessed using the likelihood ratio test, and model performance was evaluated through pseudo R-square values. The results showed that knowledge level was not significantly associated with cough self-medication behavior. The likelihood ratio test yielded a p-value of 0.100, indicating that the overall model was not statistically significant. The pseudo R-square value of 0.012 suggested that knowledge level explained only 1.2% of the variance in cough self-medication behavior. The estimated odds ratios indicated a tendency toward a lower likelihood of inappropriate self-medication behavior among students with higher knowledge levels; however, these associations were not statistically significant (p > 0.05). In conclusion, although knowledge level demonstrates a theoretically plausible direction of association, it is not a dominant determinant of cough self-medication behavior among non-health students. Further studies are recommended to include additional variables such as attitudes, prior medication experience, and access to health information to improve the explanatory power of the model.