Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Interaksi Sosial Dengan Non Muslim Dalam Perspektif Al-Quran syahrir syahrir; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1136

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial dengan non muslim dalam perspektif Al-Quran. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya interaksi sosial antara muslim dan non muslim dalam kerangka kehidupan beragama dan bermasyarakat yang senantiasa diwarnai dengan keberagaman. Memahami interaksi ini tidak hanya penting untuk memperkuat hubungan antar umat beragama, tetapi juga untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang merupakan bentuk penelitian yang berkaitan dengan analisis teks berupa sumber-sumber primer seperti ayat-ayat Al-Qur'an beserta terjemahannya. Kemudian sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel yang membahas tema interaksi sosial dengan non-muslim. Hasil penelitian menunjukkan Al-Qur'an memberikan pedoman yang jelas tentang bagaimana umat muslim seharusnya berinteraksi dengan non muslim, dengan menekankan nilai-nilai keadilan, toleransi, dan saling menghormati. Dalam surah Al-Mumtahanah (60:8) menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan, bahkan terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Kemudian dalam surah Al-Baqarah (2:256) menegaskan bahwa setiap individu berhak memilih keyakinan mereka sendiri tanpa tekanan dari pihak lain. Sedangkan pada surah Al-Anfal (8:61) menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencari jalan damai dan bekerja sama dengan semua pihak, termasuk non muslim.
Kesetaraan Gender dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat Kesetaraan Gender) Saniasa saniasa; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1377

Abstract

Penelitian ini membahas konsep kesetaraan gender dalam perspektif Al-Qur'an melalui pendekatan tafsirtematik untuk menggali isu-isu tentang kesetaraan gender menurut ajaran Islam. Penelitian dilatarbelakangi oleh urgensi memahami landasan qur'ani bagi implementasi kesetaraan gender di tengah arus perubahan sosial dan tuntutan akan keadilan gender pada masyarakat Muslim kontemporer. Berbeda dengan kajian sebelumnya yangcenderung membahas tentang kesetaraan gender secara umum, penelitian ini menawarkan analisis komprehensifterhadap terminologi, konteks historis, dan implementasi konsep kesetaraan gender dalam karir berdasarkan ayat-ayatAl-Qur'an yang relevan. Metodologi yang digunakan adalah metode tafsir tematik dengan mengidentifikasi danmenganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan kesetaraan gender dalam karir, terutama dalam surah Q.S AN Nisa (4) ayat 1, Al-Ahzab (33) ayat 35, An-Nisa (4) ayat 7 , dan Al-Hujrat (49) ayat 13. serta didukung pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an tidak mendiskriminasi gender dalam urusan amal, tanggung jawab, dan kontribusi sosial. Penegasan prinsip keadilan dan penghargaan atas kerja keras menjadi dasar bagi kesetaraan dalam karir.
Konsep Musyawarah dalam Perspektif Al Qur’an (Kajian Tafsir Tematik tentang Musyawarah) Muthmainnah Muthmainnah; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.1917

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai dasar yang terkandung dalam praktik musyawarah menurut ajaran Islam melalui perspektif Al-Qur'an. Dalam konteks masyarakat Muslim kontemporer yang menghadapi tantangan implementasi nilai-nilai demokrasi terdapat pemahaman terhadap landasan qur'ani bagi praktik musyawarah menjadi sangat penting. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir tematik, di mana peneliti mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan musyawarah, khususnya dalam Qur’an pada Surah Ali 'Imran ayat 159, Surah Asy-Syura ayat 38, dan Surah Al-Baqarah ayat 233. Pendekatan semantik-hermeneutis dan analisis kontekstual juga diterapkan untuk memperdalam pemahaman terhadap konteks historis dan terminologi yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musyawarah di dalam Al-Qur'an merupakan prinsip yang fundamental dalam pengambilan keputusan kolektif. Konsep ini menekankan aspek partisipatif, keterbukaan, dan penghargaan terhadap keberagaman pendapat. Meskipun Al-Qur'an tidak memberikan mekanisme baku untuk pelaksanaan musyawarah, namun menetapkan nilai-nilai etis yang harus dijunjung tinggi. Hal ini memberikan fleksibilitas dalam implementasi musyawarah sesuai dengan konteks sosial-politik masyarakat Muslim.Kesimpulannya, penelitian ini menegaskan bahwa musyawarah adalah bagian integral dari ajaran Islam yang dapat diadaptasi dalam berbagai konteks, sehingga dapat memperkuat praktik demokrasi dalam masyarakat Muslim. Dengan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam musyawarah, diharapkan masyarakat dapat lebih bijaksana dalam mengambil keputusan kolektif yang mencerminkan prinsip-prinsip Islam.
Nikah dalam Perspektif Al-Qur’an (Telaah Tematik atas Ayat-Ayat tentang Nikah) Ridwan Sahrani; Muhammad Yusuf; Mardan Mardan; Abdul Rachman Sahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1978

Abstract

Marriage is a sacred institution in Islam that functions not only as a physical bond between a man and a woman, but also embodies profound spiritual, moral, and social values. This study aims to analyze the concept of marriage in Islam through both normative and contextual approaches. The research uses a qualitative method with library research as the primary approach. Data sources include the Qur’an, Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Islamic family law documents in Indonesia. The findings reveal that marriage in Islam represents the implementation of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving lineage, honor, and religion. On the other hand, various social phenomena—such as early marriage, unregistered marriages without valid guardians, and rising divorce rates—indicate a significant gap between normative teachings and social practices. Therefore, an educational approach and continuous community development are essential to restore the ideal function of marriage in Islam as the foundation of a dignified family and society