Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PEMBUATAN MODUL PELATIHAN SERTA PERANCANGAN TRAINING WITHIN INDUSTRY UNTUK DIVISI PRINTING PROCESSING DI PT. X Hansel Buddie Soepriyanto; Shu-San Gan
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.869 KB)

Abstract

Jurnal ini dibuat untuk membahas pembuatan modul pelatihan pengoperasian mesin yang belum memiliki modul. Modul yang telah dibuat akan digunakan untuk proses pelatihan operator yang akan menjalankan mesin. Selain itu, juga dibahas perancangan program training “Training Within Industry” untuk mesin Auto Bending. Metode yang digunakan untuk pembuatan modul yaitu dengan melihat manual book, serta melakukan interview terhadap operator senior. Metode yang digunakan untuk perancangan program training “Training Within Industry” ialah melakukan pencarian data melalui studi literatur, kemudian pengumpulan data aktivitas On  the Job Training untuk pedoman pembuatan Job Instruction Card yang akan digunakan pada program training “Training Within Industry”. Tujuan dari perancangan program training “Training Within Industry” ini ialah untuk menggantikan proses training konvensional saat proses training perlu berlangsung, bersamaan dengan proses produksi yang tetap harus berjalan, sehingga overtime cost dapat diminimalkan.
STUDI KASUS IDENTIFIKASI FAKTOR PENDORONG-PENGHAMBAT PROSES REMANUFAKTUR DAN FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MINAT PEMBELIAN PRODUK REMANUFAKTUR Luke Sugiharto Susilo; Didik Wahjudi; Gan Shu San
Mechanova Vol 5 (2016): Semester genap 2016-2017
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.559 KB)

Abstract

Tugas akhir ini dibuat untuk mengidentifikasikan faktor yang berpengaruh terhadap minatpembelian produk manufaktur serta faktor pendorong dan penghambat proses remanufaktur diIndonesia. Metode kualitatif dengan cara in-depth interview digunakan untuk melakukan studikasus dengan subjek alat berat di Indoneisa. Wawancara dilakukan terhadap 4 konsumen dan 2produsen. Wawancara terhadap konsumen berkisar pada purchase intention dan faktor yangmempengaruhinya, yaitu product knowledge, purchase attitude, subjective norm, perceivedbehavioral control, perceived benefits, dan perceived risks. Hasil analisa menunjukan bahwapurchase attitude dipengaruhi oleh perceived risk dan perceived benefit yang dirasakan. Padapendalaman kasus juga ditemukan perceived benefit dan perceived risk dipengaruhi secaralangusng oleh perceived behavioral control. Ada dua pihak yang memegang pengaruh subjectivenorm, yaitu leasing company dan client. Wawancara terhadap produsen berkisar pada faktorpendorong dan penghambat praktik remanufaktur. Ada 3 jenis faktor penghambat, yaitutechnical, business, dan production. Ada 3 jenis faktor pendorong,yaitu economic, technical, dansocial. Didapatkan bahwa enviromental drivers tidak dirasakan oleh produsen. Untukmemaksimalkan potensi praktik remanufaktur dapat dibuat regulais yang akan mendukungenviromental driver.
ANALISA TEKNIS PROSES REMANUFAKTUR TELEPON GENGGAM Gideon Indra purwanto; Gan Shu San; Yopi Yusuf Tanoto
Mechanova Vol 6 (2017): Semester gasal 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.115 KB)

Abstract

Telepon genggam atau gawai saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakatmodern. Setiap orang, tidak terbatas umur dan kalangan menggunakan telepon genggam untukmempermudah melakukan komunikasi serta mendapatkan informasi. Teknologi telepongenggam setiap tahun mengalami perkembangan yang cukup pesat, ditambah denganbanyaknya produk telepon genggam yang berlomba-lomba untuk menciptakan fitur-fitur barumembuat masyarakat cenderung untuk mengikuti perkembangan. Pada masa sekarang, budayaberganti-ganti telepon genggam telah menjadi gaya hidup yang berkembang di masyarakatIndonesia sehingga menambah sampah elektronik di Indonesia. Dengan bertambahnya sampahelektonik khususnya di Indonesia membuat produsen telepon genggam ingin meremanufakturelektronik khususnya telepon genggam. Maka dengan adanya remanufaktur dapat mengurangisampah elektronik khususnya telepon genggam, tetapi produsen telepon genggam tidak mengertiproses remanufaktur. Dengan rekomendasi remanufaktur telepon genggam orang semakinmengerti langkah-langkah yang diambil dalam proses remanufaktur telepon genggam.
Karakterisasi Material Case Mobile Phone untuk Tujuan Remanufacturing Randy Randy; Juliana Anggono; Shu San Gan
Mechanova Vol 6 (2017): Semester genap 2017-2018
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.933 KB)

Abstract

Remanufacturing ialah proses dimana core dikembalikan ke kondisi yang sama seperti baru, atau lebih baik, secara kondisi dan performa (Ikeda, 2017). Proses ini sesuai dengan spesifikasi teknis, termasuk mesin, kualitas dan standar pengujiannya. Proses ini menghasilkan produk yang sepenuhnya dijamin. Remanufacturing dituntut mengurangi jumlah sampah dengan memperbaiki komponen dari produk yang rusak sehingga dapat digunakan kembali. Tujuan dari penelitian ini ialah menjadi studi awal feasibility remanufacturing yang berfokus hanya pada case mobile phone sebagai bahan masukan dan pertimbangan jika suatu perusahaan akan melakukan remanufacturing untuk mobile phone.Untuk mencapai tujuan dari penelitian ini dilakukan wawancara dengan produsen mobile phone untuk mengetahui pendapat serta sudut pandangnya mengenai remanufacturing dan dilakukan karakterisasi material case yang digunakan oleh mobile phone melalui studi literatur dan analis komposisi struktur dari material mobile phone
Pemilihan Metode Perakitan dan Desain Produk untuk Meningkatkan Kinerja Perakitan di P.T. Indoniles Electric Parts Didik Wahjudi; Gan Shu San
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 1 No. 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research on assembly process of combination switch, which consists of 164 parts in 16 sub assy, covers the selection of assembly method and product design analysis. The method used in this research is a method that is developed by Boothroyd and Dewhurst. The research result shows that the suitable assembly method for this combination switch is manual assembly. To know whether the old design is good or not, the design efficiency of each sub assy is computed. After design efficiency of each sub assy is computed, the total design efficiency of old design is known. Then, redesign is done to get the new design efficiency. Design change on combination switch product results in efficiency improvement, with reduction in operation cost, assembly time, and the number of parts of combination switch Abstract in Bahasa Indonesia : Penelitian proses perakitan combination switch yang terdiri dari 164 komponen dalam 16 sub-rakitan ini meliputi pemilihan metode perakitan dan analisa desain produk. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode yang dikembangkan oleh Boothroyd and Dewhurst. Dari hasil perhitungan didapat metode perakitan yang paling tepat untuk combination switch ini adalah manual assembly. Untuk mengetahui apakah desain yang lama sudah baik atau tidak, maka dicari efisiensi desain lama dari setiap sub-rakitan. Setelah diperoleh efisiensi desain dari masing-masing perakitan, maka dicari efisiensi desain lama total. Kemudian dilakukan desain ulang, dan setelah itu dicari efisiensi desain baru. Perubahan pada desain produk combination switch menimbulkan peningkatan efisiensi desain serta penurunan biaya operasi, waktu perakitan, dan jumlah komponen pada 11 dari 16 sub-rakitan pada combination switch. Kata kunci : desain untuk perakitan, efisiensi desain, metode perakitan
Simulasi Diskriminasi Struktur Proses Produksi yang Berdata Atribut Gan Shu San; Didik Wahjudi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 1 No. 1 (1999): APRIL 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from a production process usually is correlated and doesnot fit normal distribution. In order to detect the existence of strutural changes in production process, especially attribute data, which is focused on changes that are influenced by the data covariance structure, it is necessary to model the covariance function which identical to the spectral distribution first. Accordingly, data is transformed into its spectral distribution by using Walsh-Fourier Transformation so that data will not be correlated and can be analize statistically. Transformed data will be tested with F-test to see if this method can detect the changes. This simulation will use time series data which is generated with INAR (Integer Valued Auto-Regressive) model. Abstract in Bahasa Indonesia : Data pada suatu proses produksi pada umumnya terkorelasi dan tidak berdistribusi normal. Untuk dapat mendeteksi adanya perubahan struktur pada proses produksi, khususnya data atribut, yang difokuskan pada perubahan struktur yang mempengaruhi struktur kovarian data, perlu dimodelkan terlebih dahulu oleh fungsi kovarian yang identik dengan distribusi spektralnya. Karena itu data ditransformasikan ke dalam distribusi spektralnya dengan menggunakan transformasi Walsh-Fourier sehingga data menjadi tidak terkorelasi dan dapat dianalisa secara statistik. Data yang telah ditransformasikan ini akan diuji dengan menggunakan pengujian statistik F untuk mengetahui apakah metode ini dapat mendeteksi adanya perubahan. Data yang dipakai dalam simulasi ini berupa data time series yang dibangkitkan dengan model INAR (Integer Valued Auto-Regressive). Kata kunci : perubahan struktur, data atribut, struktur kovarians, distribusi spektral, uji statistik.
Pengendalian Kualitas pada Produksi Pasta Gigi Gan Shu San; Susanto Widjojo
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 1 No. 2 (1999): OCTOBER 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One effort to increase productivity of a production process is by decreasing the defects. This can be done by implementing the apropriate quality control. This research is conducted in a tooth paste production to seek which factors that will influence defects and uses factorial design method to get the optimum condition. Results show that the paste weight is determined by air pressure in the mixer and stirring time with optimum condition at 5 cm Hg and 80 minutes, while precision tube folded is determined by the height of tube and the height of the table with optimum condition at 189 mm and 130 mm. Abstract in Bahasa Indonesia : Untuk dapat meningkatkan produktivitas dari suatu proses produksi, maka salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan mengurangi cacat produk. Hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan pengendalian kualitas yang memadai. Pada produksi pasta gigi ini dilakukan suatu penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi cacat produk dan dilakukan percobaan dengan metode desain faktorial untuk mendapatkan kondisi optimum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berat pasta ditentukan oleh faktor tekanan dan waktu pengadukan dengan kondisi optimum 5 cm Hg dan 80 menit, sedangkan lipatan tube dipengaruhi oleh faktor tinggi tube dan tinggi meja dengan kondisi optimum 189 mm dan 130 mm. Kata kunci : produktivitas, cacat produk, pengendalian kualitas, desain faktorial
ANALISA TATA LETAK PABRIK UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING PADA PABRIK KOPER Gan Shu San; Didik Wahjudi; Sugiarto Sugiarto
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 2 No. 1 (2000): APRIL 2000
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A manufacturing factory that produce travel bags focused on export market with increasing demand, need to improve the product quantity to fulfil the production target. Initial survey found out that the factory cannot meet the target. This situation was caused by some factors, as: lack of machines and ineficiency of the factory location order. This paper includes analysis of factory location order using Travel Chart method which is performed manually and using QS software to get more accurate results. The objective is to minimize material handling so that realization of the production target determined can be optimized. By adding 1 (one) machine for hot forming, the production quantity can be increased and the new facility location order showed reduction of sum of momen from 949459 to 775494.8 Abstract in Bahasa Indonesia : Sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi koper dan menitik beratkan pemasaran produknya untuk ekspor dengan skala permintaan yang semakin meningkat, diharuskan dapat meningkatkan jumlah produksinya untuk memenuhi target produksi. Pada pengamatan awal ditemukan bahwa target produksi ternyata belum terpenuhi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adalah kurangnya jumlah mesin yang digunakan dan bentuk tata letak pabrik yang tidak efisien. Makalah ini memuat analisa tata letak pabrik dengan menggunakan metode travel chart yang dilakukan dengan cara manual dan dengan bantuan software QS untuk mendapatkan hasil perhitungan yang lebih akurat. Tujuan analisa tata letak pabrik ini adalah untuk meminimalisasi material handling sehingga diharapkan dapat mengoptimumkan realisasi target produksi yang telah ditetapkan. Dengan menambahkan 1 (satu) buah mesin untuk hot forming maka produksi dapat ditingkatkan dan perancangan tata letak fasilitas baru memberikan pengurangan total momen dari 949459 menjadi 775494,8. Kata kunci: tata letak pabrik, pesawat pengangkat, metode 'travel chart', momen perpindahan.
OPTIMASI PROSES INJEKSI DENGAN METODE TAGUCHI Didik Wahjudi; Gan Shu San; Yohan Pramono
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 1 (2001): APRIL 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At this time about 3% of products produced by "X" plastic factory does not reach the standard. This factory has a problem to minimize the amount of defects. Taguchi method is used to lower the level of product defects. From the field survey, all the suspected factors can be obatained and it is shown ini the fishbone diagram. From the suspected factors, the factory chose factors that are to be used ini the experiments. Experiments were conducted using those four factors : pellet material percentage (60%, 70%, 80%), temperature (217°C, 225°C, 233°C), injection pressure (92 Bar, 93 Bar, 94 Bar), screw speed (81%, 83%, 85%). Taguchi method provide the combination and number of experiments. From each level of defects condition, analysis was done to obtain the affecting variables. The results of analysis shows that the combination of pellet material (80%), temperature (225°C), injection pressure (93 Bar), screw speed (83%) can minimize the amount of defects to 0.3%. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada saat ini sekitar 3% produk yang dihasilkan oleh perusahaan plastik "X" tidak memenuhi standar. Perusahaan mengalami kesulitan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk tersebut. Hal inilah yang mendasari penelitian dengan metode Taguchi yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan produk. Dari survey lapangan didapatkan faktor-faktor yang dicurigai dan ditampilkan dalam bentuk diagram tulang ikan. Dari faktor-faktor yang dicurigai berpengaruh, perusahaan memilih faktor-faktor yang diijinkan untuk dieksperimentasikan. Empat faktor yang akan dieksperimentasikan adalah persentase bahan pelet, temperatur (217°C, 225°C, 233°C), tekanan injeksi (92 Bar, 93 Bar, 94 Bar), screw speed (81%, 83%, 85%). Metode Taguchi dipergunakan untuk menentukan kombinasi dan jumlah dari eksperimen. Dari tingkat kecacatan tiap kondisi dilakukan analisa sehingga didapatkan variabel yang berpengaruh. Dari hasil analisa didapat bahwa kombinasi persentase bahan pelet (80%), temperatur (225°C), tekanan injeksi (93 Bar) serta srew speed (83%) dapat menurunkan tingkat kecacatan hinga 0,3%. Kata kunci: Metode Taguchi, cacat produk, diagram tulang ikan.
INTEGRASI PERENCANAAN PRODUKSI AGGREGAT DAN PERENCANAAN KEBUTUHAN MESIN PADA PROSES PRODUKSI UBIN KERAMIK Gan Shu San; Mirah S. Masbudi
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 3 No. 2 (2001): OCTOBER 2001
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usually aggregate production planning and machine requirement planning are conducted separately although there is a close relationship between the two in most production environment. Integration model includes both production and workforce planning decision along with production equipment procurement towards production cost. Research by Behnezhad and Khoshnevis8.2) has shown that mathematical programming model based on this integration could result in cost saving when compared to the use of aggregate production planning and machine requirement planning separately. The advantage of using integration model in tiles production is going to be analyzed in this paper. The integration model is built based on data that is obtained from a tile company and the solution of the model is obtained by using the Quant-system software. The result showed that integration model yield cost saving of Rp.179.453.030,- towards the aggregate production planning and Rp.470.062.980,- towards the machine requirement planning. Abstract in Bahasa Indonesia : Perencanaan produksi aggregat dan perencanaan kebutuhan mesin biasanya dilakukan secara terpisah meskipun sebenarnya ada keterkaitan yang erat yang dapat dijumpai pada lingkungan produksi umumnya. Model integrasi menggabungkan efek pengambilan keputusan tingkat produksi dan tenaga kerja sekaligus pembelian peralatan produksi pada biaya produksi. Penelitian oleh Behnezhad dan Khoshnevis8.2) menunjukkan bahwa mathematical programming model berdasarkan integrasi tersebut memberikan penghematan biaya dibandingkan dengan penerapan perencanaan produksi agregat dan perencanaan kebutuhan mesin secara terpisah. Pada makalah ini ingin diketahui keuntungan yang dapat dihasilkan oleh model integrasi pada proses produksi ubin keramik. Model integrasi disusun berdasarkan data yang diperoleh dari sebuah pabrik keramik dan penyelesaian model diperoleh dengan menggunakan software Quant-System. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa perencanaan secara integrasi memberikan penghematan sebesar Rp.179.453.030,- terhadap perencanaan produksi agregat dan sebesar Rp.470.062.980,- terhadap perencanaan kebutuhan mesin. Kata kunci: model Integrasi, perencanaan produksi agregat, perencanaan kebutuhan mesin.